
![]()
Akurasi.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mendorong lahirnya inovasi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menghadirkan makanan berkualitas tinggi dengan harga tetap terjangkau.
Dadan menekankan pentingnya kolaborasi antara ahli gizi dan koki profesional untuk menciptakan menu khas MBG yang tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga memiliki kualitas setara hidangan kelas atas.
“Saya berharap suatu hari muncul inovasi makanan dari ahli gizi dan chef profesional sehingga tercipta menu khas MBG dengan kualitas sekelas bintang lima, namun tetap menggunakan bahan baku sekitar Rp10.000,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Inovasi Menu Jadi Kunci Selama Ramadan
Menurut Dadan, inovasi produk menjadi semakin penting terutama selama bulan Ramadan. Pada periode ini, makanan tidak hanya dituntut bergizi dan segar, tetapi juga harus memiliki daya tahan lebih lama.
Ia menyebut tantangan tersebut membutuhkan solusi kreatif agar kualitas makanan tetap terjaga meski didistribusikan dalam skala besar.
“Inovasi produk ini penting, terutama saat Ramadan, di mana makanan harus berkualitas tinggi, fresh, namun juga tahan lama,” katanya.
Lonjakan SPPG dan Tantangan Kualitas
Dadan juga menyoroti pertumbuhan signifikan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam satu tahun terakhir, jumlahnya melonjak dari sekitar 1.000 unit menjadi sekitar 25.000 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, peningkatan skala tersebut membawa tantangan besar dalam menjaga konsistensi kualitas layanan. Meski terdapat sejumlah kecil SPPG yang menjadi sorotan publik, ia menilai hal itu masih wajar jika dibandingkan dengan total unit yang beroperasi.
“Jika ada 62 kasus yang viral dari 25.000 unit, secara persentase sebenarnya kecil. Namun, hal itu yang menjadi perhatian masyarakat,” jelasnya.
Evaluasi dan Perbaikan Terus Dilakukan
BGN memastikan evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara internal guna menjaga kualitas layanan MBG tetap merata di seluruh daerah.
“Kita harus terus melakukan perbaikan agar kualitas merata dan tidak ada SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Dadan menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









