By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Puluhan Siswa Tak Masuk Zonasi, Dewan Layangkan Protes
News

Puluhan Siswa Tak Masuk Zonasi, Dewan Layangkan Protes

akurasi 2019
Last updated: Juli 19, 2019 10:46 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Pulahan Siswa Tak Masuk Zonasi, Dewan Layangkan Protes
Ilustrasi (Net)
SHARE
Pulahan Siswa Tak Masuk Zonasi, Dewan Layangkan Protes
Ilustrasi (Net)

Akurasi.id, Sangatta – Puluhan siswa di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), tidak masuk dalam zonasi sekolah. Alhasil, para pelajar tersebut tak dapat mendaftarkan diri di sekolah. Merasa dirugikan atas sistem itu, orang tua siswa bahu-membahu melayangkan protes pada pemerintah.

Aturan ketat dalam tahap masuk sekolah dengan sistem pendaftaran lewat jalur online atau boarding class, bina lingkungan, dan zona umum membuat 24 siswa tidak tertampung di sekolah.

Sejatinya mereka akan masuk di sekolah menengah atas (SMA). Namun di wilayah sesuai zonasi yang ditentukan pemerintah, para siswa ini tak terakomodir. Belakangan, orang tua siswa mengadukan masalah ini ke DPRD Kutim.

Tak ingin masalah ini berlarut, wakil rakyat melayangkan protes pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim. DPRD mengancam akan merekomendasikan penutupan sekolah yang tidak menampung para siswa tersebut.

Tuntutan ini didengar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kutim, Roma Malau. Pada Kamis (18/7/19), media ini menggali keterangan perempuan paruh baya tersebut.

Dikatakan Roma, kasus ini sudah dibahas dalam rapat yang digelar Disdik Kaltim bersama Disdik Kutim. Rapat dihadiri orang tua siswa serta anggota DPRD Kutim.

Dia menegaskan, kewenangan mengelola SMA tidak lagi di tangan pemerintah kabupaten/kota. Pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan SMA dilimpahkan ke Disdik provinsi.

Pulahan Siswa Tak Masuk Zonasi, Dewan Layangkan Protes
Roma Malau (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Setelah mengadakan rapat antarpemangku kepentingan, pihaknya mendapat titik terang. “Saat ini tidak ada lagi siswa yang tidak masuk sekolah. Semuanya sudah terakomodir. Khususnya 24 siswa yang sebelumnya tidak diakomodir di salah satu SMA yang ada di Kutim,” ujar Roma.

Dia memastikan, para siswa tersebut sudah terdaftar di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Kecamatan Sangatta Utara. Mereka tidak tertampung di sekolah yang menerapkan sistem full day school (FDS).

“Harapannya tahun depan, apabila bangunan sekolah sudah selesai, maka proses belajar mengajar akan kembali full day,” pintanya.

Berbeda dengan SMA, di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tidak ditemukan masalah dalam penerapan sistem zonasi. Hanya saja tahun ini tidak semua sekolah menerapkan FDS. “Ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada siswa yang tertinggal dan dapat tertampung di sekolah,” sebutnya.

Kata dia, sistem zonasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Disdik Kutim. Ke depan, Roma berharap kepala desa dan ketua RT di setiap wilayah dapat dilibatkan untuk mengkaji penempatan siswa sesuai zonasi.

“Supaya tidak ada lagi kesalahan data. Data diharapkan sesuai tempat tinggal siswa,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Polemik Sistem ZonasiSiswa tak Masuk Zonasizonasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jualan Sabu Hingga ke Kutim, Warga Samarinda Diciduk Polisi
Hukum & KriminalNews

Jualan Sabu Hingga ke Kutim, Warga Samarinda Diciduk Polisi

By
Devi Nila Sari
BGN Atur Skema MBG Selama Libur Idul Fitri, Distribusi Diganti Paket Bundling
HeadlinePeristiwa

BGN Atur Skema MBG Selama Libur Idul Fitri, Distribusi Diganti Paket Bundling

By
Wili Wili
Penangkapan Dua Oknum Polisi Pelaku Perampokan Mobil Pengisi ATM di Padang
Hukum & KriminalTrending

Penangkapan Dua Oknum Polisi Pelaku Perampokan Mobil Pengisi ATM di Padang

By
Wili Wili
Polda Jabar Tetapkan Resbob Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Terancam 10 Tahun Penjara
Hukum & KriminalTrending

Polda Jabar Tetapkan Resbob Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Terancam 10 Tahun Penjara

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?