By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Destinasi > Travel Blogger Gagal Terbangkan Drone di Komodo Meski Sudah Bayar Rp2 Juta, Sistem Perizinan Dipertanyakan
DestinasiTrending

Travel Blogger Gagal Terbangkan Drone di Komodo Meski Sudah Bayar Rp2 Juta, Sistem Perizinan Dipertanyakan

Wili Wili
Last updated: Juli 31, 2025 5:24 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Travel Blogger Gagal Terbangkan Drone di Komodo Meski Sudah Bayar Rp2 Juta, Sistem Perizinan Dipertanyakan
Travel Blogger Gagal Terbangkan Drone di Komodo Meski Sudah Bayar Rp2 Juta, Sistem Perizinan Dipertanyakan. Foto: Ist.
SHARE

Labuan Bajo, Akurasi.id – Seorang travel blogger mengalami kekecewaan mendalam saat mengunjungi kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, meski sudah membayar Rp2 juta untuk tiket drone melalui aplikasi resmi SiOra, ia tidak diizinkan menerbangkan perangkat tersebut lantaran belum memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) yang merupakan syarat utama bagi wisatawan yang hendak melakukan aktivitas khusus di wilayah konservasi.

Blogger bernama Harival Zayuka menceritakan bahwa dirinya sudah merencanakan dengan matang pengambilan gambar menggunakan drone untuk konten blog perjalanannya. Ia melakukan pembayaran resmi melalui aplikasi SiOra yang memang menyediakan opsi “Drone Operation Fee”. Namun sesampainya di lokasi, ia ditolak oleh petugas lapangan karena belum mengantongi SIMAKSI yang semestinya diurus sebelum melakukan penerbangan drone.

Uangnya sudah dibayar, tapi begitu sampai lokasi, ranger bilang saya tidak boleh terbang. Momen sunset pun hilang, dan uangnya tidak bisa dikembalikan,” ujar Harival kepada wartawan, Kamis (31/7).

Masalahnya terletak pada sistem aplikasi SiOra yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem verifikasi perizinan konservasi. Aplikasi tersebut tetap memungkinkan wisatawan membayar tarif drone tanpa adanya verifikasi otomatis terhadap status SIMAKSI yang diwajibkan. Hal ini menyebabkan banyak pengguna tidak sadar bahwa mereka masih belum memenuhi semua persyaratan legal.

Pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) pun memberikan klarifikasi bahwa SIMAKSI adalah dokumen resmi yang wajib dimiliki sebelum melakukan aktivitas seperti mendaki, riset, dokumentasi profesional, atau menerbangkan drone. Tanpa dokumen tersebut, aktivitas apa pun yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem TNK tidak diizinkan, meskipun pengguna telah membayar biaya melalui aplikasi.

Petugas kami hanya menjalankan peraturan yang berlaku. Pembayaran Drone Operation Fee bukanlah pengganti SIMAKSI. Itu dua hal berbeda,” ungkap seorang pejabat dari BTNK.

Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan adanya celah dalam sistem pelayanan digital pariwisata, terutama di kawasan konservasi seperti TNK yang memiliki regulasi ketat. Sistem SiOra dinilai perlu ditingkatkan agar lebih ramah pengguna dan mampu mencegah miskomunikasi terkait perizinan.

Harival menyayangkan kurangnya informasi yang jelas di aplikasi, serta tidak adanya peringatan atau mekanisme refund jika izin tidak diterbitkan. Ia berharap sistem bisa diperbarui agar kejadian serupa tidak terulang pada wisatawan lain.

Ini bukan soal uangnya saja, tapi soal waktu dan kesempatan yang hilang. Saya jauh-jauh ke sini untuk ambil gambar terbaik, tapi malah dilarang. Seharusnya aplikasinya kasih tahu dulu soal SIMAKSI,” tambah Harival.

Permasalahan ini membuka diskusi tentang pentingnya sinkronisasi antar sistem digital pariwisata dan konservasi, demi meningkatkan transparansi, pengalaman wisata yang adil, dan perlindungan ekosistem secara bersamaan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jalan Panjang Sengketa SMA 10 Melati Kian Memanas, Hadi Mulyadi Minta Semua Pihak Berkepala Dingin
Trending

Jalan Panjang Sengketa SMA 10 Melati Kian Memanas, Hadi Mulyadi Minta Semua Pihak Berkepala Dingin

By
Devi Nila Sari
Ledakan Pipa Gas di PT Pertamina EP Subang Lukai 2 Karyawan, Ini Kronologinya
PeristiwaTrending

Ledakan Pipa Gas di PT Pertamina EP Subang Lukai 2 Karyawan, Ini Kronologinya

By
Wili Wili
Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran
HeadlineTrending

Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran

By
Devi Nila Sari
Disebut Kemunduran Demokrasi, Delapan Parpol Tolak Pemilu Proporsional Tertutup
HeadlineKabar PolitikRagamTrending

Dianggap Kemunduran Demokrasi, Delapan Parpol Tolak Pemilu Proporsional Tertutup

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?