By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Belum Usai Covid-19 dari Klaster Gowa, Kini Ada Klaster Magetan Menghantui Kaltim
Trending

Belum Usai Covid-19 dari Klaster Gowa, Kini Ada Klaster Magetan Menghantui Kaltim

akurasi 2019
Last updated: April 23, 2020 7:37 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
KLUSTER MAGETAN
Giliran Klaster Magetan yang menghantui Kaltim dalam penyebaran virus corona. (Ilustrasi)
SHARE
KLUSTER MAGETAN
Giliran Klaster Magetan yang menghantui Kaltim dalam penyebaran virus corona. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kaltim saat ini, tercatat berasal dari 6 klaster. Satu yang paling dikenal dan masih membayang-bayangi warga Tanah Benua Etam –sebutan Kaltim- yakni dari Klaster Gowa.

baca juga: Pembagian Sembako Isran Menuai Kritikan, Gubernur Dianggap Berikan Contoh Buruk Pencegahan Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengungkapkan, klaster lain di luar Gowa yakni Klaster Bogor berupa kegiatan usaha tanpa riba, Klaster Bogor berupa kegiatan Sinode, Klaster KPU, Klaster Jepang, dan Klaster Tasikmalaya.

“Untuk Klaster Bogor kegiatan usaha tanpa riba terdapat 23 orang, 4 kasus di antaranya positif, 18 kasus dinyatakan negatif, dan 1 kasus masih dalam proses pemantauan, klaster ini berada di Kota Balikpapan dan Samarinda,” jelasnya, Kamis (23/4/20).

Sedangkan untuk Klaster Bogor Sinode terdata ada 24 orang, 6 kasus yang terkonfirmasi positif, 19 kasus negatif, 5 kasus dinyatakan sembuh, dan 1 masih dalam proses pemantauan. Klaster ini berada di Kabupaten Kutim, Kukar, dan Balikpapan.

“Berikutnya ada Klaster KPU, di mana terdata ada 17 orang, 2 kasus dinyatakan positif, 15 kasus dinyatakan negatif, dan 2 kasus dinyatakan sembuh. Dari 6 kasus, hanya Klaster KPU yang dinyatakan tuntas,” sebutnya.

Selanjutnya Klaster dJepang yang merupakan 1 keluarga, di mana dari 4 orang yang melakukan perjalanan, 3 kasus dinyatakan positif, dan 1 kasus dinyatakan negatif.

“Kemudian Klaster Tasikmalaya, terdata ada 5 orang, 1 kasus dinyatakan terkonfirmasih positif, dan 4 kasus lainya masih dalam proses,” tuturnya.

Dan terahkir ialah Klaster Gowa, merupalan klaster terbanyak saat ini di Kaltim, di mana sudah terdata 84 orang, 28 kasus dinyatakan terkonfirmasi positif, 10 kasus dinyatalan negatif, meninggal 1 kasus, dan 46 masih menunggu proses hasil laboratorium.

Selain itu, dari hasil rapid test terhadap para pelaku perjalanan pada Klaster Gowa, tercatat merupakan yang terbanyak dengan hasil reaktif corona hingga dengan saat ini. “Beberapa di antara kasus itu masih menunggu uji Swab dari BBLK Surabaya,” katanya.

Lebih lanjut Andi memaparkan, bahwa ada tambahan 1 klaster lagi yang masuk dalam kewaspadaan pihaknya, yakni Klaster Magetan. Klaster ini juga tengah menghantui Kaltim. Sebabnya, karena dari informasi yang diterima pihaknya, setidaknya terdapat 30 kasus dinyatakan terkonfiramasi positif dari klaster itu di Magetan.

Sementara saat ini, sejumlah pondok pesantren di Magetan sedang meliburkan kegiatan belajar mengajar. Para murid yang ada di pesantren tersebut kini sedang kembali ke kampung halamannya masing-masing.

“Kami sudah berkoordinasi kepada Tim Gugus Tugas di daerah untuk melakukan tracking dan mendata santri-santrinya yang ada di Kaltim, dan segera melakukan langka awal yaitu tes cepat atau rapid test,” sebutnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Andi juga mengimbau kepada masyarakat, yang memiliki anggota keluarga yang merupakan santri dari pesantren yang ada di Magetan untuk dapat melaporkan ke Call Center 112.

“Agar tidak menyebar luas, masyarakat harus bisa kerja sama dalam mumutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan selalu aktif menginformasikan lingkungan dan keluarganya jika terdapat gejala Covid-19,” imbuhnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:corona kaltimcorona samarindaCovid-19kluster magetanPositif Coronawarga kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

bertambah 1 orang
Trending

Bertambah 1 Orang Positif Covid-19, Begini Kronologis Riwayat Perjalanannya

By
akurasi 2019
Pengesahan RUU IKN - Akurasi.id
HeadlineTrending

Pengesahan RUU IKN Kian Dekat, Minta SDM Kaltim Jadi Prioritas

By
Devi Nila Sari
bandara sepinggan balikpapan
Trending

Bandara Sepinggan Balikpapan Dipadati Pemudik, Aji Mawar: Kebanyakan dari Mereka Korban PHK

By
akurasi 2019
Prabowo Subianto di PAKU INTEGRITAS: Menegaskan Ketegasan dan Penguatan Sistem Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
HeadlineTrending

Prabowo Subianto di PAKU INTEGRITAS: Menegaskan Ketegasan dan Penguatan Sistem Hukum dalam Pemberantasan Korupsi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?