By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Data Pasien Covid-19 Bontang Sering Berbeda, Bahtiar: Jangan Bikin Warga Panik
Birokrasi

Data Pasien Covid-19 Bontang Sering Berbeda, Bahtiar: Jangan Bikin Warga Panik

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:34 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
data pasien covid
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang meminta Pemprov Kaltim dan Pemkot Bontang menyinkronkan data Covid-19 sebelum diiumumkan agar tidak ada perbedaan. (Istimewa)
SHARE
data pasien covid
Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang meminta Pemprov Kaltim dan Pemkot Bontang menyinkronkan data Covid-19 sebelum diiumumkan agar tidak ada perbedaan. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Sering terjadinya perbedaan data updet pasien positif Covid-19 antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim turut disikapi Bakhtiar Wakkang. Anggota DPRD Bontang dari Partai NasDem itu meminta agar pemerintah benar-benar menyinkronkan data sebelum menyampaikannya kepada masyarakat.

baca juga: Data Updet Covid-19 Kerap Beda dengan Provinsi, Irfan: Pemkot Bontang Harus Terbuka

Menurut dia, ketika ada perbedaan data antara Pemkot Bontang dan Pemprov Kaltim, baik itu pasien positif Covid-19 maupun mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun orang tanpa gejala (ODP), maka dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan di masyakarat.

Di sisi lain, perbedaan data juga akan membuat masyarakat bertanya-tanya. Jika itu terjadi, tentunya akan sangat tidak baik di tengah upaya Pemkot Bontang maupun Pemprov Kaltim dalam menangani wabah Covid-19.

“Data yang akan disampaikan ke masyarakat, saya kira harus benar-benar dipastikan dulu, biar enggak ada perbedaan. Sehingga tidak membuat masyarakat menjadi risau dan panik, apalagi pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” kata Bakhtiar, Kamis (4/5/20).

Dia berujar, kasus demi kasus pasien positif Covid-19 di Kota Taman –sebutan Bontang- harus diakui telah membuat masyarakat cukup panik. Selain itu, kebijakan pembatasan sosial yang sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir, juga telah memengaruhi emosi masyarakat. Sehingga masyarakat harus diakui menjadi lebih mudah panik.

Tidak sampai di situ, wabah Covid-19 juga telah memberikan dampak sosial yang begitu luar biasa bagi kehidupan masyarakat Bontang. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pekerja lepas pun juga banyak yang kehilangan pekerjaan. Demikian juga dengan para pedagang yang menyambung hidup dengan cara berjualan keliling setiap harinya.

“Jika memang ada perbedaan data, maka dasar Pemprov Kaltim (menyatakan seseorang positif Covid-19) itu dari mana datanya jika Bontang ada tambahan satu kasus positif, yang punya wilayah adalah Bontang. Bontang kan punya Tim gugus sendiri, seharusnya pemprov tidak membuat resah masyarakat,” imbuhnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Bahtiar Wakkangcorona bontangcorona kaltimCovid-19Data pasienDPRD Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Hadiri Khitanan Massal RSUD IA Moeis, Rusmadi Serukan OPD Perbanyak Kegiatan yang Bermanfaat bagi Masyarakat
Birokrasi

Hadiri Khitanan Massal RSUD IA Moeis, Rusmadi Serukan OPD Perbanyak Kegiatan yang Bermanfaat bagi Masyarakat

By
Devi Nila Sari
18 positif
Trending

Tambah 18 Kasus, Pasien Positif Covid-19 Kaltim Tembus 153 Orang

By
akurasi 2019
Trending

Ketersedian APD Bagi Tim Medis Kaltim Dipastikan Aman hingga 3 Pekan Mendatang

By
akurasi 2019
Sertifikasi Jadi Syarat Bekerja, DPRD Bontang Minta Perusahaan Taati Perda
Birokrasi

Sertifikasi Jadi Syarat Bekerja, DPRD Bontang Minta Perusahaan Taati Perda

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?