
![]()
Akurasi.id – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, dilaporkan mengular hingga wilayah Kabupaten Buleleng. Kepadatan arus kendaraan bahkan mencapai sekitar 7 kilometer hingga kawasan Pura Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.
Selain itu, sebagian pengendara dari Denpasar memilih jalur alternatif Denpasar–Singaraja melalui kawasan Bedugul sebelum melanjutkan perjalanan Singaraja–Gilimanuk. Pilihan jalur ini turut meningkatkan volume kendaraan yang menuju pelabuhan.
ASDP Operasikan 35 Kapal untuk Urai Kepadatan
Kepadatan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk juga mendapat perhatian dari PT ASDP Indonesia Ferry. Sekretaris perusahaan, Windy Andale, menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna jasa atas kepadatan yang terjadi.
“ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa,” kata Windy.
Sebagai upaya mengurai kepadatan, pihak ASDP memberlakukan pola penuh tiba bongkar berangkat (TBB) di Dermaga III Pelabuhan Ketapang.
Dalam skema tersebut, kapal feri yang tiba di dermaga hanya melakukan proses bongkar kendaraan tanpa memuat kendaraan dari Ketapang. Kebijakan ini diterapkan untuk mempercepat pergerakan kapal yang melayani rute penyeberangan.
Koordinasi Intensif untuk Percepat Arus Penyeberangan
ASDP juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk KSOP, Kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah untuk memastikan pengaturan operasional di lapangan berjalan lancar.
Saat ini, sebanyak 35 kapal dioperasikan selama 24 jam untuk melayani penyeberangan kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa. Penambahan armada ini dilakukan guna mengoptimalkan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk seiring meningkatnya arus pemudik menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy







