By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Dititipkan ke Tante, Bocah 6 Tahun Kritis Setelah Dianiaya Pasangan Lesbi
News

Dititipkan ke Tante, Bocah 6 Tahun Kritis Setelah Dianiaya Pasangan Lesbi

akurasi 2019
Last updated: Oktober 1, 2019 9:08 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Korban mengalami luka kritis saat dirawat di RS Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Selasa (1/10/19). (Istimewa)
SHARE
Korban mengalami luka kritis saat dirawat di RS Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Selasa (1/10/19). (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Sungguh naas nasib yang dialami bocah berusia 6 di kawasan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kertanegara (Kukar), akibat penganiayaan yang dilakukan wanita muda berinisial SA (23), hingga menyebabkannya kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda.

Sebut saja ia, bernama Arjuna. Saat ini kondisinya terkulai lemas tak sadarkan diri, di atas ranjang rumah sakit. Dari informasi yang dihimpun, Arjuna mulanya dititipkan orang tuanya, di kediaman tantenya yang berinisial MS (17), yang tidak lain merupakan pasangan sejenis dari SA.

“MS itu tantenya korban. Tapi, ternyata pasangan dengan pelaku, ST,” ungkap Kapolsek Sanga-sanga Iptu Muhammad Afnan saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/19).

Kata Afnan, bocah laki-laki itu sudah lima bulan terakhir dititipkan ke MS karena orang tuanya bekerja di Balikpapan. Penganiayaan sudah dilakukan berulang-ulang oleh SA. Terakhir, Arjuna dianiaya, pada Senin (30/9/19), sekitar pukul 15.00 Wita. Ia mengalami luka lebam dan membiru disekujur tubuhnya.

MS bukannya tidak tahu akan hal ini. Hanya saja, ia tak berani angkat bicara. Lantaran mendapatkan ancaman dari SA. Sehingga membuat Tante Arjuna ini memilih untuk membungkam suaranya.
“Dia (MS) diancam (SA), kalau bicara akan dibunuh,” imbuhnya.

Sebelum dilarikan ke RSUD AW Syahranie, mulanya pasangan penyuka sejenis atau lesbian ini sempat mengantarkannya ke Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Bentuas Kecamatan Palaran Samarinda.

“Pasangan lesbi ini juga turut mendampingi korban saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda,” tuturnya.

Saat korban ditangani tim medis IGD. Pelaku ketakutan dan meninggalkan MS, pasangannya sendirian di rumah sakit bersama Arjuna.

“Dia (pelaku) pergi tidak bertanggung jawab hingga me-non aktifkan handphone miliknya,” jelasnya.
Akhirnya kasus ini diketahui nenek korban bernama Intan Nursidah (44) dan melaporkannya ke Polsek Sanga-Sanga.

Aparat kepolisian, langsung melakukan pengembangan dan akhirnya memperoleh bukti yang cukup untuk menetapkan SA sebagai tersangka.

Barang bukti diamankan di antaranya satu buah ikat pinggang terbuat dari kulit warna coklat. Satu buah gantungan baju dari bahan plastik dalam kondisi patah, satu buah sepatu cat warna abu-abu putih dan hasil visum dari rumah sakit.
“Pelaku akan dikenakan pasal 80 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Ipu
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Kekerasan terhadap anakKriminalpenganiayaan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kesultanan Kutai
News

Tepis Kepemilikan Lokasi IKN sebagai Tanah Negara, Kerabat Kesultanan Kutai Hadirkan Bukti-Bukti Baru

By
akurasi 2019
Buntut Gaji Tak Dibayar, Eks Guru Bakar Sekolah di Garut
HeadlinePeristiwa

Buntut Gaji Tak Dibayar, Eks Guru Bakar Sekolah di Garut

By
akurasi 2019
Komisi III DPR Akan Panggil Polri dan KontraS Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
HeadlinePeristiwa

Komisi III DPR Akan Panggil Polri dan KontraS Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

By
Wili Wili
Polemik Donasi Agus Salim Senilai Rp 1,3 Miliar Berakhir: Dialihkan ke Korban Bencana di Lewotobi, NTT
PeristiwaTrending

Polemik Donasi Agus Salim Senilai Rp 1,3 Miliar Berakhir: Dialihkan ke Korban Bencana di Lewotobi, NTT

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?