By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Dari Insiden Tabrakan Beruntun, 9 Orang Dipastikan Jadi Korban, Dua Orang Dinyatakan Meninggal
Trending

Dari Insiden Tabrakan Beruntun, 9 Orang Dipastikan Jadi Korban, Dua Orang Dinyatakan Meninggal

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
korban tabrakan beruntun
Dalam insiden tabrakan beruntun yang terjadi di traffic light RSUD Taman Husada Bontang dipastikan memakan dua korban jiwa. (Yusva Alam/Akurasi.id)
SHARE
korban tabrakan beruntun
Dalam insiden tabrakan beruntun yang terjadi di traffic light RSUD Taman Husada Bontang dipastikan memakan dua korban jiwa. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Berdasarkan informasi yang diterima Akurasi.id dari RSUD Taman Husada Bontang, sampai pukul 10.00 Wita, Selasa (03/02/20) siang, korban laka lantas atau tabrakan beruntun di traffic light Jalan Letjen S Parman atau tepat di depan RSUD, telah dapat dipastikan menelan korban jiwa sebanyak dua orang. Sedangkan lainnya masih ada yang sedang dalam perawatan dan ada juga yang diperbolehkan pulang.

baca juga: Kronologis Insiden Tabrakan Beruntun di Depan RSUD Bontang yang Melibatkan Bus Milik Perusahan

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Taman Husada Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan, korban tabrakan beruntun yang terjadi Senin, (2/2/20) sore kemarin, mencapai 9 korban. Seluruhnya langsung dibawa ke RSUD usai mengalami kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan dipastikan 2 korban meninggal dunia. Satu korban bernama Rahma (18) pelajar Kelas 3 SMK 2 Bontang dan Anjaswati, warga kilometer 8, guru mengaji di SD dan SMP Yabis.

“Semoga dua korban ini yang terakhir. Tidak ada lagi korban meninggal dunia berikutnya,” ujar Toetoek saat dihubungi via telepon.

Satu korban dinyatakan sehat dan bisa pulang ke rumah. Hanya mengalami luka ringan. Lalu tiga korban berikutnya harus di observasi. Dipantau terus kondisinya, apakah perlu dilakukan tindakan medis selanjutnya. Apakah harus di operasi, masuk ICU atau boleh pulang.

“Saya masih belum dapat kabar kondisi terakhir ketiga korban yang di observasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, ke-3 korban lainnya harus menjalani perawatan intensif. Ketiganya masuk ruang rawat inap. Satu korban setelah mengalami operasi. Dua orang lainnya usai pemeriksaan rontgen dinyatakan tidak perlu operasi. Hanya butuh pemulihan.

RSUD Tidak Mempersulit

Usai dua korban dinyatakan meninggal dunia, terjadi sedikit permasalahan. Banyak yang menganggap pihak RSUD mempersulit kepulangan dua korban meninggal tersebut.

Diakui Toetoek, semalam dirinya sering menerima telepon. Baik dari media yang ingin meminta konfirmasi atau juga dari orang-orang menanyakan terkait kondisi jenazah yang tidak boleh segera dibawa pulang.

“Saya juga dapat pesan singkat di WhatsApp dari mantan sekda (sekretaris daerah). Dikira RSUD mempersulit kepulangan jenazah,” bebernya yang tidak ingin menyebut siapa nama orang-orang yang menghubungi dirinya terkait masalah ini.

Hanya saja ia ingin berpesan, RSUD tak pernah sedikit pun mempersulit kepulangan jenazah. Namun semuanya harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan. Di mana, setiap pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, baru boleh dibawa pulang oleh keluarga 2 jam setelah pernyataan dokter tersebut keluar. Sebelum 2 jam keluarga tidak diizinkan untuk mengambil jenazah. “Itu sudah protap-nya,” tegasnya.

Ditambahkannya, selama waktu 2 jam menunggu itu keluarga diberikan pilihan. Boleh meminta pihak rumah sakit untuk memandikan atau bisa juga pihak keluarga yang memandikan. Jika ingin dimandikan oleh keluarga tetap harus mengikuti prosedur, yaitu setelah dua jam baru boleh dibawa pulang.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Pihak kami bisa juga memandikan sesuai dengan agama jenazah yang bersangkutan,” ungkapnya.

Karena itu, sekali lagi dirinya memohon pengertiannya kepada masyarakat. Agar memahami berbagai prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit.

“Sama sekali kami tidak ada keinginan untuk mempersulit,” pungkasnya di ujung percakapan via telepon. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin


TAGGED:KecelakaanKecelakaan mautRSUD Taman Husada BontangSimpang RSUDTabrakan Beruntun
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Antam Turun Rp24.000, Kini Rp2.997.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Turun Rp24.000, Kini Rp2.997.000 per Gram

By
Wili Wili
Indonesia Kirim Tiga Wakil ke Perempat Final Australia Open 2025, Fajar/Fikri hingga Putri KW Melaju
OlahragaTrending

Indonesia Kirim Tiga Wakil ke Perempat Final Australia Open 2025, Fajar/Fikri hingga Putri KW Melaju

By
Wili Wili
Kecalakaan Tol Cipularang: 19 Kendaraan Terlibat, Satu Orang Meninggal di Lokasi
PeristiwaTrending

Kecalakaan Tol Cipularang: 19 Kendaraan Terlibat, Satu Orang Meninggal di Lokasi

By
Wili Wili
Diam-Diam Kemendagri Inspeksi Disdukcapil Kutim, Pulang Bawa 2 Koper Telusuri Laporan KTP Ganda?
Trending

Diam-Diam Kemendagri Inspeksi Disdukcapil Kutim, Pulang Bawa 2 Koper Telusuri Laporan KTP Ganda?

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?