By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Perekonomian Membaik, Hingga 4,7-5,5 Persen di 2022
Trending

Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Perekonomian Membaik, Hingga 4,7-5,5 Persen di 2022

Devi Nila Sari
Last updated: November 25, 2021 3:47 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Perekonomian Membaik, Hingga 4,7-5,5 Persen di 2022
Gubernur BI Perry Warjiyo saat berbicara tentang perekonomian Indonesia. (Istimewa)
SHARE
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Perekonomian Membaik, Hingga  4,7-5,5 Persen di 2022
Gubernur BI Perry Warjiyo saat berbicara tentang perekonomian Indonesia. (Istimewa)

Bank Indonesia proyeksikan pertumbuhan perekonomian membaik, hingga  4,7-5,5 persen di 2022. Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022.

Akurasi.id, Samarinda – Bank Indonesia proyeksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2022 akan membaik,  mencapai 4,7 – 5,5 persen jika dibandingkan tahun 2021 mencapai 3,2 – 4,0. Hal ini didorong berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

Di sisi lain, ada peran serta peningkatan vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022.

“Penguatan sinergi dan inovasi ditujukan untuk menciptakan imunitas masal dari pandemi Covid-19 dan pembukaan kembali sektor ekonomi prioritas, mendorong pemulihan ekonomi jangka pendek melalui kebijakan peningkatan permintaan, serta memperkuat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam jangka menengah melalui kebijakan reformasi struktural,” tutur Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 yang digelar secara daring dan luring, Rabu (24/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komunikasi yang terjalin intens dan baik di antara jajaran otoritas, baik BI, OJK, LPS, dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.

“Hal ini menjadi kunci dalam mengelola dampak varian delta Covid-19 terhadap perekonomian nasional di 2021, sehingga permasalahan kecil dapat terselesaikan,” ungkapnya.

Ke depan, Presiden RI juga mendorong dikembangkannya ekonomi hijau dan memperkuat digitalisasi ekonomi, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

[irp]

Respons bauran kebijakan BI yang bersinergi dengan kebijakan ekonomi nasional akan terus mengalami perekonomian pada tahun 2022. Inflasi rendah dan terkendali pada sasaran 3,1 persen pada 2022, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat di dalam perekonomian.

Defisit transaksi berjalan rendah, berada di kisaran 1,1 – 1,9 persen pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah. Dana pihak ketiga meningkat pesat.

Pada tahu 2022, nilai transaksi e-commerce diperkirakan akan mencapai Rp530 triliun, uang elektronik Rp377 triliun, dan digital banking lebih Rp48 ribu triliun.

[irp]

Bauran kebijakan BI tahun depan juga akan terus disinergikan sebagai bagian dari arah kebijakan ekonomi nasional untuk mengakselerasi pemulihan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian. Bauran kebijakan itu di antaranya, kebijakan moneter, kebijakan makro prudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pengembangan pasar uang, kebijakan UMKM dan ekonomi kebijakan syariah. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi

TAGGED:Bank IndonesiaEkonomi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kotak Suara Didistribusikan, Masa Pencoblosan Mendapat Pengamanan Ketat
Trending

Kotak Suara Didistribusikan, Masa Pencoblosan Mendapat Pengamanan Ketat

By
akurasi 2019
Pelaksanaan PTM SMA Juli 2021 Terus Didesak, Disdikbud Kaltim Tunggu Laporan Satgas Covid-19
Trending

Pelaksanaan PTM SMA Juli 2021 Terus Didesak, Disdikbud Kaltim Tunggu Laporan Satgas Covid-19

By
Devi Nila Sari
Kabar Duka, Donny Fattah Bassist God Bless Meninggal Dunia
PeristiwaTrending

Kabar Duka, Donny Fattah Bassist God Bless Meninggal Dunia

By
Wili Wili
Dalam 10 Tahun Terakhir, Penduduk Kaltim Bertambah 737.552 Jiwa, Terbanyak di Samarinda
Trending

Dalam 10 Tahun Terakhir, Penduduk Kaltim Bertambah 737.552 Jiwa, Terbanyak di Samarinda

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?