By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam
CorakRagam

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 24, 2026 2:30 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Ilustrasi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)
SHARE

Akurasi.id – Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Suasana masjid, majelis taklim, hingga rumah-rumah dipenuhi lantunan shalawat, ceramah, dan pembacaan sirah Nabi.

Contents
  • Siapa Nabi Muhammad SAW?
  • Kapan Awal Mula Peringatan Maulid Dimulai?
  • Bagaimana Maulid Masuk ke Indonesia dan Menjadi Budaya?
  • Tujuan Utama Peringatan Maulid
  • Bagaimana Pendapat Ulama?

Namun, tahukah kamu bagaimana awal mula peringatan Maulid? Yuk kita simak sama-sam rangkumannya.

Siapa Nabi Muhammad SAW?

Sebelum masuk ke sejarah Maulid, penting mengingat sosok yang diperingati. Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 22 April 570 M. Beliau diutus Allah SWT sebagai nabi terakhir untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Selama 23 tahun berdakwah, beliau membawa ajaran Islam, Al-Qur’an, dan mencontohkan akhlak mulia yang hingga kini jadi teladan 2 miliar umat Islam.

Kapan Awal Mula Peringatan Maulid Dimulai?

Menariknya, Nabi dan para sahabat tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Tradisi Maulid baru muncul ratusan tahun kemudian.

Sejarawan mencatat 2 tonggak penting pertama kali Mulid diadakan secara resmi, yakni:

1. Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-4 Hijriyah / ke-10 Masehi.

Mereka pertama kali menggelar peringatan resmi. Tidak hanya Maulid Nabi, namun juga Maulid Ali bin Abi Thalib, Maulid Fatimah, Maulid Hasan, dan Maulid Husain.

2. Raja Muzaffar dari Irbil, Irak, Tahun 1207 M

Namun peringatan Maulid yang paling masyhur dan berpengaruh hingga sekarang adalah yang digagas oleh Raja Muzaffaruddin Abu Said Kaukaburi, penguasa Irbil di Irak, pada abad ke-7 Hijriyah / 12 Masehi.

Sekitar tahun 604 H / 1207 M, Raja Muzaffar mengadakan perayaan besar-besaran setiap Rabiul Awal. Istana dibuka untuk umum. Ada pembacaan sirah Nabi, pemberian makan, sedekah, dan hiburan. Tujuannya menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi dan menguatkan semangat jihad saat Perang Salib.

Ulama besar saat itu seperti Imam Ibnu Dihyah dan Imam As-Suyuthi mendukung peringatan ini selama isinya positif, dari dzikir, shalawat, sedekah, dan meneladani akhlak Nabi.

Bagaimana Maulid Masuk ke Indonesia dan Menjadi Budaya?

Islam masuk ke Nusantara sejak abad ke-13 melalui pedagang Gujarat dan Arab. Tradisi Maulid pun ikut masuk dan beradaptasi dengan budaya lokal. Di Indonesia, peringatan Maulid sudah ada sejak era Kesultanan.

Beberapa bentuknya, Kesultanan Demak dan Mataram menggelar “Sekaten” untuk memperingati Maulid. Ada pasar malam, gamelan Sekati, dan pengajian. Kesultanan Cirebon dan Banten mengadakan tradisi “Panjang Jimat” dan pembacaan Kitab Barzanji.

Sementara di Aceh, Minang, Banjar, ada tabligh akbar, lomba adzan, pawai shalawat, dan pembagian makanan. Hingga kini Maulid jadi tradisi yang menyatukan dakwah dengan budaya lokal.

Di Kalimantan sendiri, tradisi “Hadhrah”, “Burdah”, dan “Berjanji” sangat populer saat Maulid.

Tujuan Utama Peringatan Maulid

Ulama sepakat bahwa hukum asal Maulid adalah mubah/boleh, selama tidak ada kemungkaran di dalamnya. Tujuan utamanya ada 4, yaitu:

1. Mengingat Sirah Nabi (Perjalanan Hidup Rasulullah)

Sangat penting bagi umat Islam untuk mengenal pribadi, akhlak, dan perjuangan Rasulullah secara nyata sebagai teladan hidup.

2. Meneladani Akhlak

Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW berarti menerapkan sifat mulia seperti jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), rendah hati (tawadhu), dan penyayang dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah suri teladan utama bagi umat manusia.

3. Menumbuhkan Cinta kepada Nabi

Peringatan Maulidn jadi momen untuk menumbuhkan cinta kepada nabi dengan memperbanyak shalawat dan meneladani sunnahnya.

4. Mempererat Silaturahmi

Maulid dijadikan momen untuk berkumpul. Tidak hanya berkumpul, masyarakat juga biasanya bersedekah.

Bagaimana Pendapat Ulama?

