By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Ekonomi > Deflasi Lima Bulan Beruntun di Sulsel: Analisis Ekonomi Mengenai Penyebab dan Implikasinya
EkonomiTrending

Deflasi Lima Bulan Beruntun di Sulsel: Analisis Ekonomi Mengenai Penyebab dan Implikasinya

Wili Wili
Last updated: Oktober 9, 2024 9:57 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Deflasi Lima Bulan Beruntun di Sulsel: Analisis Ekonomi Mengenai Penyebab dan Implikasinya
Deflasi Lima Bulan Beruntun di Sulsel: Analisis Ekonomi Mengenai Penyebab dan Implikasinya. Foto: Bisnis.
SHARE

Sulawesi Selatan, Akurasi.id – (Sulsel) mengalami deflasi bulanan selama lima bulan berturut-turut dari Mei hingga September 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi di wilayah ini tercatat mencapai 0,09% (Month to Month/MTM) pada bulan September 2024. Meskipun deflasi ini menimbulkan berbagai spekulasi, sejumlah pakar sepakat bahwa melemahnya daya beli masyarakat bukanlah penyebab utama dari fenomena ini.

Ekonom Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Murtiadi Awaluddin, menjelaskan bahwa penurunan harga beberapa komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, sayuran, dan kentang, menjadi pendorong utama deflasi. Hal ini terjadi bersamaan dengan musim panen yang menyebabkan ketersediaan barang meningkat, sehingga harga mengalami penurunan karena permintaan tidak sebanding dengan penawaran.

“Stok atau ketersediaan komoditas ini memang sedang banyak, sehingga harga menurun. Penurunan harga terjadi karena banyaknya barang yang beredar di masyarakat, biasanya karena adanya impor atau hasil panen raya,” ujar Murtiadi saat dihubungi wartawan pada Rabu (9/10/2024).

Di sisi lain, Ekonom Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Hamid Paddu mengungkapkan bahwa meskipun daya beli masyarakat bisa menjadi salah satu faktor penentu deflasi, dalam kasus ini, fluktuasi harga di pasar lebih berpengaruh. Ia mencatat bahwa penurunan harga komoditas dipengaruhi oleh stabilisasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam akibat lonjakan harga minyak mentah. Namun, harga bensin yang mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong harga komoditas lainnya.

“Deflasi kali ini lebih disebabkan oleh penurunan harga setelah lonjakan, bukan karena daya beli yang menurun seperti pada krisis 1998,” kata Hamid. Ia menekankan pentingnya langkah strategis dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pemulihan ekonomi, agar penurunan harga tidak berdampak negatif pada sektor ekonomi lainnya.

Sulsel mengalami deflasi secara beruntun selama lima bulan terakhir, dengan rincian sebagai berikut: Mei 2024 (deflasi 0,10%), Juni 2024 (deflasi 0,26%), Juli 2024 (deflasi 0,18%), Agustus 2024 (deflasi 0,04%), dan September 2024 (deflasi 0,09%). Penurunan harga sejumlah komoditas, seperti cabai rawit, cabai merah, tomat, beras, bensin, dan sayuran lainnya, menjadi penyebab utama deflasi pada bulan September 2024.

Dalam menghadapi tantangan ini, pemulihan ekonomi yang berkelanjutan akan bergantung pada upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran, serta mengatasi fluktuasi harga yang terus berlangsung.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Deflasi Sulawesi Selatan Ekonomi Komoditas Inflasi Badan Pusat Statistik Daya Beli Harga BBM Musim Panen Analisis Ekonomi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin 453 Ribu Dosis, Disebar di 7 Provinsi, Termasuk Kaltim
Trending

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin 453 Ribu Dosis, Disebar di 7 Provinsi, Termasuk Kaltim

By
Redaksi Akurasi.id
Tak Direstui Rujuk, Pemuda Kapuas Bunuh Mertua dan Anak Tiri
Trending

Tak Direstui Rujuk, Pemuda Kapuas Bunuh Mertua dan Anak Tiri

By
Devi Nila Sari
kkp sangatta
Trending

Selain Aktivitas Perkapalan Diperketat, KKP Juga Terapkan Ini Antisipasi Corona di Kutim

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Anjlok Rp29 Ribu per Gram, Berikut Daftar Harga Terbaru Semua Ukuran
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Anjlok Rp29 Ribu per Gram, Berikut Daftar Harga Terbaru Semua Ukuran

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?