By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Titiek Soeharto ke Mentan: Indonesia Masih Impor 2,6 Juta Ton Kedelai, Swasembada Harus Jadi Prioritas
HeadlineKabar Politik

Titiek Soeharto ke Mentan: Indonesia Masih Impor 2,6 Juta Ton Kedelai, Swasembada Harus Jadi Prioritas

Wili Wili
Last updated: November 24, 2025 4:41 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Titiek Soeharto ke Mentan: Indonesia Masih Impor 2,6 Juta Ton Kedelai, Swasembada Harus Jadi Prioritas
Titiek Soeharto ke Mentan: Indonesia Masih Impor 2,6 Juta Ton Kedelai, Swasembada Harus Jadi Prioritas. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menyoroti rendahnya produksi kedelai nasional yang masih jauh dari kebutuhan dalam negeri. Dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR, Senin (24/11/2025),

Titiek menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan konsumsi tahu dan tempe tinggi seharusnya mampu memenuhi kebutuhan kedelai tanpa mengandalkan impor besar-besaran.

Menurut Titiek, kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,9 juta ton per tahun. Namun produksi dalam negeri hanya berkisar 300.000 hingga 400.000 ton, sementara impor mencapai 2,6 juta ton.

“Kita bangsa pemakan tahu tempe, mustinya kedelai jadi prioritas. Produksi kita hanya 300 ribu hingga 400 ribu ton, sementara impor 2,6 juta ton. Itu triliunan rupiah,” tegas Titiek.

Ia mengapresiasi capaian Kementerian Pertanian yang berhasil mempercepat target swasembada beras dan jagung tahun ini, namun menilai kedelai tidak boleh dilupakan. Titiek mendesak agar program peningkatan produksi kedelai kembali dihidupkan, termasuk program Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) yang sebelumnya dijalankan pemerintah.

Titiek juga mengingatkan komitmen Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai target swasembada pangan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi lahan, penguatan irigasi, penyediaan benih unggul, pupuk subsidi, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian untuk mendukung percepatan swasembada.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan progres percepatan swasembada pangan yang dicapai hanya dalam satu tahun. Hal ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.

Titiek memberikan apresiasi khusus kepada Polri atas program-program yang dinilai berdampak langsung terhadap penguatan sektor pertanian. Beberapa program tersebut meliputi pemanfaatan lahan produktif, pengawasan distribusi bantuan pertanian, rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus, pengembangan bibit unggul dan pupuk, pembangunan gudang pangan, serta pendampingan teknis budidaya jagung.

Hingga Oktober 2025, Gugus Tugas Polri telah membantu petani menanam jagung di lahan seluas 559.703 hektare dengan total panen mencapai 2,8 juta ton, dan ditargetkan menembus 4 juta ton hingga akhir tahun. Bulog telah menyerap lebih dari 88.000 ton jagung dari petani binaan Polri.

Kolaborasi lintas sektor juga dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Titiek menegaskan bahwa swasembada tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak, melainkan memerlukan kerja sama pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pelaku usaha, serta petani.

“Keberhasilan swasembada menuntut kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Kunci keberhasilan adalah kolaborasi untuk hasil yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Titiek.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Amran Sulaimanberasimpor kedelaijagungKedelaiKementerian PertanianKetahanan panganPajalePolriPrabowo SubiantoSwasembada PanganTitiek SoehartoTNI
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tambang ilegal di Tahura Bukit Suharto, Kukar, digrebek - Akurasi.id
HeadlineHukum & Kriminal

Tambang Ilegal di Tahura Digrebek, Ringkus 7 Tersangka dan 3 Eksavator

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Sengketa Resmi Milik Aceh, Polemik dengan Sumut Selesai
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Sengketa Resmi Milik Aceh, Polemik dengan Sumut Selesai

By
Wili Wili
Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1446 H: Kebijakan Baru dan Respons Beragam
HeadlinePeristiwa

Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1446 H: Kebijakan Baru dan Respons Beragam

By
Wili Wili
mahyunadi ordiansyah
Kabar PolitikTrending

Demokrat dan PDI Perjuangan Beri Isyarat Koalisi Mahyunadi-Ordiansyah di Pilkada Kutim 2020

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?