By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Ekonomi > Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Mendag Zulhas: Apakah Karena Daya Beli Menurun?
EkonomiHeadline

Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Mendag Zulhas: Apakah Karena Daya Beli Menurun?

Wili Wili
Last updated: Oktober 4, 2024 3:41 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Mendag Zulhas: Apakah Karena Daya Beli Menurun
Deflasi 5 Bulan Berturut-turut, Mendag Zulhas: Apakah Karena Daya Beli Menurun. Foto: Kompas.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi deflasi yang terjadi di Indonesia selama lima bulan terakhir. Menurut Zulhas, penting untuk mengkaji lebih lanjut apakah deflasi ini terjadi akibat daya beli masyarakat yang menurun atau faktor lain seperti pasokan yang melimpah.

Dalam keterangannya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jumat (4/10/2024), Zulhas menjelaskan bahwa saat ini harga komoditas di pasar sedang mengalami penurunan signifikan. Namun, ia menekankan bahwa perlu dilakukan kajian mendalam untuk memastikan apakah penurunan harga tersebut disebabkan oleh daya beli yang melemah atau semata karena pasokan yang berlimpah akibat kondisi cuaca yang mendukung.

“Nah, apakah itu terkait dengan daya beli? Saya kira kalau saya keliling ke pasar-pasar memang yang nampak itu karena peralihan musim. Dulu hujan deras menyebabkan panen tidak optimal, sekarang panen sempurna. Misalnya bawang dan cabai yang biasanya busuk karena terlalu banyak hujan, kali ini suplainya banyak,” ujar Zulhas.

Zulhas menambahkan bahwa harga beberapa komoditas, seperti cabai dan telur, berada pada titik yang sangat rendah. “Cabai di pasaran hanya Rp 15 ribu, telur Rp 24 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Namun, Zulhas juga menyebut bahwa terlalu murahnya harga ini perlu diwaspadai. “Apa karena suplainya yang terlalu banyak atau daya beli yang turun, nanti kita lihat, kita kaji lebih lanjut,” tambahnya.

Tanggapan Pemerintah Terkait Deflasi

Sebelumnya, Indonesia tercatat mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut dari Mei hingga September 2024. Meski demikian, pemerintah menilai bahwa deflasi ini tidak otomatis mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa daya beli masyarakat lebih akurat diukur melalui komponen inflasi inti, yang dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti permintaan dan penawaran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi inti masih menunjukkan kenaikan sebesar 0,16 persen pada bulan September 2024.

“Inflasi inti adalah indikator utama bagi pemerintah. Jika inflasi inti tumbuh, berarti ekonomi kita masih tumbuh,” jelas Airlangga dalam sebuah acara di Jakarta.

Meskipun tren deflasi terus berlanjut, pemerintah tetap memantau komponen inflasi inti sebagai indikator kesehatan ekonomi yang lebih akurat, sambil terus melakukan kajian mendalam terkait kondisi daya beli masyarakat.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Airlangga HartartoBadan Pusat Statistikdaya beliDeflasiEkonomi Indonesiaharga komoditasinflasi intiMenteri PerdaganganPasarZulkifli Hasan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tenaga Kerja China Mendominasi, Total TKA Capai 88.271 Orang di 2021
HeadlineTrending

Tenaga Kerja China Mendominasi, Total TKA Capai 88.271 Orang di 2021

By
akurasi 2019
Ibu Tega Bunuh Anak karena Takut Sudah Habiskan Deposito Rp 1,2 M Tanpa Izin Suami
HeadlineHukum & Kriminal

Ibu Tega Bunuh Anak karena Takut Sudah Habiskan Deposito Rp 1,2 M Tanpa Izin Suami

By
akurasi 2019
IHSG Menguat 1,08%, Investor Asing Justru Melepas Saham Perbankan
EkonomiTrending

IHSG Menguat 1,08%, Investor Asing Justru Melepas Saham Perbankan

By
akurasi 2019
Suasana Tegang di Depan DPR RI, Petasan dan Sorakan Warnai Aksi
HeadlinePeristiwa

Suasana Tegang di Depan DPR RI, Petasan dan Sorakan Warnai Aksi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?