By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Dinsos-PM dan Komunitas Bentuk Care Covid-19, Buka Dapur Umum hingga Bagi Sembako
Birokrasi

Dinsos-PM dan Komunitas Bentuk Care Covid-19, Buka Dapur Umum hingga Bagi Sembako

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:22 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
care covid-19
Bantuan dari berbagai kalangan berdatangan untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan melalui Care Covid-19. (istimewa)
SHARE

banner diskominfo

care covid-19
Bantuan dari berbagai kalangan berdatangan untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan melalui Care Covid-19. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Tak sedikit warga Bontang terdampak pandemi virus corona (Covid-19) sejak ditetapkan status kota menjadi kejadian luar biasa (KLB). Oleh sebab itu, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) bersama 12 komunitas lainnya membentuk gerakan Care Covid-19 sekira 25 Maret lalu.

baca juga: Usai Jalani 2 Kali Tes, Satu Pasien Positif Covid-19 Bontang Sembuh

Gerakan ini didukung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinsos-PM Bontang bersama Lumbung Informasi Rakyat (Lira), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), Inkubator Bisnis (INBIS) Permata Bunda, Forum Komunikasi Kader Bela Negara (FKKBN), Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Yayasan Pandu Qolby, Yayasan Rumah Bahagia, Yayasan Samerna Bhakti, Yayasan KDS Bontang Sehati, Ikatan Wanita Bontang (IWB), Sedekah Seribu Sehari (S3), dan Laskar Anti Korupsi (Laki) Pejuang 45.

Terbentuknya Care Covid-19 bermula ketika ada seorang pedagang yang tidak memiliki bahan makanan lantaran tidak dapat berjualan karena sepi. Seperti dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Dinsos-PM Bontang Suratmi sekaligus sebagai koordinator Covid Care-19. Dia berkisah mulanya mendapat pesan dari seseorang yang membutuhkan beras untuk makan. Sebab dirinya sudah tidak memiliki pemasukan lantaran dagangan baksonya kian sepi dan akhirnya tutup. Bahkan juga tidak sanggup membayar uang sewa rumahnya.

“Saya kasih dia beras 5 kilogram waktu itu. Setelah itu saya share di grup WhatsApp LK3, rupanya banyak yang ikut bantu pedagang bakso ini. Dan akhirnya uang sewanya dibebaskan sebulan,” terangnya saat dihubungi wartawan Akurasi.id, belum lama ini.

care covid-19
Dapur Umum Covid-19 melayani masyarakat terdampak pandemi corona dengan makan puas dengan bayar seikhlasnya. (istimewa)

Banyaknya bantuan yang diterima, kata Suratmi, pedagang tersebut akhirnya berinisiatif mengolah hasil hibah tersebut dengan membuat warung yang diberi nama Dapur Umum Covid-19 di Jalan Bhayangkara atau simpang jalan tembus PKT KM6. Di mana warung tersebut menjual menu masakan prasmanan dengan tagline makan sepuasnya bayar seikhlasnya.

“Jadi setiap hari ada sekitar 50 porsi untuk warga yang membutuhkan. Logistik berasal dari bantuan komunitas-komunitas peduli sesama,” jelasnya.

Kemudian tidak hanya membentuk dapur umum, Suratmi menuturkan Dinsos-PM memberi wadah bagi para komunitas peduli sesama yang terdiri dari lembaga, yayasan, dan organisasi ini juga membuat program bantuan beras atau sembako dan bantuan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan untuk warga tidak mampu.

“Dinsos yang menghimpun, mereka tiap lembaga yang punya anggaran dan jaringan menyalurkan ke kami, lalu kami salurkan ke masyarakat,” terang Suratmi.

Suratmi menyatakan sebelumnya sudah menyalurkan bantuan kepada 174 kepala keluarga (KK). Baru-baru ini juga menyalurkan 50 paket bantuan dari LAZ BMBU. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Singgah Taman Pelangi, di Jalan Parikesit, Bontang Utara. Bantuan tersebut diambil warga secara langsung atau diantar tim Care Covid-19.

“Tergantung kondisinya, jika ada yang tidak mampu mengambil maka kami antar,” ucapnya.

Diharapkan dengan adanya Covid Care-19, masyarakat Bontang yang mampu saling bergotong-royong untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat wabah penyakit menular corona virus.

“Khususnya bagi kelompok paling rentan yaitu golongan ekonomi lemah dan orang-orang pinggiran,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:care covid-19Diskominfo BontangIndahnya Berbagiregional
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

ROKOK
Birokrasi

Tegas! Neni Moerniaeni Larang Iklan Rokok di Median Jalan

By
akurasi 2019
Jembatan Mahkota II Dibuka Lagi, Berubahnya Nama ke Ahmad Amins, Andi Harun: Ini Masih Terbatas
Birokrasi

Jembatan Mahkota II Dibuka Lagi, Berubahnya Nama ke Ahmad Amins, Andi Harun: Ini Masih Terbatas

By
Devi Nila Sari
Pastikan Vaksinasi Berjalan Lancar, Andi Harun Hadir di Buddhist Center
Birokrasi

Pastikan Vaksinasi Berjalan Lancar, Andi Harun Hadir di Buddhist Center

By
Devi Nila Sari
Dari Koordinasi dengan Pemprov, Bapemperda DPRD Kaltim Target Ada 15 Raperda Dibahas di 2021
BirokrasiKabar Politik

Dari Koordinasi dengan Pemprov, Bapemperda DPRD Kaltim Target Ada 15 Raperda Dibahas di 2021

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?