Iya, ada ulama tidak setuju dan menyebutnya bid’ah, karena nabi dan para sahabat tidak menyontohkan. Namun, mayoritas ulama Ahlussunnah seperti Imam As-Suyuthi, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi memperbolehkannya. Dengan syarat isinya kebaikan, tidak berlebihan, dan tidak meyakini wajib. Sementara, sebagian ulama menganggap ini bid’ah karena tidak dicontohkan Nabi dan sahabat. Mereka menyarankan cukup dengan memperbanyak puasa Senin, karena Nabi lahir di hari Senin.

Meski berbeda, semua sepakat inti dari Maulid adalah meneladani Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar seremonial. Sejarah Maulid mengajarkan kita bahwa umat Islam dari masa ke masa selalu mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah.

Dari Irbil di Irak, Mesir, hingga ke pelosok Kalimantan, semangat yang sama yaitu rindu dan cinta kepada Nabi. Di tengah tantangan zaman, momentum Maulid bisa jadi pengingat. Bahwa solusi atas perpecahan, kekerasan, dan krisis akhlak hari ini ada pada teladan beliau.Allahumma shalli ‘ala Muhammad. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Maulid NabiNabi Muhammad SAW
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kualitas Udara Memburuk, Malaysia dan Brunei Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Akurasi.id, Jakarta - Kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan utama di…

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/08/2026)…

Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Melaju ke Final Taipei Open 2025 Usai Singkirkan Wakil Jepang
OlahragaTrending

Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Melaju ke Final Taipei Open 2025 Usai Singkirkan Wakil Jepang

