By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Selama Setahun Terakhir, Ada 629 Calon Janda dan Duda Baru di Kota Bontang
Trending

Selama Setahun Terakhir, Ada 629 Calon Janda dan Duda Baru di Kota Bontang

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Agustus 22, 2021 3:30 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Selama Setahun Terakhir, Ada 629 Calon Janda dan Duda Baru di Kota Bontang
Selama setahun terakhir, ada 629 calon janda dan duda baru di Bontang. (Ilustrasi)
SHARE
Selama Setahun Terakhir, Ada 629 Calon Janda dan Duda Baru di Kota Bontang
Selama setahun terakhir, ada 629 calon janda dan duda baru di Bontang. (Ilustrasi)

Persoalan ekonomi memang acap kali dapat memicu banyak persoalan. Tidak terkecuali masalah perceraian. Di Bontang, dari ratusan kasus perceraian, hampir 80 persen dipicu perkara ekonomi. Imbasnya, 2021 ini, ada 629 calon janda dan duda di Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Kasus perceraian demi perceraian seakan sudah menjadi hal lumrah yang banyak dilakukan banyak suami-istri di era dewasa ini. Bahkan menyandang status calon janda dan duda sudah menjadi bagian dari tren hidup. Wajar jika kemudian setiap pasangan dengan mudah mengajukan gugatan perceraian.

Contohnya saja di Kota Bontang. Dalam beberapa tahun terakhir, angka perceraian di daerah yang dikenal dengan Kota Taman ini, bahkan seolah tumbuh begitu subur. Musababnya pun bisa dibilang cukup beragam. Dari persoalan ekonomi, hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga persoalan remeh temeh lainnya.

Jika menilik data perceraian tahun 2020 lalu yang dihimpun Akurasi,id, setidaknya terdapat 629 perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA) Kota Bontang. Terdiri dari 144 permohonan dan 469 gugatan cerai.

Dari jumlah gugatan cerai, 350 cerai gugat dan 119 cerai talak. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019, perkara yang diterima PA Kelas II Bontang sebanyak 621 perkara. 493 perkara gugat, dan 128 permohonan. Artinya, terjadi penambahan 8 pengajuan cerai di tahun 2020.

Bila bercermin pada data itu, artinya, ada 629 suami dan istri di Kota Taman yang berpotensi menyandang status calon janda dan duda baru. Bahkan sebagian di antaranya, kini tinggal menunggu keputusan akhir dari proses persidangan perceraian yang mereka jalani.

Sementara di semester pertama 2021 terhitung Januari-Juli, PA Kelas II Bontang menerima setidaknya 397 perkara. Dari angka itu, ada 292 pengajuan cerai. Terdiri dari 220 cerai gugat, dan 72 cerai talak.

Humas Pengadilan Agama (PA) Kelas II Bontang, Anton Taufiq Hadiyanto mengatakan, dari sekian perkara, sebanyak 80 persen disebabkan faktor ekonomi, sementara 20 persen yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

[irp]

“Rata-rata suami yang digugat karena tak mencukupi nafkah,” katanya kepada Akurasi.id belum lama ini. Meski demikian, melalui tahap mediasi terdapat pula pasangan suami istri (pasutri) urungkan niat bercerai. Akan tetapi, kata Anton, jumlahnya tidak banyak. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Banyak Duda BaruCalon Janda BaruKasus PerceraianKasus Perceraian TinggiPengadilan Agama Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Polri Periksa Benny Rhamdani Soal Bos Judi Online Inisial T TPDI Khawatir Jadi Tersangka Berita Bohong
Hukum & KriminalTrending

Polri Periksa Benny Rhamdani Soal Bos Judi Online Inisial T TPDI Khawatir Jadi Tersangka Berita Bohong

By
Wili Wili
Lisa Mariana Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Asusila
PeristiwaTrending

Lisa Mariana Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Asusila

By
Wili Wili
Token ASIX Anang Hermansyah Ramai Jadi Perbincangan, Begini Kronologinya
HeadlineTrending

Token ASIX Anang Hermansyah Ramai Jadi Perbincangan, Begini Kronologinya

By
akurasi 2019
6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung
PeristiwaTrending

6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?