By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Seminggu Bontang Terapkan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kok Justru Kian Melonjak?
Trending

Seminggu Bontang Terapkan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kok Justru Kian Melonjak?

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Juli 19, 2021 9:14 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
5 Min Read
Seminggu Bontang Terapkan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kok Justru Kian Melonjak?
Seminggu Bontang terapkan PPKM Darurat ternyata belum membawa efek yang cukup berarti dalam menekan kasus Covid-19 di daerah itu. (Fajri/Akurasi.id)
SHARE
Seminggu Bontang Terapkan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kok Justru Kian Melonjak?
Seminggu Bontang terapkan PPKM Darurat ternyata belum membawa efek yang cukup berarti dalam menekan kasus Covid-19 di daerah itu. (Fajri/Akurasi.id)

Seminggu Bontang Terapkan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kok Justru Kian Melonjak? Yang cukup mengkhawatirkan, saat ini hampir semua rumah sakit pemerintah maupun swasta di Bontang sudah over kapasitas. Ditambah lagi dengan banyaknya nakes yang positif Covid-19.

Akurasi.id,Bontang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bontang sudah berlangsung sejak Senin 12 Juli 2021. Selama diberlakukan, kasus kematian akibat Covid-19 tak kunjung mereda. Pada 12-18 Juli, presentase kematian dari 1,5 persen meningkat menjadi 1,7 persen atau dalam enam hari terakhir terdapat penambahan 27 kasus kematian.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Bontang yang dirangkum media ini, pada 12-18 Juli, angka kesembuhan juga mengalami penurunan. Pada 12 Juli, presentasi mencapai 80,6 persen. Sementara 18 Juli 79,5 persen.

Pun jumlah kasus harian cenderung meroket. Ada 856 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, terhitung sejak 12-18 Juli 2021. Penambahan kasus tertinggi terjadi pada Jumat (16/7/2021), sebanyak 229 kasus.

Hingga Minggu (18/07/2021), akumulasi kasus Covid-19 di Kota Bontang sebanyak 8.943 kasus. Rinciannya, 1.680 kasus aktif, dengan jumlah pasien menjalani perawatan sebanyak 216, sementara 1.464 isolasi mandiri. Juga terdapat 7.112 kasus sembuh, dan 151 kasus meninggal.

Bukan hanya itu, ledakan kasus juga membuat semua rumah sakit rujukan kwalahan menangani pasien Covid-19. Disinyalir semua ruang isolasi yang ada di RSUD Taman Husada, RS PKT, RS Badak, RS Amalia, dan RS Islam Bontang sudah penuh. Alhasil, sebagai alternatif Pemkot Bontang menggunakan Rusunawa Guntung untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.

Efektivitas penerapan PPKM Darurat pun mulai dipertanyakan. Sejumlah pihak menilai pemberlakuan kebijakan ini masih jauh dari harapan. Segala upaya tampaknya belum membuahkan hasil menggembirakan.

Efektivitas PPKM Darurat Masih Jauh dari Harapan?

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bontang, dr Suhardi mengatakan, efektivitas PPKM Darurat sejauh ini belum terlihat. Hal tersebut tercermin dari jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir yang malah mengalami peningkatan. Menurutnya, aturan yang dibuat pemerintah itu memang sudah benar. Akan tetapi, implementasi di lapangan dinilai masih kurang maksimal.

[irp]

Dia menuturkan, efektivitas PPKM ini tidak hanya merujuk pada turunnya mobilitas warga. Tapi, yang menjadi poin utama yakni variabel epidemiologi angka kasus aktif. “Memang benar mobilitas warga berkurang. Tapi pertambahan kasus juga naik,” sebutnya kepada Akurasi.id, Minggu (18/07/2021).

Berkaitan dengan penyekatan jalan di dalam Kota Bontang, dr Suhardi merasa hal itu tidak akan menekan angka paparan Covid-19. Sebab yang dilakukan pemerintah hanya mengalihkan arus, dari jalan-jalan utama, menuju jalan biasa atau gang-gang kecil.

“Aturan apapun bentuknya tidak akan berjalan optimal jika masyarakat masih abai dalam penerapan protokol kesehatan,” sebutnya. Pun dia memprediksi jika sikap abai masyarakat Bontang makin tinggi. Kemungkinan penambahan kasus positif Covid-19 akan terus bertambah. “Pemerintah harus ambil tindakan tegas. Agar kasus Covid-19 di Bontang melandai,” tambahnya.

Penyekatan di Bontang Tidak Cukup Efektif Tekan Covid-19

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bontang Surya Wijaya, juga merasa upaya penanggulangan pandemi Covid-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat masih belum membuahkan hasil. Setelah hampir satu pekan penerapan, tren penambahan kasus positif masih terus terjadi.

Kata Surya, jika penambahan kasus harian Covid-19 masih terjadi, perpanjangan pembatasan dalam situasi darurat sepertinya akan menjadi pilihan utama. Dengan catatan, pemerintah harus lebih tegas dalam implementasi di lapangan.

[irp]

Menurutnya, kegiatan patroli keliling dirasa jauh lebih efektif, jika dibandingkan dengan penyekatan jalan yang dilakukan di kota Bontang. Pasalnya, penyekatan justru menyebabkan kemacetan yang berujung dengan menimbulkan kerumunan di dalam gang-gang atau lorong yang dijadikan akses alternatif.

“Kalau kasus positif masih terus meningkat. Solusinya PPKM Darurat harus diperpanjang. Tapi giat patroli lebih digencarkan lagi,” ujarnya.

Apalagi saat ini keterbatasan tenaga kesehatan (nakes) di Bontang juga memperihatinkan. Kondisi ini terjadi usai beberapa nakes harus menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. Sementara di sisi lain pasien positif terus berdatangan.

“Pada kondisi serba sulit dan penuh tekanan, penegakan aturan oleh petugas harus dengan cara persuasif, sehingga menciptakan situasi yang damai,” ujarnya.

[irp]

Terkait itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase menuturkan, efektivitas penerapan PPKM Darurat belum bisa dilihat sekarang. Melonjaknya kasus Covid-19 di Bontang merupakan hasil tracing pasien positif yang lama.

“Hasil dari PPKM Darurat ini akan nampak satu atau dua minggu ke depan. Belum bisa kita lihat sekarang. Kami akan berupaya semaksimal mungkin, mencari solusi untuk menekan laju penyebaran Covid-19,” tuturnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Basri RaseBontang PPKM DaruratNakes Terpapar Covid-19Rumah Sakit Bontang PenuhWali Kota Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jalan Satu Arah Sering Diterobos Pengendara dan Potensi Lakalantas, Dishub Samarinda Bergerak
Trending

Jalan Satu Arah Sering Diterobos Pengendara dan Potensi Lakalantas, Dishub Samarinda Bergerak

By
Devi Nila Sari
Ditetapkan DPRD, Basri-Najirah Mulai Menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang 23 Maret 2021
Kabar Politik

Ditetapkan DPRD, Basri-Najirah Mulai Menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang 23 Maret 2021

By
Devi Nila Sari
Aipda Ambarita Dimutasi Usai Viral Video Geledah HP Warga
HeadlineTrending

Aipda Ambarita Dimutasi Usai Viral Video Geledah HP Warga

By
Devi Nila Sari
Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu
HeadlineTrending

Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?