By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Biaya Umrah Naik, PCR dan Karantina Tak Ditanggung
HeadlineTrending

Biaya Umrah Naik, PCR dan Karantina Tak Ditanggung

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 13, 2021 3:20 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Biaya Umrah Naik, PCR dan Karantina Tak Ditanggung
Biaya umrah diperkirakan naik 15-25 persen. Namun, kenaikan biaya umrah tidak mencakup tes PCR dan karantina jemaah. (AP/Hogp).
SHARE
Biaya Umrah Naik, PCR dan Karantina Tak Ditanggung
Biaya umrah diperkirakan naik 15-25 persen. Namun, kenaikan biaya umrah tidak mencakup tes PCR dan karantina jemaah. (AP/Hogp).

Akurasi.id — Arab Saudi mengizinkan calon jemaah umrah asal Indonesia beribadah ke tanah suci. Namun, biaya umrah naik diperkirakan mencapai 15 persen sampai 25 persen karena kebijakan baru di tengah pandemi covid-19. Sayangnya, kenaikan biaya umrah itu di luar kewajiban calon jemaah untuk melakukan tes PCR dan karantina yang diberlakukan, baik di bandara kedatangan maupun di bandara keberangkatan.

“(Kenaikan biaya) di luar PCR dan karantina,” kata Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (13/10/2021).

Tetapi, nantinya pihak agen perjalanan akan memfasilitasi informasi terkait tes PCR dan karantina yang bisa diambil oleh calon jemaah. Kondisi biaya umrah naik sendiri digunakan untuk menunjang beberapa aktivitas jemaah selama beribadah di tengah pandemi covid-19.

Antara lain, kamar jemaah yang hanya boleh diisi dua orang, bus perjalanan dengan kapasitas maksimal 50 persen dari total penumpang, termasuk kenaikan harga tiket penerbangan. Kebijakan ini tentu akan mempengaruhi jumlah jemaah yang akan berangkat ke tanah suci. Pun demikian, Syam optimistis jumlah jemaah akan meningkat secara perlahan.

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar secara resmi mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan izin tersebut diberikan setelah Indonesia berhasil menekan laju perkembangan covid-19 yang mulai membaik.

Biro Perjalanan Siapkan Paket Umrah Era Pandemi

Pelaku usaha biro perjalanan mulai mempersiapkan paket umrah menyusul dibukanya kembali pintu Arab Saudi untuk jemaat asal Indonesia. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keputusan Pemerintah Arab Saudi untuk membuka pintu bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia pada Sabtu (9/10) lalu.

[irp]

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) Syam Resfiadi mengatakan agen travel di bawah naungannya tengah mempersiapkan diri untuk memulai kembali usahanya, bahkan sebelum Retno mengumumkan hal tersebut.

“Tentunya kami sebagai penyelenggara harus siap dengan persiapannya seperti brosur, harga paket, dan sebagainya,” kata Syam kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/10).

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 H pihaknya akan memprioritaskan jamaah yang telah membayar biaya umrah. Selain itu, penyelenggara umrah diminta untuk mendata calon jamaah yang sudah dan belum divaksinasi agar dilaporkan ke Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

[irp]

Biro perjalanan umrah dan haji menyambut baik kebijakan ini sebab selama pandemi banyak usaha sejenis yang dialihtangankan, dijual, bahkan bangkrut Ia mengaku banyak pengusaha yang mengalihkan fokus usahanya menjadi bisnis lain. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Usaha lain ada jual madu, kurma, kain kafan, menjual mobil dan motor second, beternak ayam, berkebun, impor dan ekspor, membuka restoran, cafe, dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meyakini usaha travel umrah dan haji akan bangkit secara perlahan. Namun, setiap perusahaan harus menghitung dengan cermat arus keuangannya. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:HeadlinePaket UmrahPCRUmrah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

penambahan Positif corona
Trending

Angka Positif Corona Nasional Meroket, Kaltim Tidak Ada Penambahan

By
akurasi 2019
LPG Nonsubsidi Kena PPN 11 Persen, Gimana Nasib Emak-Emak?
EkonomiHeadline

LPG Nonsubsidi Kena PPN 11 Persen, Gimana Nasib Emak-Emak?

By
akurasi 2019
Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain
Trending

Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain

By
akurasi 2019
Susul Shopee, GoTo PHK 1.300 Pegawainya
EkonomiHeadlineRagam

Susul Shopee, GoTo PHK 1.300 Pegawainya

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?