By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Covered Story > Aksi Demo Mahasiswa Diduga Telah Ditunggangi, Kapolda Sebut Banyak Simbol Vandalisme
Covered Story

Aksi Demo Mahasiswa Diduga Telah Ditunggangi, Kapolda Sebut Banyak Simbol Vandalisme

akurasi 2019
Last updated: Oktober 2, 2019 5:29 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan mahasiswa di berbagai kampus di Kaltim konsisten menggelar aksi penolakan revisi UU KPK dan RKUHP. (Yusuf Arafah/Akurasi.id)
SHARE
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan mahasiswa di berbagai kampus di Kaltim konsisten menggelar aksi penolakan revisi UU KPK dan RKUHP. (Yusuf Arafah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Selama melakukan aksi demo sebanyak tiga kali, di depan gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, polisi mensinyalir aksi mahasiswa ini telah ditunggangi faham vandalisme. Karena di setiap aksinya, selalu tidak ada titik temu antara demonstran dan para perwakilan rakyat di gedung parlemen.

Ada kelompok yang berupaya untuk membuat keadaan terus menjadi anarkis. Selalu sampai senja, selalu ingin dibubarkan paksa, selalu ingin merasa diberi tindakan represif oleh aparat kepolisian.

Selain itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan pihaknya menemukan sejumlah simbol simbol yang dicurigai telah mengkomandoi aksi selama ini.

“Setelah kita cari tahu, kita melihat di tembok gedung ada lambang kelompok tertentu. Ada vandalisme, ada lambang coretan, ada anjuran pakaian yang diberikan. Itu adalah ciri-cirinya,” tegas dia.

Para mahasiswa, diharap Priyo, harus menyadari adanya upaya penyusupan ini, sehingga mereka digiring menciptakan situasi yang tidak biasa. Para pengunjuk rasa juga harus memiliki pengetahuan, kalau DPRD Kaltim hanya memiliki fungsi menyampaikan tidak bisa memutuskan sesuatu yang bukan menjadi kewenangan mereka.

Ke depannya, kata polisi berpangkat bintang dua ini, akan menyarankan kepada para pimpinan dewan membuka ruang diskusi. Dengan mengundang setiap kelompok mahasiswa. Sehingga bisa semakin terlihat kelompok-kelompok yang menolak. Kemudian bisa diambil kesimpulan sementara dan dijadikan indikasi para penunggang tersebut.

“Soal oknumnya, sedang kita dalami. Tentunya ada yang kita curigai,” tambahnya.

Selain itu, keinginan para demonstran menduduki gedung parlemen ditolak oleh Priyo dan pihaknya akan mempertahankan gedung parlemen tersebut. Karena ucapan seperti itu, merupakan upaya pemaksaan dan tindakan anarkis. Menurutnya, di era demokrasi saat ini, seharusnya tidak ada kata memaksa. Demokrasi itu adalah keterwakilan.

“Kalau mereka memaksa menduduki, ya kami hadapi karena mereka memaksa kami untuk melakukan tindakan tegas,” kata Priyo.

Kumpulkan Perguruan Tinggi dan Kepala Sekolah

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mencurigai aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa diduga ditunggangi paham vandalisme. (Muhammad Ipu/Akurasi.id)

Tidak hanya di Kota Tepian –sebutan Samarinda. Pola serupa juga dijumpai di kota lainnya yang juga menggelar aksi unjuk rasa. Hal seperti ini dinilainya, bukanlah spontanitas biasa. Ada sebuah grand design, ada yang mengkoordinirnya di setiap wilayah. Diharapkan mahasiswa bisa berpikir ke arah situ, karena situasi politik sekarang belum selesai, sehingga mereka harus berpikir agar keinginannya tidak ditunggangi paham atau kelompok tertentu.

Pada kesempatan ini, Priyo menggambil langkah mengumpulkan para petinggi universitas dan sejumlah kepala sekolah guna melakukan pertemuan evaluasi, di Hotel Senyiur Samarinda, Selasa (01/10/19). Dalam pertemuan itu, perwira tinggi kepolisian ini, mengutarakan keinginannya agar para petinggi universitas dan kepala sekolah, bisa memahami situasi yang terjadi di lapangan saat ini.

Karena, sejauh ini penilaiannya, para mahasiswa di Kaltim jika melakukan aksi unjuk rasa mereka menyampaikan tuntutannya, diterima, disepakati dan selesai. Selama tiga kali berunjukrasa, para wakil rakyat selalu standby dan bersikap proaktif. Namun tetap tidak diberi ruang menyampaikan keinginannya oleh para demonstran.

Ditegaskannya juga, kalau pertemuan evaluasi saat ini bukanlah upaya menggembosi para massa aksi. Hanya untuk menciptakan upaya khamtibmas yang kondusif. Pihaknya tidak ingin ada grand design di luar masuk ke Benua Etam –sebutan Kaltim. Sehingga mahasiswa harus paham betul apa yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Oleh karena itu. Kami telah sepakati agar para tenaga pendidik bisa memberikan imbauan dan menyampaikannya kepada para pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya.

Unmul Minta Seluruh Perguruan Tinggi Bentuk Forum Komunikasi

Memberi sikap atas pertemuan yang dilakukan Polda Kaltim di Hotel Bumi Senyiur, pada Selasa (01/10/19), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Encik Akhmad Syaifudin menyampaikan, pihaknya akan melakukan upaya pencerahan kepada mahasiswa, dengan membuka ruang dialog.

Dijelaskannya, jika pertemuan pada dengan Polda Kaltim itu, merupakan hasil evaluasi, karena beberapa waktu lalu ada dinamika demonstrasi, yang disinyalir polisi telah ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Kami sama-sama menjaga kondusifitas dengan mengedepankan anak-anak kita untuk diberikan pencerahan,” ungkapnya saat dijumpai awak media.

Encik mengharapkan kerja sama di setiap perguruan tinggi agar membentuk sebuah forum komunikasi. Untuk menjadi wadah menyatukan pemikiran para tenaga pendidik.

“Mungkin ada berbagai informasi yang bisa di share dan disampaikan. Untuk menghalau paham-paham vandalisme,” imbuhnya.

Pada pertemuan ini, ia menegaskan, jika tidak ada upaya pelarangan dari aparat kepolisian terkait unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa. Hanya saja penyampaian aspirasi harus sesuai dengan aturan. “Aksi harus dilakukan sesuai aturan, tidak anarkis dan waktunya juga. Intinya melakukan penyampaian sesuai dengan koridor,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Ipu
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#TolakRevisiUUKPK#TolakRKUHPAksi ditunggangiDemo MahasiswaKapolda KaltimSimbol Vandalisme
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tantangan pencari kerja di indonesia 2023
Covered Story

Tantangan pencari kerja di indonesia 2023

By
akurasi 2019
Menakar Kekuatan Golkar di Pileg Kaltim 2019
Covered StoryKabar Politik

Menakar Kekuatan Golkar di Pileg Kaltim 2019

By
akurasi 2019
Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov
Covered Story

Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov

By
akurasi 2019
Janji Tak Bertuan Penyelesaian Sengketa Perumahan Korpri Loa Bakung
Covered Story

Janji Tak Bertuan Penyelesaian Sengketa Perumahan Korpri Loa Bakung

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?