By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Atur Masa Kehamilan, Banyak Warga Bontang Pilih Gunakan MKJP IUD
Birokrasi

Atur Masa Kehamilan, Banyak Warga Bontang Pilih Gunakan MKJP IUD

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:23 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
MKJP IUD
Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe saat menerangkan pentingnya menjadi bagian dari program keluarga berencana. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE

banner diskominfo

MKJP IUD
Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe saat menerangkan pentingnya menjadi bagian dari program keluarga berencana. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Dari jumlah 27.078 pasangan usia subur (PUS) di Bontang, ada 18.635 peserta aktif pengguna alat kontrasepsi keluarga berencana (KB). Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) berupa intra uterine device (IUD) paling banyak digunakan, yakni 3.583 orang.

baca juga: Demi Masjid Ramah Anak, 10 Takmir Bontang Studi ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta

Berdasarkan data laporan bulanan pengendalian lapangan tingkat kabupaten dan kota oleh Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang 2019 lalu, pengguna MKJP jenis IUD tertinggi dibanding Medis Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi, Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, dan implan (susuk).

Masih berdasarkan data DPPKB Bontang, pada 2019 lalu, tercatat ada 1.176 pengguna MOW, 156 pengguna MOP, dan 1.134 pengguna implan. Sedangkan untuk IUD merupakan kontrasepsi non hormonal yang dipasang dalam rahim. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) ini bisa digunakan dalam jangka waktu 5 tahun.

Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe mengatakan segelintir masyarakat ada yang masih belum memahami IUD. Pasalnya informasi yang beredar dikhalayak IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki dampak negatif.

“Tapi jika sudah dijelaskan dan digunakan, mereka tidak merasa takut lagi pakai IUD,” terangnya kepada Akurasi.id, belum lama ini.

Bahtiar mengatakan petugas di lapangan biasanya mengarahkan masyarakat untuk menggunakan MKJP seperti IUD, implan, vasektomi, dan tubektomi. Sebab penggunaan alat kontrasepsi ini tidak merepotkan penggunanya dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek (non-MKJP). Seperti kondom yang harus dipakai sebelum melakukan hubungan, suntik yang rutin dilakukan sebulan atau tiga bulan sekali, dan pil KB yang harus diminum setiap hari.

“IUD itu jangka panjang, sekali aja pemasangannya bisa sampai 5 tahun. Tidak repot seperti KB suntik setiap bulan, pertiga bulan atau minum pil. Kalau lupa, bisa langsung jadi,” bebernya.

Dibandingkan MKJP, alat kontrasepsi non-MKJP juga banyak digunakan pasangan di Bontang. Paling banyak metode suntik sebanyak 7.468, pengguna pil 3.848, dan kondom 1.270.

Kendati demikian, Bahtiar mengajak masyarakat Bontang untuk menjadi bagian dari program keluarga berencana (KB). Lantaran dengan mengatur jarak kehamilan dan memprogram kehamiln, maka akan menurunkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

“Dengan ikut dalam program KB, dapat menurunkan risiko kanker pada perempuan, tidak mengganggu tumbuh kembang anak, dan menjaga kesehatan mental perempuan atau seorang ibu,” imbuhnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Diskominfo BontangDPPKBKBMKJP IUDregional
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

zonasi sekolah
Birokrasi

Dianggap Banyak Timbulkan Masalah, Abdul Haris Minta Pemerintah Tinjau Ulang Penerapan Zonasi Sekolah

By
akurasi 2019
Perpustakaan Dibuka Kembali, Batasi Pelayanan untuk Pengunjung
Birokrasi

Perpustakaan Dibuka Kembali, Batasi Pelayanan untuk Pengunjung

By
akurasi 2019
Neni Mendukung Pembangunan Rumah Pelayanan Terpadu
Birokrasi

Rumah Pelayanan Terpadu Dibangun, Neni: Wujud Syukur di Hari Kemerdekaan

By
akurasi 2019
Listrik Lok Tunggul Bonles Dipastikan  Komisi III DPRD Bontang Terpasang  November Mendatang
Birokrasi

Listrik Lok Tunggul Bonles Dipastikan  Komisi III DPRD Bontang Terpasang  November Mendatang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?