By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya
HeadlineKabar Politik

Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya

Wili Wili
Last updated: Januari 5, 2025 9:47 am
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya
Doxing Peneliti ICW dan Nominasi Jokowi sebagai Tokoh Korup Terbesar 2024: Kontroversi dan Dampaknya. Foto: Tempo.
SHARE

Akurasi.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) menghadapi serangan digital berupa doxing setelah mempublikasikan hasil analisis yang memperkuat kesimpulan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang menominasikan Presiden Joko Widodo sebagai tokoh korup dan terlibat kejahatan terorganisasi pada 2024. Serangan ini mengekspos data pribadi peneliti ICW, termasuk nama, alamat, nomor KTP, dan informasi sensitif lainnya, yang tersebar melalui media sosial oleh akun Instagram @volt_anonym dan diunggah ulang di X (sebelumnya Twitter) oleh akun @MurtadhaOne1.

Terkait serangan ini, ICW menganggapnya sebagai bentuk intimidasi untuk membungkam suara kritis terhadap pemerintahan. Koordinator Kampanye Publik ICW, Tibiko Zabar Pradano, menyebut serangan ini terkait dengan respons ICW terhadap rilis OCCRP, yang menyoroti dugaan korupsi dalam pemerintahan Jokowi. Agus Sunaryanto, Koordinator ICW, menganggap doxing tersebut melanggar UU Pelindungan Data Pribadi dan menyoroti bahaya yang ditimbulkan terhadap keselamatan peneliti.

Sementara itu, di tingkat internasional, OCCRP memberikan penghargaan “Person of the Year in Organized Crime and Corruption” kepada Presiden Suriah yang digulingkan, Bashar al-Assad, dan menominasikan Jokowi bersama beberapa tokoh internasional lainnya, seperti Presiden Kenya William Ruto dan Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu. Meskipun OCCRP tidak menemukan bukti langsung terkait korupsi Jokowi, laporan tersebut mengungkapkan kritik terhadap kebijakan pemerintahannya, terutama terkait pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan institusi pemilu.

Jokowi membantah tuduhan ini dan menegaskan bahwa kritik tersebut tidak disertai bukti konkret, bahkan menganggapnya sebagai fitnah yang berpotensi bermuatan politik. Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, juga membela kinerja Jokowi dalam pemberantasan korupsi dan pembangunan Indonesia. Namun, akademikus dan ahli anti-korupsi seperti Totok Dwi Diantoro menilai bahwa dalam era pemerintahan Jokowi, terdapat fenomena pelemahan KPK yang sistematis dan penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Kasus ini mengundang diskusi luas mengenai efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia dan dampak serangan digital terhadap kebebasan berpendapat. Penegak hukum Indonesia, seperti Ketua KPK Setyo Budianto, menekankan pentingnya bukti yang jelas untuk memulai proses hukum terhadap Jokowi. Sementara itu, lembaga-lembaga internasional terus mengawasi dugaan korupsi dan dampaknya terhadap demokrasi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:doxingICWIndonesiaJoko WidodoJokowikebebasan berbicarakorupsiKPKlaporan OCCRPMedia sosialOCCRPPemberantasan KorupsiPolitik
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Mentan dan Kasus Dugaan Korupsi: KPK Guncang Pemerintahan dengan Penahanan Mantan Menteri Pertanian dan Pejabat Kementan
Headline

Mentan dan Kasus Dugaan Korupsi: KPK Guncang Pemerintahan dengan Penahanan Mantan Menteri Pertanian dan Pejabat Kementan

By
akurasi 2019
Gelombang Demo Pro-Palestina di Kampus AS dengan Ribuan Mahasiswa Ditangkap
HeadlineKabar Politik

Gelombang Demo Pro-Palestina di Kampus AS dengan Ribuan Mahasiswa Ditangkap

By
akurasi 2019
Nikita Mirzani Bela Azizah Salsha, Sebut Rachel Vennya Penuh Drama dan Ungkap Perselingkuhan
SelebritisTrending

Nikita Mirzani Bela Azizah Salsha, Sebut Rachel Vennya Penuh Drama dan Ungkap Perselingkuhan

By
Wili Wili
Kawal Seleksi Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc, Hidayat Nur Dalami Rekam Jejak Para
Kabar Politik

Kawal Seleksi Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc, Hidayat Nur Dalami Rekam Jejak Para Calon

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?