By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Pencairan ADD di Kutim Mandek, Pemdes Banyak yang Tidak Melek Siskeudes?
News

Pencairan ADD di Kutim Mandek, Pemdes Banyak yang Tidak Melek Siskeudes?

akurasi 2019
Last updated: September 2, 2019 10:33 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bullang saat diwawancarai awak media soal banyaknya desa yang tidak bisa mencairkan ADD. (Istimewa)
SHARE
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bullang saat diwawancarai awak media soal banyaknya desa yang tidak bisa mencairkan ADD. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Perkembangan teknologi dan informasi saat ini ternyata tidak melulu membuat pemerintah desa (pemdes) lantas dengan mudah memanfaatkannya. Utamanya dalam penyusunan laporan keuangan yang ada di desa. Contohnya seperti yang banyak dialami pemdes di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sejak setahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim diketahui sedang mengembangkan sistem pelaporan dan pencairan keuangan berbasis teknologi, yakni melalui aplikasi sistem keuangan dana desa (Siskeudes) dengan tujuan mempercepat pelaporan penggunaan alokasi dana desa (ADD).

Hanya saja, keinginan Pemkab Kutim tersebut tidak langsung mampu dijawab cepat para pemdes. Buktinya, pada tahap pertama pencairan ADD 2019, hanya ada sembilan desa yang mampu mencairkan dana tersebut dengan memanfaatkan pelaporan Siskeudes.

Sedangkan pada tahap kedua di tahun yang sama, jumlah desa yang dapat mencairkan ADD sedikit lebih banyak, yakni 68 desa dari total 141 desa yang ada di Kutim. Banyaknya perangkat desa yang tidak memahami sistem pelaporan Siskeudes menjadi kendala. Informasi itu disampaikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim perihal masih banyaknya pemdes yang belum dapat mencairkan ADD, setelah diterapkannya Siskeudes.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengakui, penerapan Siskeudes memang masih menjadi kendala bagi pemdes. Ketidakpahaman perangkat desa terhadap aplikasi itu membuat proses pencairan ADD menjadi terlambat.

“Banyak aparatur desa yang belum cakap menggunakan aplikasi Siskeudes sehingga proses pencairan terkendala. Dari 141 desa di Kutim, baru 68 desa yang sudah menyelesaikan pelaporan. Artinya, masih ada sekitar 73 desa yang belum bisa mencairkan ADD (tahap kedua),” kata dia, Senin (2/9/19).

Penerapan Siskeudes diakui Kasmidi tidak hanya menjadi kendala bagi para pemdes di Kutim. Menurutnya, kondisi serupa juga banyak terjadi di kabupaten lainnya, baik di Kaltim maupun di daerah lainnya di luar Kaltim.

Persoalan itu bagi Kasmidi menjadi pekerjaan rumah yang akan diselesaikan Pemkab Kutim. Secara berkala, Pemkab Kutim melalui dinas terkait akan memberikan pemahaman kepada setiap perangkat desa agar dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan baik.

“Penggunaan Siskeudes ini memang masih baru. Setiap aparatur desa mesti proaktif untuk mempelajari aplikasi tersebut, agar proses pencairan ADD dapat dilakukan, sehingga tidak ada pembangunan yang terhambat hanya karena persoalan itu,” seru dia.

Politisi Partai Golkar ini menyebut, salah satu bentuk ketidakpahaman perangkat desa terhadap penggunaan Siskeudes yakni masih banyaknya ditemukan kesalahan input kode rekening. Padahal, pelatihan dan pembinaan terkait tata cara penggunaan Siskeudes telah diberikan pemerintah.

Apabila hal yang demikian masih terjadi di tahap pencairan selanjutan, maka kemungkinan besar bakal berdampak terhadap penyelenggaraan pembangunan di desa. “Saya mengimbau agar aparatur desa proaktif menjemput dana desa yang sudah disediakan, agar pembangunan berjalan lancar,” katanya.

Kasmidi menambahkan, dia akan segera berkoordinasi dengan para pemerintah kecamatan supaya aktif memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada pemdes, khususnya untuk menyusun data anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) ke Siskeudes. “Camat kami minta segera menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#KutimADDAnggaran Dana DesaSiskeudesWakil Bupati
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Puluhan Ponsel Dicuri, Korban Merugi Ratusan Juta
Hukum & KriminalNews

Puluhan Ponsel Dicuri, Korban Merugi Ratusan Juta

By
akurasi 2019
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik

By
Wili Wili
BSU 2025 Belum Cair ke Rekening? Ini Penyebab dan Solusinya
PeristiwaTrending

BSU 2025 Belum Cair ke Rekening? Ini Penyebab dan Solusinya

By
Wili Wili
Vonis 9 Tahun Penjara untuk Karen Agustiawan dan Langkah Banding yang Akan Diambil
HeadlineHukum & Kriminal

Vonis 9 Tahun Penjara untuk Karen Agustiawan dan Langkah Banding yang Akan Diambil

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?