By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Dugaan Rasuah Rp10 Miliar di KONI Samarinda, Kejari Periksa 8 Saksi
News

Dugaan Rasuah Rp10 Miliar di KONI Samarinda, Kejari Periksa 8 Saksi

Devi Nila Sari
Last updated: November 4, 2021 10:52 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Dugaan Rasuah Rp10 Miliar di KONI Samarinda, Kejari Periksa 8 Saksi
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda kembali mengendus indikasi rasuah di internal KONI Samarinda terkait dugaan penyelewengan dana hibah senilai Rp10 miliar pagu anggaran 2019-2021. (Akurasi.id/Zulkifli)
SHARE
Dugaan Rasuah Rp10 Miliar di KONI Samarinda, Kejari Periksa 8 Saksi
Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda kembali mengendus indikasi rasuah di internal KONI Samarinda terkait dugaan penyelewengan dana hibah senilai Rp10 miliar pagu anggaran 2019-2021. (Akurasi.id/Zulkifli)

Dugaan rasuah Rp10 miliar di KONI Samarinda, Kejari periksa 8 saksi. penyidik sedikitnya telah memeriksa keterangan dari delapan orang saksi yang masing-masingnya berinisial AN, AG, H, N, A, TS, P, dan SF.

Akurasi.id, Samarinda – Kabar dugaan rasuah Rp10 miliar, kembali menyeruak di internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda. Kali ini dugaan pelanggaran hukum terjadi dari aliran dana hibah Pemkot Samarinda senilai Rp10 miliar pada tahun anggaran 2019-2021.

Menyeruaknya dugaan rasuah itu pun langsung menjadi perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda yang mulai bergerak melakukan penyelidikan awal. Pergerakan Korps Adhyaksa ini berdasarkan surat pemanggilan sejumlah pengurus KONI Samarinda yang ditandatangani Kepala Kejari Samarinda, Heru Widiarmoko pada 27 Oktober 2021 kemarin.

“Iya benar, kami sedang melakukan penyelidikan mengambil keterangan sejumlah pengurus Koni Samarinda. Dan ini masih ditahap penyelidikan mengumpulkan data awal, ” ungkap Kasi Pidsus Kejari Samarinda Johannes Harysuandy Siregar, Rabu (3/11/2021).

Lanjut Johannes menjelaskan, sejak diterbitkannya surat Kajari Samarinda, para penyidik Korps Adhyaksa langsung melakukan tindak lanjut. Yakni mulai dari Senin (1/11/2021) kemarin hingga hari ini, penyidik sedikitnya telah memeriksa keterangan dari delapan orang saksi yang masing-masingnya berinisial AN, AG, H, N, A, TS, P, dan SF.

“Jadi ini kasusnya masih dugaan baru. Dan kasus ini beda kaitannya dengan kasus yang sebelumnya. Kebetulan saja kasus dugaannya sama, terkait dana hibah. Sebelumnya kan juga pernah ada kasus tipikor dana hibah 2016 lalu. Tapi ini beda kasus. Tahun anggarannya juga beda,” beber Johannes.

Sejauh pemeriksaan yang telah dilakukan, pihak kejaksaan masih belum mengetahui pasti jumlah kerugian negara.

[irp]

“Kami masih menunggu laporan detailnya, karena tim masih bekerja. Jumlah itu (Rp10 miliar) masih dana hibah ya, untuk kerugian negara belum diketahui,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa para penyidik hingga saat ini masih berfokus menggali data soal adanya dugaan tipikor tersebut. Pemanggilan para saksi di internal pengurus KONI Samarinda ini pun akan terus berlanjut hingga 11 November mendatang.

“Kalau sampai Rabu (3/11/2021) ini sudah ada beberapa orang kami minta keterangan. Ke depannya mungkin kami juga masih akan minta keterangan dari pihak pengurus untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” bebernya.

[irp]

Disinggung mengenai dugaan rasuah ini mengarah kepada siapa, Johannes hanya menyampaikan kalau tahap penyelidikan masih jauh dari hal tersebut. Bahkan dikatakannya pula untuk kerugian negara saja belum dipastikan hingga saat ini.

“Terkait dugaan tersangka mengarah ke siapa belum ada, karena masih jauh untuk ke sana. Kita masih lakukan pemeriksaan dan pengumpulan data. Ini masih informasi awal sekali,” ucapnya.

Hingga saat ini ini pihaknya pun masih terus menggali keterangan, guna memastikan kebenaran indikasi dugaan rasuah di internal KONI Samarinda tersebut.

[irp]

“Untuk berapa orang lagi yang akan diperiksa, kami masih belum tahu. Kami masih mengumpulkan pihak-pihak mana saja yang memiliki sumber data, informasi, atau keterangan. Jadi masih awal banget informasi ini. Ya semoga saja tahapan awal ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

Penulis : Zulkifli
Editor: Rachman

TAGGED:kasus korupsiKONI Samarindakorupsi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Rekaman CCTV dan Skenario Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky
Hukum & KriminalTrending

Rekaman CCTV dan Skenario Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

By
Wili Wili
Terungkap Cara Kakek Nenek Bertahan Hidup Sebelum Tewas, Tetangga Bongkar Kondisi Rumah di Jonggol
PeristiwaTrending

Terungkap Cara Kakek Nenek Bertahan Hidup Sebelum Tewas, Tetangga Bongkar Kondisi Rumah di Jonggol

By
Wili Wili
Kronologi Bupati PPU Terciduk di Mal Jakarta - Akurasi.id
HeadlineNews

Kronologi Bupati PPU Terciduk di Mal Jakarta Bawa Uang Rp1 Miliar

By
Devi Nila Sari
Mobil Pembawa Uang Rp4,6 Miliar Terbakar di Polewali Mandar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PeristiwaTrending

Mobil Pembawa Uang Rp4,6 Miliar Terbakar di Polewali Mandar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?