By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Aris Tokra Tomasoa Bantah Telantarkan Orangtua, Klarifikasi Mengenai Kondisi Ekonomi dan Komunikasi
PeristiwaTrending

Aris Tokra Tomasoa Bantah Telantarkan Orangtua, Klarifikasi Mengenai Kondisi Ekonomi dan Komunikasi

Wili Wili
Last updated: Juli 22, 2024 12:48 pm
By
Wili Wili
Share
5 Min Read
Aris Tokra Tomasoa Bantah Telantarkan Orangtua, Klarifikasi Mengenai Kondisi Ekonomi dan Komunikasi
Aris Tokra Tomasoa Bantah Telantarkan Orangtua, Klarifikasi Mengenai Kondisi Ekonomi dan Komunikasi. Foto: Ist.
SHARE

Bogor, Akurasi.id – Aris Tokra Tomasoa, anak pertama dari pasangan lansia Hans dan Rita Tomasoa yang tewas di Bogor, membantah tuduhan telah menelantarkan orangtua mereka. Aris yang bekerja sebagai sopir, menjelaskan bahwa kondisi perekonomian keluarganya saat ini sedang tidak baik.

Dalam konferensi pers bersama pengacaranya, Andreas, Aris mengungkapkan bahwa narasi mengenai anak-anak Hans dan Rita yang menelantarkan orangtua mereka tidak benar. Andreas menyatakan melalui akun TikTok @storywartawanhiburan pada Minggu (21/7/2024), bahwa informasi tersebut tidak berdasar.

“Adapun narasi-narasi yang dimaksud tentang anak-anak mendiang yang telah menelantarkan mendiang, itu pada faktanya tidak benar,” ujar Andreas.

Selain itu, Andreas juga menegaskan bahwa anak-anak Hans tidak merespons berita meninggalnya orangtua mereka adalah tidak benar. “Narasi terkait dengan tidak adanya respons dari anak-anak mendiang atas berita meninggalnya mendiang di kediaman mendiang itu adalah tidak benar,” tegasnya.

Ia juga membantah bahwa anak-anak Hans tidak pernah menemui orangtua mereka sejak tahun 2017. “Narasi terkait anak-anak mendiang tidak pernah menemui mendiang sejak tahun 2017 itu tidak benar,” jelas Andreas.

Menurut Andreas, Aris bersama anak-anaknya sempat tinggal bersama orangtuanya setelah rumah tersebut dibeli pada 2018. Namun, beberapa tahun kemudian, Aris memutuskan keluar dari rumah karena mendapatkan pekerjaan. “Berdasarkan fakta-fakta yang ada, klien kami tidak tinggal serumah dengan mendiang sejak rumah dibeli oleh mendiang pada tahun 2018,” bebernya.

Kondisi ekonomi yang tidak stabil turut mempengaruhi situasi ini. Andreas mengungkapkan bahwa Aris bekerja sebagai sopir dan anak kedua, Bradley, juga tengah mengalami kondisi ekonomi yang tidak stabil. “Jujur saya sampaikan di sini bahwa pekerjaan dari Pak Aris adalah sopir, lalu anak kedua yaitu Pak Bradley juga sedang dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil,” ungkap Andreas.

Ciro Juliano, anak bungsu dari Hans dan Rita, sering berkunjung karena tinggal di Jakarta. Meskipun demikian, keluarga tetap memberikan perhatian kepada orangtua mereka dengan melibatkan pihak lain untuk mengawasi kondisi sehari-hari orangtua mereka. “Yang menjadi atensi disini bahwa keluarga tetap memberikan atensi baik kepada kedua orangtua yaitu dengan tokoh teh Eka dan Pak Suanda yang sering dimintakan oleh keluarga atau anak-anak mendiang ini untuk mensupervisi keadaan sehari-hari di sana,” jelas Andreas.

