By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Dampak Sorakan Negatif Terhadap Keluarga Jokowi dan Kesehatan Mental
HeadlineKabar Politik

Dampak Sorakan Negatif Terhadap Keluarga Jokowi dan Kesehatan Mental

Wili Wili
Last updated: Oktober 22, 2024 2:39 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Dampak Sorakan Negatif Terhadap Keluarga Jokowi dan Kesehatan Mental
Dampak Sorakan Negatif Terhadap Keluarga Jokowi dan Kesehatan Mental. Foto: Tempo.
SHARE

Akurasi.id – Keluarga Presiden Joko Widodo baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mereka disoraki saat menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden dalam sidang Paripurna MPR di Senayan, Jakarta, pada 20 Oktober 2024. Momen tersebut terekam dalam siaran langsung di kanal YouTube DPR RI, di mana awalnya mantan wakil presiden seperti Boediono dan Jusuf Kalla mendapat tepuk tangan meriah. Namun, saat kamera beralih ke keluarga Jokowi, suara sorakan ‘huuu’ menyertai tepuk tangan dari peserta sidang.

Contents
  • Ciri-Ciri Sorakan Bernada Negatif
  • Dampak Sorakan Bernada Negatif

Sorakan bernada negatif ini tidak hanya merusak suasana acara tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis bagi individu yang menjadi sasaran. Artikel ini membahas ciri-ciri sorakan negatif serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan masyarakat secara umum.

Ciri-Ciri Sorakan Bernada Negatif

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers, sorakan bernada negatif sering kali ditandai dengan ciri-ciri berikut:

  1. Komentar Mengenai Penampilan: Banyak sorakan berfokus pada aspek fisik, seperti berat badan dan cara berpakaian. Dalam konteks keluarga Jokowi, mereka sering kali menjadi sasaran kritik terkait penampilan publik.
  2. Penggunaan Bahasa Kasar: Ejekan sering disertai bahasa yang menghina, membuat individu merasa tidak nyaman. Sorakan ini bisa berupa makian langsung atau sindiran halus.
  3. Bersifat Publik: Sorakan negatif sering terjadi di media sosial, di mana individu merasa bebas mengekspresikan pendapat tanpa konsekuensi, sehingga menciptakan budaya ejekan yang umum.
  4. Didasarkan pada Stereotip: Banyak sorakan mencerminkan stereotip gender dan sosial. Contohnya, anggota keluarga Jokowi yang perempuan mungkin lebih sering menjadi target karena ekspektasi sosial terhadap penampilan perempuan.

Dampak Sorakan Bernada Negatif

Sorakan negatif tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:

  1. Masalah Kesehatan Mental: Penelitian menunjukkan bahwa ejekan dan sorakan negatif dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri. Anggota keluarga Jokowi yang mengalami sorakan dapat merasakan dampak psikologis yang signifikan.
  2. Persepsi Publik: Sorakan negatif dapat membentuk persepsi publik terhadap individu. Keluarga Jokowi, misalnya, mungkin dianggap kurang berkelas jika mereka terus menerus menjadi korban ejekan.
  3. Menghambat Perkembangan Karir: Bagi individu di dunia politik atau publik, sorakan negatif dapat menghambat karir mereka. Persepsi negatif dari publik dapat memengaruhi dukungan yang mereka terima.
  4. Ketidakberdayaan Sosial: Sorakan bernada negatif dapat menciptakan rasa ketidakberdayaan pada individu yang menjadi target. Mereka mungkin merasa terasing dan tidak mampu bersuara, yang memperburuk kondisi psikologis mereka.
  5. Normalisasi Kekerasan Verbal: Ketika ejekan menjadi hal biasa, ini dapat berkontribusi pada normalisasi kekerasan verbal dalam masyarakat. Anak-anak dan remaja yang menyaksikan perilaku ini mungkin merasa bahwa ejekan dapat diterima, menciptakan siklus kekerasan verbal yang lebih luas.

Sorakan negatif terhadap keluarga Jokowi saat pelantikan presiden menunjukkan dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh ejekan publik. Penting bagi masyarakat untuk menyadari konsekuensi dari perilaku ini, tidak hanya bagi individu yang menjadi sasaran, tetapi juga untuk kesehatan mental dan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:dampak sosialejekan publikJokowikekerasan verbalkeluarga JokowiKesehatan MentalMedia sosialpersepsi publiksorakan negatif
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bontang Terbebas Zona Merah Covid-19, Andi Faizal: Kewaspadaan Dijaga, Kinerja Satgas Sangat Baik
Kabar Politik

Bontang Terbebas Zona Merah Covid-19, Andi Faizal: Kewaspadaan Dijaga, Kinerja Satgas Sangat Baik

By
Devi Nila Sari
Gempa M 5 Guncang Bogor dan Tangerang
CorakHeadlineRagam

Gempa M 5 Guncang Bogor dan Tangerang

By
Devi Nila Sari
Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia
HeadlineTrending

Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia

By
Devi Nila Sari
Kasus Pinjaman KUD Bumi Senyiur Rp7 Miliar Dipertanyakan, DPRD Kaltim: Jika Ada Penyimpangan Bisa Diperiksa
Kabar Politik

Kasus Pinjaman KUD Bumi Senyiur Rp7 Miliar Dipertanyakan, DPRD Kaltim: Jika Ada Penyimpangan Bisa Diperiksa

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?