By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Dipertanyakan Warga, Ini Penghambat Pembangunan Jembatan Sangatta
Trending

Dipertanyakan Warga, Ini Penghambat Pembangunan Jembatan Sangatta

akurasi 2019
Last updated: April 8, 2019 7:25 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Dipertanyakan Warga, Ini Penghambat Pembangunan Jembatan Sangatta
Belum ada tanda-tanda pembangunan Jembatan Sangatta dikerjakan kontraktor. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Dipertanyakan Warga, Ini Penghambat Pembangunan Jembatan Sangatta
Belum ada tanda-tanda pembangunan Jembatan Sangatta dikerjakan kontraktor. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Belum ada perkembangan yang berarti di balik pengerjaan mega proyek pembangunan jembatan yang membentang di atas Sungai Masabang yang akan menghubungkan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kutai Timur (Kutim).

Belum adanya kegiatan di sekitar lokasi pembangunan Jembatan Sangatta Selatan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Kepada Akurasi.id, sebagian warga mengaku tidak mengetahui penyebab belum berlanjutnya pengerjaan proyek tersebut. Padahal penandatanganan proyek itu sudah dilaksanakan pada 17 Januari 2018.  “[Yang ada hanya] pemasangan papan proyek,” kata Herni, Minggu (7/4/19).

Hal senada dipertanyakan warga lainnya. Di lokasi pembangunan jembatan, proyek senilai Rp 35 miliar ini tak terlihat material seperti besi dan semen. Meski kontrak sudah ditandatangani setahun lalu, di lapangan tidak ada tanda-tanda pekerjaan akan dimulai kecuali papan proyek yang disertai pernyataan bahwa proyek yang menyeberangi Sungai Sangatta ini didampingi Tim P4D Kejaksaan Negeri Sangatta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim merencanakan pembangunan Jembatan Sangatta Selatan dengan kontraktor pelaksana PT Putra Angga Pratama. Berdasarkan papan proyek yang terpasang di Desa Sangatta Selatan, proyek ini bernomor kontrak 600.630/021/JBT SGT SEL/BM/DPU-KT/I/2018.

Pengerjaan proyek ini memerlukan waktu selama 660 hari dengan melibatkan PT Hi-Way Indotek Konsultan Ass, PT Gerbangraja Mandiri, dan PT Blantika Multi Engineer sebagai konsultan pengawas.

Dipertanyakan Warga, Ini Penghambat Pembangunan Jembatan Sangatta
Asran Lode (Ella Ramlah/Akursi.id)

Masalah Pembebasan Lahan

Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim, Asran Lode menjelaskan, pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan warga Sangatta itu terhambat pembebasan lahan. Saat ini, pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan pemilik lahan. Pemilik lahan menilai harga yang ditawarkan konsultan tim appraisal terlalu rendah.

“Kami sudah tawarkan harga ke pemilik lahan Rp 100 juta per bangunan. Tapi mereka (warga) masih menilai [harga itu] terlalu rendah,” jelasnya, Senin (8/4/19).

Ada tujuh rumah yang akan terkena penggusuran. Enam unit rumah di Sangatta Utara dan satu rumah unit di Sangatta Selatan. Saat ini Dinas PU Kutim sedang mencari jalan tengah untuk pembebasan lahan warga.

“Kami masih mencari solusi. Kalau mau memberikan ganti rugi di atas Rp 100 juta per rumahnya, itu agak berat. Karena yang diganti rugi sebenarnya hanya bangunannya. Untuk lahan tidak ada harga. Karena itu lahan bantaran sungai yang aturannya tak boleh mendirikan rumah. Jika membangun [rumah], harus ada jarak dari bibir sungai. Minimal 50 meter jauhnya,” terang dia.

Asran menyebut, tidak hanya warga yang meminta ganti rugi pembebasan lahan pembangunan jembatan penyeberangan itu. Pemilik ponton pun meminta ganti rugi kepada pemerintah dengan harga Rp 1 miliar per ponton.

“Karena menurut mereka (pemilik ponton), jika jembatan sudah terbangun, usaha penyeberangan ponton akan mati,” ungkapnya. (*)

Penulis : Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Pembangunan Jembatan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

1.524 warga bontang
Trending

BREAKING NEWS: Sebanyak 1.524 Warga Bontang Masuk Monitoring Wabah Virus Corona

By
akurasi 2019
Viral Video Jastip Sushi, Gerai Philadelphia Bali Beri Penjelasan Penting
PeristiwaTrending

Viral Video Jastip Sushi, Gerai Philadelphia Bali Beri Penjelasan Penting

By
Wili Wili
Penemuan Mayat di Samarinda Bikin Geger, Ditemukan Tengkurap di Kasur Guest House
Trending

Penemuan Mayat di Samarinda Bikin Geger, Ditemukan Tengkurap di Kasur Guest House

By
Devi Nila Sari
Kapal SPOB Tenggelam, Muatan CPO Kapal Cemari Sungai di Mahkota II, Satu ABK Hilang
Trending

Kapal SPOB Tenggelam, Muatan CPO Kapal Cemari Sungai di Mahkota II, Satu ABK Hilang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?