By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Buruh Demo Tolak Tapera Sementara Kemnaker Fokus Sosialisasi untuk Hindari Kesalahpahaman
HeadlinePeristiwa

Buruh Demo Tolak Tapera Sementara Kemnaker Fokus Sosialisasi untuk Hindari Kesalahpahaman

akurasi 2019
Last updated: Juni 6, 2024 12:12 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Buruh Demo Tolak Tapera Sementara Kemnaker Fokus Sosialisasi untuk Hindari Kesalahpahaman
Buruh Demo Tolak Tapera Sementara Kemnaker Fokus Sosialisasi untuk Hindari Kesalahpahaman. Foto: Antara.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jabodetabek hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini bertujuan untuk menolak kebijakan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Demonstrasi ini melibatkan sejumlah organisasi serikat pekerja besar seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat Petani Indonesia (SPI), serta organisasi perempuan PERCAYA.

Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, memimpin aksi ini dengan rute yang dimulai dari Balai Kota Jakarta menuju Istana Negara melalui Patung Kuda. Menurutnya, kebijakan Tapera tidak memberikan kepastian bagi pekerja untuk memiliki rumah dan justru menambah beban biaya hidup di tengah kondisi daya beli buruh yang menurun serta upah minimum yang sangat rendah akibat dampak UU Cipta Kerja.

Selain itu, Tapera dinilai rawan penyelewengan karena dana iurannya berasal dari masyarakat namun dikelola oleh pemerintah yang tidak turut serta mengiur. Partai Buruh melalui akun Instagram mereka juga menyatakan bahwa proses pencairan dana Tapera rumit dan tidak jelas, terutama bagi buruh swasta, kontrak, dan outsourcing yang rentan mengalami PHK.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons kekhawatiran ini dengan meningkatkan sosialisasi kebijakan Tapera. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menyatakan bahwa kurangnya sosialisasi yang efektif menyebabkan banyak kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, Kemnaker akan fokus pada sosialisasi melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional yang melibatkan serikat pekerja/buruh, pengusaha, dan pemerintah.

Indah juga menegaskan bahwa saat ini belum ada penerapan pemotongan upah untuk iuran Tapera, dan Kemnaker sedang merancang Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) mengenai mekanisme Tapera. Belum ada kepastian kapan peraturan ini akan selesai, sementara batas waktu pendaftaran peserta Tapera adalah hingga tahun 2027.

BP Tapera, yang mengelola dana ini, turut memberikan penjelasan mengenai rendahnya dana yang cair untuk PNS pensiunan atau ahli warisnya. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa besaran iuran yang ditetapkan memang kecil sehingga jumlah yang diterima saat pensiun juga kecil. Namun, dengan perubahan aturan sejak Bapertarum dilikuidasi menjadi BP Tapera pada 2018, peserta kini mendapatkan simpanan pokok beserta hasil pemupukannya.

Hingga tahun 2024, BP Tapera mencatat telah mengembalikan dana sebesar Rp 4,2 triliun kepada 956.799 pensiunan PNS atau ahli warisnya. BP Tapera juga memastikan bahwa tidak ada dana peserta yang digunakan untuk operasional, yang sepenuhnya dibiayai oleh APBN untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Aksi unjuk rasa ini tidak hanya menyoroti penolakan terhadap Tapera, tetapi juga menuntut penghapusan kebijakan-kebijakan lain yang dinilai merugikan buruh seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibus Law UU Cipta Kerja, dan praktik outsourcing serta upah murah.

Demonstrasi buruh menolak Tapera menyoroti kekhawatiran terhadap kebijakan yang dinilai membebani dan tidak memberikan kepastian. Sementara itu, Kemnaker berupaya meningkatkan sosialisasi untuk mengurangi kesalahpahaman terkait Tapera, dengan janji perbaikan aturan dan pengawasan yang lebih baik di masa depan.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Demo BuruhIstana NegaraIuran Taperajakartakebijakan perumahanKemnakerSerikat Pekerjasosialisasi TaperaTaperaunjuk rasa
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Uji Coba Rekayasa Lalin di Simpang Fatmawati Dimulai Hari Ini, Ini Rutenya
HeadlinePeristiwa

Uji Coba Rekayasa Lalin di Simpang Fatmawati Dimulai Hari Ini, Ini Rutenya

By
Wili Wili
Laporan Independen Ungkap 216.000 Korban Pelecehan Seksual Gereja di Prancis
HeadlineTrending

Laporan Independen Ungkap 216.000 Korban Pelecehan Seksual Gereja di Prancis

By
Devi Nila Sari
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tunggakan Kompensasi BUMN Dibayar Oktober 2025
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Tunggakan Kompensasi BUMN Dibayar Oktober 2025

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp27.000, Tembus Rp2,837 Juta per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp27.000, Tembus Rp2,837 Juta per Gram

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?