By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Bareskim Sebut Pelaku Utama Mafia Tambang Ilegal Kaltim Sudah Ditangkap
HeadlineHukum & KriminalNews

Bareskim Sebut Pelaku Utama Mafia Tambang Ilegal Kaltim Sudah Ditangkap

Devi Nila Sari
Last updated: November 30, 2022 10:25 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Bareskim Sebut Pelaku Utama Mafia Tambang Ilegal Kaltim Sudah Ditangkap
Ilustrasi lokasi tambang ilegal di Kaltim. (Ilustrasi)
SHARE

Polri mengaku telah berhasil mengungkap pelaku utama mafia tambang ilegal di Kaltim. Sementara, proses penetapan tersangka kasus tambang ilegal itu sedang diproses.

Akurasi.id, Jakarta – Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Pipit Rismanto mengungkapkan, telah berhasil menangkap pelaku utama mafia tambang ilegal di Kalimantan Timur. Bahkan, sudah ada unsur pidana dalam kasus tambang ilegal tersebut.

“Yang jelas tindak pidananya sudah ada. Ya kan pelaku pertambangannya kan sudah kita tangkap,” ujar Pipit saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/11/2022).

Namun demikian, Pipit belum mengungkapkan secara rinci tentang identitas pelaku utama mafia tambang tersebut. Selain itu, Pipit tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah kasus tambang ilegal yang dimaksud berkaitan dengan Ismail Bolong atau kasus tambang lainnya.

Ia hanya menyebut, proses penetapan tersangka kasus tambang ilegal itu sedang diproses. Sebagai informasi, beredar laporan hasil penyelidikan Propam Mabes Polri nomor R/1253/IV/WAS/2.4./2022/Divpropam tertanggal 7 April 2022.

Dari dokumen poin h, tertulis Aiptu Ismail Bolong memberikan uang koordinasi ke Bareskrim Polri diserahkan kepada Kombes BH selaku Kasubdit V Dittipidter sebanyak 3 kali, yaitu bulan Oktober, November dan Desember 2021 sebesar Rp 3 miliar setiap bulan untuk dibagikan di Dittipidter Bareskrim.

Saling Tuding Mengenai Kasus Suap Tambang Ilegal Kaltim

Berkenaan dengan itu, sebelumnya kasus mengenai pengakuan Ismail Bolong sempat menghebohkan publik. Karena, mengaku pernah menyerahkan uang hasil kegiatan tambang ilegal di Kaltim senilai Rp6 miliar kepada Komjen Agus Andrianto selaku Kabareskrim.

Namun, beberapa waktu setelahnya, Ismail justru menyampaikan permintaan maaf kepada Agus. Ia mengaku pernyataan awalnya dibuat di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat sebagai Karopaminal Polri.

Sementara itu, Brigjen Hendra Kurniawan membenarkan terkait laporan pemeriksaan penyelidikan terkait dugaan tambang ilegal yang berada di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ia juga mengamini adanya dugaan keterlibatan Agus dalam tambang ilegal di Kaltim. Agus disebut menerima setoran sebagai uang koordinasi.

Penerimaan setoran uang koordinasi itu berdasarkan laporan hasil penyelidikan (LHP) dengan nomor R/ND-137/III/WAS.2.4/2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022 yang dilaporkan Hendra ke mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Namun, belakangan Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto melontarkan penyataan mengejutkan. Soal tudingan yang disampaikan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan Karo Paminal Polri Hendra Kurniawan terkait dugaan terima setoran dari tambang ilegal di Kalimantan Timur.

“Tanya saja ke anggota jajaran kelakuan Hendra Kurniawan (HK) dan Ferdy Sambo (FS),” ujar Komjen Agus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/11/2022).

Agus bahkan menyebut, ada kemungkinan bahwa FS CS yang menerima uang tersebut. Kemudian, membuat cerita baru untuk mengalihkan isu tersebut.

“Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar. Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah. Lempar batu untuk alihkan isu,” ucapnya. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Ismail BolongKaltimMafia Tambang Ilegal KaltimPolri Tangkap Pelaku Tambang IlegalTambang Ilegal di Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Wapres Gibran Rakabuming Tiba di Jakarta Usai Hadiri KTT G20 Afrika Selatan
HeadlineKabar Politik

Wapres Gibran Rakabuming Tiba di Jakarta Usai Hadiri KTT G20 Afrika Selatan

By
Wili Wili
Bandara Kualanamu Dikelola India-Prancis, AP II 'Untung' Rp58 T
HeadlineTrending

Bandara Kualanamu Dikelola India-Prancis, AP II ‘Untung’ Rp58 T

By
Devi Nila Sari
Pembatasan BBM Bersubsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024, Kementerian ESDM Ungkap Alasan dan Evaluasi
PeristiwaTrending

Pembatasan BBM Bersubsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024, Kementerian ESDM Ungkap Alasan dan Evaluasi

By
Wili Wili
Diplomat Kemlu ADP Ditemukan Tewas dengan Wajah Terlakban di Kos Menteng, Polisi Dalami Penyebab Kematian
PeristiwaTrending

Diplomat Kemlu ADP Ditemukan Tewas dengan Wajah Terlakban di Kos Menteng, Polisi Dalami Penyebab Kematian

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?