By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Lingkungan > Akademisi Suarakan Aksi Solidaritas Tolak Tambang Ilegal di Kaltim
HeadlineLingkungan

Akademisi Suarakan Aksi Solidaritas Tolak Tambang Ilegal di Kaltim

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 6, 2022 11:23 am
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Akademisi Suarakan Aksi Solidaritas Tolak Tambang Ilegal di Kaltim
Aksi penghadangan tambang ilegal oleh masyarakat Desa Sumber Sari, Kutai Kartanegara. (Istimewa)
SHARE

Akademisi yang tergabung dalam Kika Kaltim mendorong publik untuk bersama-sama menolak tambang ilegal di Kaltim. Sebab, akademisi menilai Negara tidak lagi hadir mendampingi masyarakat dalam menertibkan tambang ilegal.

Contents
  • Kika Sebut Kepolisian dan Pemerintah Daerah Membiarkan Persoalan Tambang Ilegal Berlarut-larut
  • Kika Serukan Perlawanan Terhadap Tambang Ilegal di Tanah Benua Etam

Akurasi.id, Kutai Kartanegara – Kaukus Indonesia Untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Chapter Kaltim mengajak publik untuk perluas aksi solidaritas penolakan tambang ilegal, khususnya di Kaltim.

Pasalnya, aksi penghadangan terhadap kegiatan tambang illegal di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kian menguatkan pandangan publik bahwa Negara telah gagal memberikan rasa aman terhadap warganya.

Kepolisian dan pemerintah daerah yang seharusnya menjadi barisan terdepan dalam menertibkan kejahatan tambang illegal ini, justru tidak hadir saat warga membutuhkan.

“Kepolisian dan pemerintah daerah, baik bupati dan gubernur seperti menjauh bak hilang ditelan bumi. Yang terlihat malah inisiatif dan keberanian warga di tingkat desa dalam melakukan upaya penghadangan terhadap kegiatan tambang illegal tersebut,” kata Koordinator Presidium Kika Kaltim Herdiansyah Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8/2022).

Selain warga Desa Sumber Sari, aksi penghadangan terhadap kejahatan tambang illegal ini juga mendapatkan solidaritas dari warga Desa Ponoragan, Desa Sepakat, dan Kelurahan Bukit Biru. Ini menandakan bahwa warga semakin sadar jika solidaritaslah senjata utama yang kita miliki hari ini.

“Sebab tanpa solidaritas, sulit untuk mengalahkan kejahatan tambang illegal. Oleh karena itu, persoalan yang dihadapan oleh warga Desa Sumber Sari, adalah persoalan kita bersama, bukan persoalan warga Desa Sumber Sari semata. Luka yang ditimbulkan akibat kegiatan tambang illegal di Desa Sumber Sari, akan menjalar dan mematikan keseluruhan ruang hidup kita bersama,” ujarnya.

Kika Sebut Kepolisian dan Pemerintah Daerah Membiarkan Persoalan Tambang Ilegal Berlarut-larut

Kika Kaltim menilai, sejauh ini warga juga tidak bisa berharap banyak dari kepolisian dan pemerintah daerah yang cenderung diam dan justru seolah memberikan “lampu hijau” bagi kejahatan tambang illegal tersebut. Sudah bertahun-tahun persoalan ini terus dibiarkan berlarut tanpa upaya serius untuk menghentikannya.

“Hingga saat ini kepolisian tetap bergeming, bupati bediam diri, dan gubernur membisu. Mereka yang seharusnya memberikan rasa aman, namun justru seolah menambah derita warga dengan sikap permisifnya terhadap kejahatan tambang illegal tersebut,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kika mendorong warga untuk bertumpu kepada kekuatan sendiri. Bersandar kepada solidaritas bersama untuk saling menguatkan. Perlawanan terhadap kejahatan tambang illegal ini hanya bisa dilawan dengan solidaritas, keringat dan tangan warga sendiri.

Kemudian, Kika menyerukan kepada seluruh warga Kaltim, agar terus memupuk keberanian untuk memperluas aksi-aksi penghadangan terhadap seluruh kegiatan tambang illegal. Sebab, hanya dengan cara melawanlah, ruang hidup tetap bisa terjaga dengan baik.

Kika Serukan Perlawanan Terhadap Tambang Ilegal di Tanah Benua Etam

Adapun, sejumlah poin yang Kika dorong, yaitu:

1. Memberikan solidaritas sepenuhnya kepada warga Desa Sumber Sari. Termasuk warga Desa Ponoragan, Desa Sepakat, dan Kelurahan Bukit Biru, untuk terus berjuang mempertahankan ruang hidupnya dari kejahatan tambang illegal.

2. Menyerukan kepada seluruh warga Kaltim untuk membentuk kantong-kantong perlawanan terhadap kejahatan tambang illegal. Berupa posko-posko perlawanan di setiap kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga di setiap desa/ampung. Posko-posko pelawanan ini harus saling terhubung dan saling bersolidaritas satu sama lain.

3. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Kaltim yang masih memiliki hati nurani. Untuk memberikan solidaritas terhadap aksi-aksi penghadangan warga terhadap kejahatan tambang illegal tersebut. Kalangan akademisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, masyarakat adat, mahasiswa, pegiat lingkungan, dan kelompok masyarakat sipil lainnya. Harus bersuaran lantang dan menunjukkan keberpihakannya.

4. Mengutuk keras kepolisian dan pemerintah daerah, baik bupati maupun gubernur yang gagal memberikan rasa aman baik bagi warga. Maupun terhadap ruang hidup serta lingkungannya yang selama ini dihancurkan oleh kejahatan tambang illegal tersebut. Jika kejahatan ini terus berlanjut tanpa ada upaya serius untuk menghentikannya. Kaka pejabat terkait mulai dari kapolda dan seluruh jajarannya, gubernur, hingga bupati, sebaiknya mundur dan meletakkan jabatannya.

Sebagai informasi, Kika Chapter kaltim adalah organisasi yang beranggotakan gabungan akademisi dari berbagai kampus di Kaltim. Akademisi tersebut memiliki bidang keilmuan yang berbeda-beda, namun di persatukan oleh komitmen untuk membela ruang kebebasan akademik.

Saat ini, akademisi yang tergabung dalam KIKA chapter Kaltim berasal dari Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Universitas Balikpapan, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Aksi SolidaritasKika KaltimTambang Ilegal di KaltimTolak Tambang IlegalWarga Hadang Tambang Ilegal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Nyoblos via Internet di Pemilu 2024, Usulan Menkominfo untuk Digitalisasi Pemilihan Umum
HeadlineKabar Politik

Nyoblos via Internet di Pemilu 2024, Usulan Menkominfo untuk Digitalisasi Pemilihan Umum

By
akurasi 2019
Mobil Lapis Anti Peluru yang Menemani Presiden Jokowi di KTT G20 India
Headline

Mobil Lapis Anti Peluru yang Menemani Presiden Jokowi di KTT G20 India

By
akurasi 2019
Lawan Kotak Kosong di Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani Resmi Dapat Nomor Urut 1
HeadlineKabar Politik

Lawan Kotak Kosong di Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani Resmi Dapat Nomor Urut 1

By
Wili Wili
Warga Negara Asing (WNA) Tusuk Mertua di Bogor: Tragedi Kekerasan Keluarga yang Mengguncang
Headline

Warga Negara Asing (WNA) Tusuk Mertua di Bogor: Tragedi Kekerasan Keluarga yang Mengguncang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?