By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026
PeristiwaTrending

BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026

Wili Wili
Last updated: Januari 21, 2026 2:36 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari 2026. Foto: Getty Images.
SHARE

Akurasi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Peningkatan aktivitas atmosfer ini berpotensi memicu hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“Gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak,” kata Faisal dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak peningkatan intensitas hujan meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Peningkatan curah hujan diperkirakan terjadi hingga menjelang akhir Januari 2026.

Faisal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Menurutnya, kesiapsiagaan dan pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana.

“Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, tetapi dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca dalam sepekan ke depan. Salah satunya adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.

“Saat ini terpantau Bibit Siklon Tropis 97S dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara sekitar 1001 hPa,” kata Andri.

Pergerakan sistem 97S ke arah barat berpotensi memperkuat pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga wilayah Nusa Tenggara. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Selain itu, Monsun Asia juga terpantau menguat hingga 23 Januari 2026, disertai seruakan dingin (cold surge) yang signifikan dari daratan Asia. Fenomena ini meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa.

BMKG juga menyebut kombinasi Bibit Siklon 97S, Monsun Asia, serta aktivitas gelombang atmosfer menjadi faktor utama pemicu cuaca ekstrem. Informasi tersebut turut disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg.

BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara cepat, serta terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs web resmi BMKG, dan kanal media sosial resmi.

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengingatkan pentingnya langkah antisipatif, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:akhir Januari 2026BanjirBibit Siklon 97SBMKGCuaca Ekstremcuaca IndonesiaHujan lebatMonsun Asiaprakiraan cuacatanah longsor
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gregoria Mariska Tunjung Melaju ke Final Kumamoto Masters 2025 Usai Taklukkan Chiu Pin Chian
OlahragaTrending

Gregoria Mariska Tunjung Melaju ke Final Kumamoto Masters 2025 Usai Taklukkan Chiu Pin Chian

By
Wili Wili
Jadi Incaran Para Siswa, Ini 10 Peringkat SMA Terbaik di Kaltim Berdasarkan Hasil Pendataan LTMPT
Trending

Jadi Incaran Para Siswa, Ini 10 Peringkat SMA Terbaik di Kaltim Berdasarkan Hasil Pendataan LTMPT

By
Devi Nila Sari
Consumer Electronics Show (CES) 2024: Arena Pertarungan Teknologi Terpanas di Dunia
Covered StoryTrending

Consumer Electronics Show (CES) 2024: Arena Pertarungan Teknologi Terpanas di Dunia

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Turun Rp40.000, Kini Rp2.878.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Turun Rp40.000, Kini Rp2.878.000 per Gram

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?