By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > APBN 2020, Dana Transfer Pusat ke Kaltim Turun Rp1,63 Triliun?
News

APBN 2020, Dana Transfer Pusat ke Kaltim Turun Rp1,63 Triliun?

akurasi 2019
Last updated: November 29, 2019 6:33 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
APBD Kaltim
Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyerahkan DIPA dan TKDD 2020 kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (Dok Humas Pemprov Kaltim)
SHARE
APBN 2020
Gubernur Kaltim Isran Noor saat menyerahkan DIPA dan TKDD 2020 kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Pada APBN 2020, Pemerintah Kaltim bakal mendapatkan dana transfer daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp22,06 triliun. Alokasi anggaran itu sudah mencakup dana yang juga bakal diterima 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Jika bandingkan dengan 2019, besaran dana transfer yang diterima Kaltim dari pemerintah pusat itu sedikit berkurang. Pada 2019, Pemerintah Kaltim diketahui mendapatkan Rp23,70 triliun. Artinya, pada APBN 2020, dana transfer ke Kaltim turun sekitar 6,9 persen atau sebesar Rp1,63 triliun.

Baca Juga: Inventaris Aset Daerah, Kejati Kaltim Bakal Bentuk Satgas Khusus

Kendati demikian, Gubernur Kaltim Isran tidak begitu mengambil pusing dengan persoalan tersebut. Dia meminta agar anggaran tersebut dapat digunakan sebaik mungkin dengan efektif dan akuntabel. Utamanya untuk mendorong akselerasi dan pemerataan pembangunan di seluruh Kaltim.

“Alokasi anggaran yang sudah diberikan, saya kira harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh setiap satker (satuan kerja) atau OPD (organisasi perangkat daerah). Anggaran itu harus dimanfaatkan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan,” katanya, Kamis (28/11/19) lalu.

Orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini juga mengingatkan, agar setiap satker dan OPD dalam mewujudkan belanja pemerintah harus yang berkualitas atau spending better. Dengan harapan output dan outcome dari program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dapat dinikmati seluruh masyarakat Kaltim.

Permintaan mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu bukan tanpa alasan. Pada APBN 2020, belanja modal untuk wilayah Kaltim diketahui mengalami pertambahan sebesar 45,96 persen dibandingkan alokasi 2019.

Selain itu, dengan telah diserahkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), dana transfer ke daerah, dan dana desa (TKDD) Kaltim 2020, Isran meminta agar dapat direspons cepat oleh para kuasa pengguna anggaran (KPA). Antara lain dengan mengambil langkah strategis dalam pelaksanaan anggaran. Salah satunya dengan memulai proses lelang kegiatan lebih awal dengan berpedoman pada ketentuan yang ada.

“Semua satker dan OPD harus berupaya meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran. Semua yang bisa dilelang lebih awal, maka segera lakukan. Jangan ditunda-tunda lagi kalau memang sudah bisa. Agar kegiatan dapat dilaksanakan secepatnya pada Januari 2020,” serunya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Midden Sihombing menyebutkan, hingga 25 November 2019, pelaksanaan APBN 2019 di Benua Etam –sebutan Kaltim- mencatatkan realisasi belanja sekitar Rp8,53 triliun atau 76,55 persen dari total pagu DIPA sebesar Rp11,152 triliun.

MAHYUNADI

“Untuk penyaluran TKDD mencapai Rp18,73 triliun atau 79,05 persen dari pagu sebesar Rp23,7 triliun. Untuk realisasi penerimaan perpajakan dan PNBP sebesar Rp17,29 triliun. Lebih tinggi sekitar 0,02 persen dari realisasi Desember 2018,” ungkapnya.

Untuk diketahui, DIPA dan TKDD Kaltim 2020 mencapai Rp31,79 triliun. Sementara untuk DIPA Satker Kementerian dan Lembaga (KL) mendapatkan alokasi sebesar Rp9,73 triliun, naik sebesar Rp654,17 miliar atau 7,2 persen dibandingkan tahun anggaran sebelumnya.

Adapun untuk komposisi belanja pegawai diketahui sebesar Rp3,15 triliun, belanja barang sebesar Rp3,13 triliun, belanja modal sebesar Rp3,43 triliun, dan belanja bantuan sosial sebesar Rp9,9 miliar. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:APBN 2020Dana Transfer Pusat
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kantornya Digeledah KPK, Khofifah Pastikan Tidak Ada Dokumen Gubernur dan Wagub yang Dibawa
HeadlineHukum & KriminalNews

Kantornya Digeledah KPK, Khofifah Pastikan Tidak Ada Dokumen Gubernur dan Wagub yang Dibawa

By
Devi Nila Sari
Kasus Raihany Polisi Periksa Suami Sebagai Saksi, Ungkap Fakta Pencabulan dan Eksploitasi
Hukum & KriminalTrending

Kasus Raihany Polisi Periksa Suami Sebagai Saksi, Ungkap Fakta Pencabulan dan Eksploitasi

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Subianto Melayat Kwik Kian Gie, Beri Penghormatan Terakhir di Rumah Duka RSPAD
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Subianto Melayat Kwik Kian Gie, Beri Penghormatan Terakhir di Rumah Duka RSPAD

By
Wili Wili
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Naik, Minggu 21 September 2025
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Naik, Minggu 21 September 2025

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?