Sebelum pasutri ini meninggal, anak-anak mereka telah meminta bantuan dari pengurus gereja dan RT setempat. Namun, setelah kejadian ini viral, oknum tersebut justru menyebarkan informasi yang tidak benar. “Pada tanggal 13 Juli 2024 klien kami telah menemui salah satu pengurus gereja dan juga pengurus RT yang memang awalnya baik-baik saja, tapi setelah viral oknum ini bekerja sama dengan salah satu media akhirnya menceritakan hal-hal yang tidak benar, bahkan fitnah,” kata Andreas.

Setelah kematian orangtua mereka, Andreas mengungkapkan bahwa kliennya dihalang-halangi untuk masuk ke rumah orangtua mereka. “Yang salutnya adalah kami dihalang-halangi untuk masuk ke dalam rumah karena alasan tidak jelas, yang kami pertanyakan apakah oknum tersebut adalah saudara dari mendiang,” katanya.

Aris sendiri mengaku jarang berkomunikasi dengan orangtuanya dan merasa bersalah atas hal tersebut. “Saya mengaku salah karena saya jarang komunikasi dengan orangtua, itu kesalahan saya,” kata Aris. Meski demikian, Aris meminta agar kedua adiknya tidak disalahkan karena mereka kerap berkomunikasi dan menjenguk orangtua mereka. “Tapi jangan disalahkan ke adik-adik saya karena adik-adik saya yang paling rutin komunikasi, yang paling rutin komunikasi itu adik nomor dua, cuma yang sering kesana itu adik yang bungsu,” jelasnya.

Aris berharap agar masalah ini tidak diperpanjang lagi dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak terkait. “Dengan klarifikasi ini saya mohon jangan diperpanjang lagi, saya sangat berterimakasih kepada warga gereja mereka yang betul-betul mengurus kematian yang dibantu dengan warga, saya apresiasi itu,” jelasnya. “Permohonan maaf saya juga saya mohon diterima kepada pihak-pihak yang terkait di sana, saya memang kurang komunikasi dengan mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga setempat mengungkapkan bahwa anak-anak Hans dan Rita tidak pernah menjenguk orangtua mereka meski tinggal tidak jauh. Rita diketahui sudah lama menderita stroke, sedangkan Hans tampak tertatih saat berjalan. Warga sekitar dan jemaat gereja yang akhirnya membantu pasangan lansia ini.

Anak bungsu dari pasangan lansia ini mengaku hubungan keluarga sedang tidak harmonis. Pengurus RT setempat menyarankan agar orangtua yang sudah tidak bisa beraktivitas sendiri didampingi oleh ART atau keluarga lain. Selama ini, pengurus RT belum pernah bertemu dengan ketiga anak pasangan lansia tersebut hingga kejadian ini terjadi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:anak telantarkan orangtuaAris Tokra Tomasoabandungbantuan gerejabekasijakartakeluarga tidak harmonisklarifikasi Andreaskondisi ekonomi anak Hans Ritalansia tewas di Bogorpengurus RT
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

arab saudi
Trending

Pasca Kebijakan Arah Saudi Tutup Kedatangan, Belum Ada Jemaah Bontang Batal Umrah

By
akurasi 2019
Ayah Kandung Lolly Tahu Anaknya Hamil hingga Berutang Rp 400 Juta, Nikita Mirzani Bongkar Reaksi Mantan Suami
SelebritisTrending

Ayah Kandung Lolly Tahu Anaknya Hamil hingga Berutang Rp 400 Juta, Nikita Mirzani Bongkar Reaksi Mantan Suami

By
Wili Wili
Pertama Kali, Peringatan Proklamasi di Samarinda Dihelat di Tengah Jalan
Trending

Pertama Kali, Peringatan Proklamasi di Samarinda Dihelat di Tengah Jalan

By
akurasi 2019
Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama dalam Acara Gender Reveal Meriah
SelebritisTrending

Billy Syahputra dan Vika Kolesnaya Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertama dalam Acara Gender Reveal Meriah

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?