By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung
PeristiwaTrending

Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung

Wili Wili
Last updated: Maret 3, 2025 2:21 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung
Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung. Foto: Tribun.
SHARE

Timika, Akurasi.id – Tragedi terjadi di Puncak Carstensz, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat dua pendaki berpengalaman, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, meninggal dunia akibat dugaan hipotermia pada Sabtu (1/3/2025). Kedua pendaki berusia 60 tahun tersebut mengalami kondisi fatal saat dalam perjalanan turun dari puncak.

Contents
  • Hipotermia, Penyebab Utama Kematian
  • Proses Pemulangan Jenazah
  • Kronologi Pendakian dan Kondisi Cuaca Buruk
  • Kondisi Lilie dan Elsa Baru Diketahui di Basecamp

Hipotermia, Penyebab Utama Kematian

Dokter Ngabila Salama, seorang praktisi kesehatan, menjelaskan bahwa hipotermia merupakan kondisi berbahaya yang terjadi saat suhu tubuh turun di bawah 35°C. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi organ dan berujung pada kematian. “Penting mengenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar bisa melakukan tindakan pencegahan dan pertolongan pertama dengan tepat,” ujar Ngabila pada Senin (3/3/2025).

Proses Pemulangan Jenazah

Jenazah Lilie Wijayati telah diberangkatkan dari Timika ke Jakarta pada pukul 11.00 WIT. Suami Lilie, Frigard Harjono, mengatakan bahwa ia akan menjemput jenazah langsung di Jakarta sebelum dibawa ke rumah duka di YDSP Nana Rohana, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Penerbangan dari Timika ke Jakarta diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh jam. “Sampai Bandung kisaran jam 12-an malam,” ujar Frigard.

Kronologi Pendakian dan Kondisi Cuaca Buruk

Pendakian ke Gunung Carstensz yang dilakukan oleh Lilie dan Elsa ternyata berakhir duka. Musisi sekaligus pendaki, Fiersa Besari, yang juga mendaki gunung tersebut, akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (3/3/2025).

Fiersa menjelaskan bahwa ia menggunakan jasa operator tur yang berbeda dengan tim Lilie dan Elsa. “Untuk kronologi, saya rasa tidak perlu banyak menjelaskan, karena sudah banyak sumber berita kredibel yang memberikan informasi. Namun, jika boleh melengkapi, saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang, sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang,” tulis Fiersa.

Elsa dan Lilie berangkat menggunakan helikopter bersama dua pendaki lain, Saroni dan Lody Hidayanto, pada pukul 07.16 WIT. Sementara itu, Fiersa bersama Furki Rahmi Syahroni dan Indira Alaika menyusul dengan helikopter yang berangkat pada pukul 07.34 WIT. Setelah melakukan aklimatisasi selama dua hari hingga Kamis (27/2/2025), para pendaki mulai menuju puncak pada Jumat (28/2/2025).

“Kami ditemani para pemandu. Selain kami dan para tamu WNA, hari itu (28/2/2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki,” tambah Fiersa. Pendakian menuju puncak dilakukan pada hari yang sama dengan proses turun kembali. Sayangnya, tidak semua anggota rombongan dapat turun dengan selamat akibat kendala cuaca buruk.

Kondisi Lilie dan Elsa Baru Diketahui di Basecamp

Fiersa mengaku baru mengetahui tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa setelah ia tiba di basecamp Yellow Valley (YV). Kondisi cuaca yang ekstrem dan suhu yang sangat rendah diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kedua pendaki tersebut mengalami hipotermia fatal.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan dan kesiapan fisik sebelum mendaki gunung ekstrem seperti Carstensz.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Cuaca EkstremElsa LaksonoEvakuasi PendakiFiersa BesariGunung CarstenszHipotermiaLilie WijayatiPendaki IndonesiaPendaki MeninggalPendakian PapuaPuncak Jaya
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bangkok Bakal Berubah Nama Jadi Krung Thep Maha Nakhon
HeadlineTrending

Bangkok Bakal Berubah Nama Jadi Krung Thep Maha Nakhon

By
akurasi 2019
Tragis! Cagub Maluku Utara Benny Laos Tewas Akibat Meledaknya Speedboat di Pulau Taliabu
PeristiwaTrending

Tragis! Cagub Maluku Utara Benny Laos Tewas Akibat Meledaknya Speedboat di Pulau Taliabu

By
Wili Wili
Pramono Anung Perintahkan Inspektorat Periksa Lurah Kalisari Terkait Dugaan Foto AI di Aduan JAKI
HeadlinePeristiwa

Pramono Anung Perintahkan Inspektorat Periksa Lurah Kalisari Terkait Dugaan Foto AI di Aduan JAKI

By
Wili Wili
masjid islamic center
Trending

Hari Ini, Masjid Islamic Center Putuskan Tetap Laksanakan Salat Jumat, Karpet dan Mukena Ditiadakan Antisipasi Corona

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?