By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Dikhawatirkan Picu Inflasi dan Kurangi Penumpang
PeristiwaTrending

Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Dikhawatirkan Picu Inflasi dan Kurangi Penumpang

Wili Wili
Last updated: Juli 1, 2025 2:29 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Dikhawatirkan Picu Inflasi dan Kurangi Penumpang
Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen Dikhawatirkan Picu Inflasi dan Kurangi Penumpang. Foto: Shutter.
SHARE

Akurasi.id – Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Igun Wicaksono, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkaji ulang rencana kenaikan tarif ojek online (ojol) sebesar 8 hingga 15 persen. Menurutnya, kebijakan ini justru akan membebani pelanggan dan berdampak pada kesejahteraan pengemudi.

“Potongan biaya aplikasi jangan dialihkan dengan menaikkan tarif karena akan membebani para pelanggan,” kata Igun kepada Tempo, Selasa, 1 Juli 2025.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan rencana kenaikan tarif ojol saat rapat bersama Komisi V DPR pada Senin, 30 Juni 2025. Kenaikan tersebut diklaim telah disetujui pihak aplikator dan akan bervariasi sesuai zona wilayah.

Igun menilai, kenaikan tarif ojol bisa mendorong inflasi, terutama pada sektor transportasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu, pelanggan dapat beralih ke moda transportasi lain, sehingga orderan pengemudi ojol menurun. “Artinya, kenaikan tarif belum akan menyelesaikan masalah,” katanya.

Menurutnya, situasi akan berbeda jika pemerintah lebih dulu memutuskan potongan biaya aplikasi maksimal 10 persen. Kebijakan tersebut dinilai tidak akan terlalu membebani pelanggan karena dampaknya hanya pada aplikator dan pengemudi.

Igun menegaskan, Garda Indonesia tidak menolak kenaikan tarif, namun meminta Kemenhub melibatkan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi daring. Saat ini, asosiasi tetap fokus pada lima tuntutan yang diajukan kepada Menteri Perhubungan, yaitu:

  1. Hadirnya Undang-Undang Transportasi Online atau minimal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

  2. Potongan biaya aplikasi maksimal 10 persen.

  3. Diskresi tarif pengantaraan barang dan makanan.

  4. Audit investigatif komprehensif perusahaan aplikasi sesuai Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022.

  5. Penghapusan skema member, prioritas, hemat, slot, aceng, multi order, dan biaya layanan lain yang membebani pengemudi.

Jika tuntutan tak ditindaklanjuti, Igun mengancam akan melakukan aksi demonstrasi pada 21 Juli 2025, serta aksi mematikan aplikasi massal dengan target 500.000 pengemudi di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, rencana kenaikan tarif ojol juga menuai keluhan dari masyarakat. Leonardo (26), karyawan swasta asal Tangerang, menilai biaya transportasi sudah berat, apalagi jika tarif naik. Setiap bulan, ia menghabiskan hampir Rp 1 juta untuk ongkos ojol pulang pergi ke kantornya di Jakarta.

“Kalau tarif naik jadi Rp 40.000-50.000 per hari, ‘meninggal’ kantong gue sih,” kata Leonardo. Ia mengaku sulit beralih ke transportasi umum karena rumah dan kantornya tidak terhubung langsung dengan KRL, Transjakarta, MRT, atau LRT.

Hal serupa dirasakan Ani (25), warga Bekasi, yang setiap hari menggunakan ojol sejauh tujuh kilometer dari stasiun ke kantornya. Ia membayar Rp 26.000 sekali jalan. “Kalo gini caranya ya mending bawa motor pribadi, tapi ojol nanti jadi sepi,” ujarnya.

Rencana kenaikan tarif ojol ini menambah daftar tantangan ekonomi masyarakat di tengah naiknya berbagai harga kebutuhan lain dalam beberapa waktu terakhir.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:asosiasi pengemudi ojolberita transportasidemo ojolekonomi transportasiinflasi transportasikemenhubkenaikan tarif ojek onlineojol Indonesiapotongan biaya aplikasi ojolTag: tarif ojol naik
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

4 Tersangka Pengeroyokan Jurnalis dan Staf KLHK di Serang, Dua Oknum Brimob Diperiksa Propam
HeadlinePeristiwa

4 Tersangka Pengeroyokan Jurnalis dan Staf KLHK di Serang, Dua Oknum Brimob Diperiksa Propam

By
Wili Wili
Warga Samarinda Gantung Diri, Tulis Pesan di Dinding Rumah
Trending

Warga Samarinda Gantung Diri, Tulis Pesan di Dinding Rumah

By
Devi Nila Sari
KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Tambahan untuk Mudik Lebaran 2025, Puncak Keberangkatan Diprediksi Akhir Maret
PeristiwaTrending

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Tambahan untuk Mudik Lebaran 2025, Puncak Keberangkatan Diprediksi Akhir Maret

By
Wili Wili
"Newtopia: Drama Korea Terbaru Jisoo BLACKPINK dan Park Jeong Min, Tayang Perdana 7 Februari 2025"
KpopTrending

“Newtopia: Drama Korea Terbaru Jisoo BLACKPINK dan Park Jeong Min, Tayang Perdana 7 Februari 2025”

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?