By
Wili Wili
Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki Jakarta, 22 Juli 2024 - Instagram Nagita Slavina baru-baru ini dibanjiri hujatan dari warganet setelah postingan yang menunjukkan Wanda Hara mengenakan cadar saat mengikuti kajian bersama Ustadz Hanan Attaki. Dalam unggahan tersebut, banyak netizen menilai bahwa Nagita Slavina seharusnya mengingatkan Wanda Hara untuk tidak mengenakan cadar dalam acara tersebut. Reaksi Warganet dan Wanda Hara Komentar negatif membanjiri kolom komentar Instagram istri Raffi Ahmad ini. Beberapa netizen merasa kecewa karena melihat Wanda Hara, seorang pria, mengenakan cadar saat mengikuti kajian. "Bersahabat dengan siapapun silahkan. Tapi kalau sudah menormalisasi penyimpangan dengan alasan urus diri dan dosa masing-masing itu salah banget sih... padahal baru pulang haji lho, sedih aja sih liatnya," tulis akun @ka*****. "Mba Gigi dan yang lain emang gak ngingetin? Agak lain emang," tulis akun @se*****. "Gunanya teman adalah untuk saling mengingatkan. Kalau nggak gitu, kayaknya jangan berteman aja malu pak haji bu haji, coba tanya anaknya cowok boleh nggak kayak si WH ini?" tulis akun @ng****. "Plis mbak, jangan menormalisasikan penyimpangan, ini kajian loh bukan karnaval," tulis akun @ba****. Wanda Hara sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, ia telah membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya @wanda_haraa setelah insiden tersebut. Dalam beberapa unggahan Instagram Story, Wanda masih terlihat menjalani aktivitas sehari-harinya, termasuk berolahraga bersama Nagita Slavina, Raffi Ahmad, dan teman-temannya. Panitia dan Nikita Mirzani Sentil Nagita Slavina Panitia acara kajian Ustadz Hanan Attaki pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram @ayah_amanah pada Minggu (22/7/2024). "Menanggapi yang sedang viral, mohon maaf ketika acara berlangsung, kami sebagai panitia dan Ustadz Hanan Attaki tidak mengetahui siapa yang ada di balik cadar. Kami baru tahu jika sosok tersebut adalah laki-laki setelah viral," tulis akun tersebut. Panitia juga berjanji akan lebih selektif dalam proses registrasi peserta untuk acara-acara mendatang. "Terima kasih masukannya teman-teman, menjadi evaluasi untuk kami agar bisa lebih selektif lagi dalam proses registrasi peserta," jelasnya. Nikita Mirzani turut memberikan kritik kepada Nagita Slavina atas kejadian ini. Dalam Instagram Story-nya, Nikita menyayangkan bahwa Nagita tidak memberikan saran kepada Wanda Hara, mengingat Wanda adalah seorang pria. "Yang nggak gue habis pikir itu adalah kenapa si Wanda ini bisa bercadar. Berarti kan teman-teman di sekelilingnya itu mensupport. Kalau nggak mensupport, nggak mungkin si Wanda Hara ini ada di tengah-tengah perempuan," jelas Nikita Mirzani. Nikita juga menambahkan bahwa teman-teman Wanda seharusnya bisa lebih peka dan memberi tahu Wanda untuk tidak mengenakan cadar dalam kajian tersebut. "Sesederhana itu ya," tambahnya. Profil Wanda Hara Wanda Hara adalah seorang stylist terkenal di kalangan artis. Dia pernah bekerja di sebuah majalah perempuan di Jakarta dan mulai menekuni dunia fashion sejak tahun 2006. Meski awalnya ingin menjadi makeup artist, Wanda lebih senang dengan tata busana. Kini, Wanda kerap menangani gaya busana artis papan atas dan sering berbagi momen bersama selebritas di Instagram pribadinya @wanda_haraa. Tags: Nagita Slavina, Wanda Hara, Ustadz Hanan Attaki, Instagram, Kritik Warganet, Cadar, Nikita Mirzani, Kajian Islam Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki Jakarta, 22 Juli 2024 - Instagram Nagita Slavina baru-baru ini dibanjiri hujatan dari warganet setelah postingan yang menunjukkan Wanda Hara mengenakan cadar saat mengikuti kajian bersama Ustadz Hanan Attaki. Dalam unggahan tersebut, banyak netizen menilai bahwa Nagita Slavina seharusnya mengingatkan Wanda Hara untuk tidak mengenakan cadar dalam acara tersebut. Reaksi Warganet dan Wanda Hara Komentar negatif membanjiri kolom komentar Instagram istri Raffi Ahmad ini. Beberapa netizen merasa kecewa karena melihat Wanda Hara, seorang pria, mengenakan cadar saat mengikuti kajian. "Bersahabat dengan siapapun silahkan. Tapi kalau sudah menormalisasi penyimpangan dengan alasan urus diri dan dosa masing-masing itu salah banget sih... padahal baru pulang haji lho, sedih aja sih liatnya," tulis akun @ka*****. "Mba Gigi dan yang lain emang gak ngingetin? Agak lain emang," tulis akun @se*****. "Gunanya teman adalah untuk saling mengingatkan. Kalau nggak gitu, kayaknya jangan berteman aja malu pak haji bu haji, coba tanya anaknya cowok boleh nggak kayak si WH ini?" tulis akun @ng****. "Plis mbak, jangan menormalisasikan penyimpangan, ini kajian loh bukan karnaval," tulis akun @ba****. Wanda Hara sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, ia telah membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya @wanda_haraa setelah insiden tersebut. Dalam beberapa unggahan Instagram Story, Wanda masih terlihat menjalani aktivitas sehari-harinya, termasuk berolahraga bersama Nagita Slavina, Raffi Ahmad, dan teman-temannya. Panitia dan Nikita Mirzani Sentil Nagita Slavina Panitia acara kajian Ustadz Hanan Attaki pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram @ayah_amanah pada Minggu (22/7/2024). "Menanggapi yang sedang viral, mohon maaf ketika acara berlangsung, kami sebagai panitia dan Ustadz Hanan Attaki tidak mengetahui siapa yang ada di balik cadar. Kami baru tahu jika sosok tersebut adalah laki-laki setelah viral," tulis akun tersebut. Panitia juga berjanji akan lebih selektif dalam proses registrasi peserta untuk acara-acara mendatang. "Terima kasih masukannya teman-teman, menjadi evaluasi untuk kami agar bisa lebih selektif lagi dalam proses registrasi peserta," jelasnya. Nikita Mirzani turut memberikan kritik kepada Nagita Slavina atas kejadian ini. Dalam Instagram Story-nya, Nikita menyayangkan bahwa Nagita tidak memberikan saran kepada Wanda Hara, mengingat Wanda adalah seorang pria. "Yang nggak gue habis pikir itu adalah kenapa si Wanda ini bisa bercadar. Berarti kan teman-teman di sekelilingnya itu mensupport. Kalau nggak mensupport, nggak mungkin si Wanda Hara ini ada di tengah-tengah perempuan," jelas Nikita Mirzani. Nikita juga menambahkan bahwa teman-teman Wanda seharusnya bisa lebih peka dan memberi tahu Wanda untuk tidak mengenakan cadar dalam kajian tersebut. "Sesederhana itu ya," tambahnya. Profil Wanda Hara Wanda Hara adalah seorang stylist terkenal di kalangan artis. Dia pernah bekerja di sebuah majalah perempuan di Jakarta dan mulai menekuni dunia fashion sejak tahun 2006. Meski awalnya ingin menjadi makeup artist, Wanda lebih senang dengan tata busana. Kini, Wanda kerap menangani gaya busana artis papan atas dan sering berbagi momen bersama selebritas di Instagram pribadinya @wanda_haraa. Tags: Nagita Slavina, Wanda Hara, Ustadz Hanan Attaki, Instagram, Kritik Warganet, Cadar, Nikita Mirzani, Kajian Islam Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki
SelebritisTrending

Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki

By
Wili Wili
Trump Puji Prabowo di KTT Gaza Peace Summit: Luar Biasa, Kerja Bagus
HeadlineKabar Politik

Trump Puji Prabowo di KTT Gaza Peace Summit: Luar Biasa, Kerja Bagus

By
Wili Wili
Aturan Terbaru PPh, Menkeu Sri Mulyani Tetapkan Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5 Persen
BirokrasiHeadlineRagam

Aturan Terbaru PPh, Menkeu Sri Mulyani Tetapkan Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5 Persen

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?