By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Sabu 1 Kilogram dan 200 Pil Ekstasi yang Sempat Menggegerkan Warga Sempaja Diblender
Hukum & KriminalNews

Sabu 1 Kilogram dan 200 Pil Ekstasi yang Sempat Menggegerkan Warga Sempaja Diblender

akurasi 2019
Last updated: November 14, 2019 10:08 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Barang bukti
BNNP Kaltim memusnahkan barang bukti sabu 1 kilogram dan 200 pil ekstasi hasil penangkapan di Sempaja, Samarinda, September 2019 lalu akhirnya dimusnahkan. (Muhammad Upi/Akurasi.id)
SHARE
Ekstasi
BNNP Kaltim memusnahkan barang bukti sabu 1 kilogram dan 200 pil ekstasi hasil penangkapan di Sempaja, Samarinda, September 2019 lalu akhirnya dimusnahkan. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Dari hasil pengungkapan kasus 20 September 2019 lalu, yang membuat geger warga Sempaja, karena aksi kejar-kejaran tersangka Iwan menggunakan mobil Ayla KT 1971 RJ dengan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, membuat bandar sabu asal Kutai Timur (Kutim) itu tewas karena tertembak di bagian kepala.

Baca Juga : Sembunyikan Narkoba di Atas Kandang Ayam, Pemuda Ini Diciduk Polisi Sesaat Setelah Mandi

Dari tangan tersangka, petugas mendapatkan barang bukti sebanyak 200 butir pil ekstasi dan sabu seberat 1.027,39 gram. Sejumlah barang haram (ekstasi) yang didapati itu, akhirnya ditindak lanjut pihak berwajib dengan cara memusnahkannya menggunakan blender yang di isi air pada Kamis (14/11/19).

Dari kasus ini, diketahui jika seorang rekannya bernama Aidil (19) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dan berhasil dibekuk sebulan kemudian di Kutim. Saat dijumpai, Aidil mengaku menyesali perbuatannya. Kendati demikian, Aidil menampik jika dirinya terlibat langsung dengan rekannya Iwan.
“Saya tidak tahu apa-apa. Saya cuma di bawa,” ungkapnya.

Tapi Aidil tak mengelak jika dirinya bersama Iwan merupakan pemakai narkotika jenis sabu. Dan kerap mengonsumsinya secara bersamaan. “Saya menyesal,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon menerangkan, meski Aidil mengelak namun dari hasil penyidikan, petugas telah menetapkannya sebagai tersangka.

“Dia berperan, karena dia juga sama-sama mengetahui dan mengambil barang dan saat barang dibuang. Jadi kami proses,” tegasnya.

Sementara Aidil telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun berbeda dengan dua orang perempuan yang pada saat kejadian turut diamankan petugas hanya berstatus saksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya tidak memiliki keterlibatan yang signifikan. Hanya saja keduanya terbukti sebagai pecandu barang haram tersebut.

“Kami lakukan rehabilitasi. Selain penindakan kami juga wajib melakukan perbaikan kepada mereka,” imbuhnya.
Kepada awak media, perwira polisi berpangkat melati dua ini menjelaskan, jika maraknya peredaran narkoba di Samarinda karena pendistribusiannya dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Seperti, Balikpapan, Kutim, Banjarmasin, Aceh, Jakarta, Sulawesi dan wilayah lainnya di pulau Jawa. Hal ini diduga kuat karena letak geografis Samarinda yang begitu strategis. Terlebih mengingat statusnya sebagai ibu kota provinsi. Dan ke depannya akan menjadi salah satu kota penyangga IKN yang baru.

Ekstasi
Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon saat menyampaikan pres rilis terkait pemusnahan narkoba kepada awak media. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Kata Tampubolon, para pengedar barang haram ini bahkan berani menempuh jalur memutar. Jika situasi di lokasi tertentu di rasa tidak aman untuk dilalui.

“Seperti dari Nunukan masuk ke Sulawesi. Kemudian masuk ke Balikpapan baru ke Samarinda. Bahkan kemarin, beberapa waktu lalu kami menemukan barang haram itu berasal dari Balikpapan naik ke Berau,” bebernya.

Tidak hanya jalur darat saja yang digunakan, jalur sungai dan udara juga tak luput dari para pelaku. Modusnya juga saat ini telah berkembang. Untuk mengelabui petugas, para pelaku sering mengemas barang haram dengan bungkus makanan dan minuman ringan.

Tak sampai di situ, transaksi yang menggunakan sistem jejak sering membuat petugas susah mengusut hingga ke sumber pelaku.

“Jadi dalam pendistribusiannya, para pelaku selalu melihat peluang yang ada,” pungkasnya. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:EkstasinarkobaPemusnahan Barang BuktiSabu-Sabu
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gagal Tanjak, Truk Pengangkut Bungkil Sawit Terbalik, Jalan S Parman Macet
News

Gagal Tanjak, Truk Pengangkut Bungkil Sawit Terbalik, Jalan S Parman Macet

By
akurasi 2019
Puan Maharani Tegaskan Keselamatan Wisatawan Prioritas Utama Usai Insiden Turis Brasil di Rinjani
HeadlinePeristiwa

Puan Maharani Tegaskan Keselamatan Wisatawan Prioritas Utama Usai Insiden Turis Brasil di Rinjani

By
Wili Wili
Predator Seks Jepara Terungkap: 31 Remaja Jadi Korban, Terbongkar dari Ponsel Rusak
Hukum & KriminalTrending

Predator Seks Jepara Terungkap: 31 Remaja Jadi Korban, Terbongkar dari Ponsel Rusak

By
Wili Wili
Ali Mustofa Diciduk Tim Tabur Kejaksaan dari Pelarian Setelah Tersandung Korupsi Rp13 Miliar
HeadlineHukum & KriminalNews

Ali Mustofa Diciduk Tim Tabur Kejaksaan dari Pelarian Setelah Tersandung Korupsi Rp13 Miliar

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?