By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Tak Bisa Masuk Singapura, Ustaz Abdul Somad Mengaku Dideportasi
HeadlineTrending

Tak Bisa Masuk Singapura, Ustaz Abdul Somad Mengaku Dideportasi

akurasi 2019
Last updated: Mei 17, 2022 4:03 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Tak Bisa Masuk Singapura, Ustaz Abdul Somad Mengaku Dideportasi
Tampilan laman instagram Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, Senin (16/5) lalu. (Suara.com)
SHARE

Melalui laman akun instagram, Ustaz Abdul Somad mengaku dideportasi dari Singapura. Ustaz Abdul Somad mengaku dideportasi dari singapura karena tak bisa masuk ke negara tetangga tersebut.

Akurasi.id, Jakarta – Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku terdeportasi dari Singapura. Hal itu Ia sampaikan melalui akun instagram resminya, Senin (16/5) lalu.

Dalam unggahannya, UAS juga mengunggah foto dan video saat berada dalam ruangan sebelum deportasi.

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum deportasi dari Singapore,” tulis UAS dalam unggahannya.

Pendakwah kondang itu belum mengungkap penyebab pasti dirinya terdeportasi. Ia mengaku akan menjelaskannya pada hari ini, Selasa (17/5).

“Berita lengkapnya saksikan esok wawancara UAS, Selasa 17 Mei 2022, hanya di channel: hai guys official,” tulis UAS.

Dalam foto unggahannya, UAS terlihat mengenakan masker dan topi. Ia berada dalam sebuah ruangan bercat putih dan terdapat besi di atasnya.

Sementara itu Kabag Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait kabar deportasi UAS.

“Terkait kabar penahanan dan deportasi UAS oleh Imigrasi Singapura mohon sabar, sedang koordinasi dan penelusuran dengan Humas Imigrasi,” kata Erif.

[irp]

Dubes RI: UAS Bukan Terdeportasi dari Singapura, Tapi Ditolak Masuk

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, menjelaskan soal klaim Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi imigrasi Singapura.

Dalam penjelasannya, pihak imigrasi Singapura bukan mendeportasi UAS, melainkan menolak kedatangan penceramah tersebut di negaranya.

“Saya sudah minta penjelasan dari ICA [Otoritas Imigrasi dan pemeriksaan Singapura]. Menurut mereka, ICA memang menetapkan not to land [tak boleh mendarat atau masuk] kepada UAS karena tidak memenuhi kriteria untuk eligible (memenuhi syarat) berkunjung ke Singapura,” ungkap Suryopratomo kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (17/5).

Namun, ia mengatakan ICA enggan menjelaskan, lebih detail kriteria yang mereka tetapkan. Imigrasi Singapura juga tak bersedia memberi keterangan perihal UAS masuk daftar hitam negara itu atau tidak.

“Untuk lebih jelas lebih baik hubungi Kedubes Singapura di Jakarta karena kewenangan itu sepenuhnya ada di Pemerintah Singapura,” kata Suryopratomo.

Not to Land atau dilarang mendarat umum dilakukan Imigrasi setiap negara terhadap warga asing yang tidak dikehendaki kedatangannya. Nota penetapan itu artinya warga asing yang bersangkutan ditolak masuk ke suatu negara. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:DeportasiSingapuraTrendingUstaz Abdul Somad
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Penyidik KPK Periksa 38 Saksi, Adik Bupati Kutim Masih Belum Hadir
Trending

Penyidik KPK Periksa 38 Saksi, Adik Bupati Kutim Masih Belum Hadir

By
akurasi 2019
Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas
Trending

Kaltim Kehilangan 120 Guru Selama Pandemi, 3 Tahun Mendatang 5 Ribu Tenaga Pendidik Purna Tugas

By
Redaksi Akurasi.id
Kronologi CEO Jouska Jadi Tersangka Kasus Penipuan Investasi
HeadlineTrending

Kronologi CEO Jouska Jadi Tersangka Kasus Penipuan Investasi

By
Devi Nila Sari
Selangkah Lagi Kaltim Akan Terpilih Sebagai Ibu Kota Negara
Trending

Selangkah Lagi Kaltim Akan Terpilih Sebagai Ibu Kota Negara

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?