By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Banjir dan Longsor di Sukabumi: 4.500 Jiwa Terdampak, 5 Orang Tewas
PeristiwaTrending

Banjir dan Longsor di Sukabumi: 4.500 Jiwa Terdampak, 5 Orang Tewas

Wili Wili
Last updated: Maret 10, 2025 3:34 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Banjir dan Longsor di Sukabumi: 4.500 Jiwa Terdampak, 5 Orang Tewas
Banjir dan Longsor di Sukabumi: 4.500 Jiwa Terdampak, 5 Orang Tewas. Foto: Antara.
SHARE

Sukabumi, Akurasi.id – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga dan infrastruktur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merampungkan pendataan kerusakan akibat bencana ini, yang meliputi ratusan rumah dan puluhan infrastruktur terdampak.

Data Kerusakan dan Korban Berdasarkan laporan BNPB, jumlah rumah yang mengalami kerusakan tercatat sebagai berikut:

  • 150 unit rumah rusak ringan
  • 110 unit rumah rusak sedang
  • 95 unit rumah rusak berat

Sementara itu, infrastruktur yang mengalami kerusakan meliputi:

  • 3 unit jembatan rusak sedang
  • 3 unit jembatan rusak berat
  • 1 sarana kesehatan rusak sedang
  • 27 titik jalan terdampak
  • 16 titik jembatan penghubung antardesa terdampak

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat bahwa bencana ini berdampak pada 4.500 jiwa dengan 1.424 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal atau harus mengungsi. Dari jumlah tersebut, 83 KK atau 246 jiwa mengungsi, sementara 142 KK atau 474 jiwa lainnya berada dalam kondisi terancam jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Korban Jiwa dan Pencarian Korban Hilang Bencana ini merenggut lima korban jiwa, yaitu:

  • Eneng Santi (40) – Palabuhanratu
  • Siti Nurul Awalia (8) – Palabuhanratu
  • Nendi Saputra (7) – Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan
  • Ooy (69) – Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan
  • Yayar (70) – Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan

Selain itu, empat warga masih dinyatakan hilang, terdiri dari satu anak dan tiga orang dewasa. Upaya pencarian oleh tim SAR gabungan terus dilakukan di titik-titik longsor yang tersebar di Kecamatan Lengkong dan Simpenan.

Tanggap Darurat dan Bantuan Logistik BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengaktifkan tiga posko darurat untuk mempercepat upaya tanggap darurat dan pemulihan, yaitu:

  1. Posko utama di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sukabumi
  2. Posko lapangan di Pelabuhan Ratu
  3. Posko logistik di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi

Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi makanan siap saji, air mineral, selimut, matras, alat kebersihan, dan hygiene kit. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan yang tertutup material longsor, termasuk akses antara Desa Babakan dan Wareng di Kecamatan Simpenan yang hingga kini masih terputus.

Kondisi Terkini dan Langkah Selanjutnya Saat ini, banjir yang merendam belasan desa di 22 kecamatan telah surut. Namun, tiga kecamatan masih dalam status tanggap darurat, yaitu Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.

Pemerintah daerah dan BNPB terus melakukan pemantauan serta evaluasi dampak bencana untuk menentukan langkah selanjutnya dalam pemulihan wilayah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy


 

TAGGED:banjir sukabumiBencana AlambnpbBPBD Sukabumihujan derasinfrastruktur rusakKorban Banjirlongsor sukabumiPencarian KorbanTanggap Darurat
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bezzecchi Dihukum di MotoGP Australia Usai Tabrak Marc Marquez di Mandalika
OlahragaTrending

Bezzecchi Dihukum di MotoGP Australia Usai Tabrak Marc Marquez di Mandalika

By
Wili Wili
Kemenkeu Bakal Pungut Pajak Pendidikan, Ini Rinciannya
Trending

Kemenkeu Bakal Pungut Pajak Pendidikan, Ini Rinciannya

By
akurasi 2019
Misteri Hilangnya Boeing 727-200 yang Dicuri di Angola Masih Belum Terpecahkan Setelah Dua Dekade
PeristiwaTrending

Misteri Hilangnya Boeing 727-200 yang Dicuri di Angola Masih Belum Terpecahkan Setelah Dua Dekade

By
Wili Wili
Polisi Tahan Dokter Richard Lee
PeristiwaTrending

Polisi Tahan Dokter Richard Lee

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?