By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik

Wili Wili
Last updated: April 28, 2025 3:23 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usulkan Siswa Bermasalah Dibina di Barak TNI, Menuai Kritik. Foto: Antara.
SHARE

BANDUNG, Akurasi.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggagas program pembinaan siswa bermasalah dengan membawa mereka ke barak militer mulai 2 Mei mendatang. Program ini bertujuan menggembleng karakter siswa yang terlibat pergaulan bebas dan kriminalitas di beberapa wilayah rawan, bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Dalam rencananya, sekitar 30 hingga 40 barak khusus telah disiapkan oleh TNI untuk menampung peserta program. Pemilihan siswa akan dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua, dengan prioritas kepada siswa yang sulit dibina atau terindikasi melakukan tindakan menyimpang. Setiap peserta akan mengikuti program pembinaan selama enam bulan penuh tanpa mengikuti sekolah formal.

“Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya,” ujar Dedi Mulyadi.

Namun, wacana ini mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melalui Koordinator Nasional, Ubaid Matraji, menilai pendekatan tersebut tidak tepat untuk mengatasi masalah siswa yang kurang motivasi belajar. Menurutnya, pendidikan karakter seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang lebih mendidik dan suportif, bukan melalui metode militeristik.

Senada dengan JPPI, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, juga mengingatkan agar program ini tidak mengabaikan hak dasar siswa dalam memperoleh pendidikan formal. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembinaan karakter dan pengembangan akademik siswa.

“Tanpa mengabaikan hak-hak dasar siswa untuk mendapatkan pendidikan yang menyeluruh dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa,” kata Lalu.

Lalu juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter disiplin, nasionalisme, dan kesiapan bela negara sebenarnya telah terintegrasi dalam kurikulum melalui mata pelajaran seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ia menilai, program bela negara harus lebih menekankan kesadaran cinta tanah air dan kesiapan mental-spiritual, bukan semata melalui pelatihan fisik militer.

Meskipun bertujuan baik, gagasan ini dinilai perlu dikaji lebih mendalam agar tidak bertentangan dengan prinsip pendidikan nasional dan tidak menjadi beban tambahan bagi siswa.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:barak militerBela NegaraDedi MulyadiGubernur Jawa Barathak siswaJPPIKomisi X DPRpendidikan formalPendidikan Indonesiapendidikan karakterPKNPolriprogram pembinaan siswasiswa bermasalahTNI
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pengunjung Nekat Turun dari Mobil di Taman Safari Bogor, Kena Sanksi Larangan Berkunjung
PeristiwaTrending

Pengunjung Nekat Turun dari Mobil di Taman Safari Bogor, Kena Sanksi Larangan Berkunjung

By
Wili Wili
Misteri Pagar Laut Sepanjang 30,16 Km di Tangerang: Ganggu Nelayan dan Picu Spekulasi
PeristiwaTrending

Misteri Pagar Laut Sepanjang 30,16 Km di Tangerang: Ganggu Nelayan dan Picu Spekulasi

By
Wili Wili
Tak Kuat Tahan Nafsu, Bocah 10 Tahun di Kukar Dicabuli Pria Paruh Baya
HeadlineHukum & KriminalNews

Tak Kuat Tahan Nafsu, Bocah 10 Tahun di Kukar Dicabuli Pria Paruh Baya

By
Devi Nila Sari
Kritik Program Uji Coba Makan Siang Gratis: Langkah Terburu-buru Pemerintah?
HeadlineTrending

Kritik Program Uji Coba Makan Siang Gratis: Langkah Terburu-buru Pemerintah?

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?