By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi
HeadlinePeristiwa

KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi

Wili Wili
Last updated: Agustus 30, 2024 10:12 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi
KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi. Foto: Kompas.
SHARE

Akurasi.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, untuk menunjukkan bukti pembayaran terkait penggunaan jet pribadi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penggunaan jet tersebut bukan merupakan bentuk gratifikasi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menegaskan pentingnya bukti pembayaran yang dapat memperjelas dugaan gratifikasi yang melibatkan Kaesang dan istrinya, Erina Gudono. “Kami berharap, ketika melakukan deklarasi atau apapun itu disertai bukti. Misalnya, ‘oh enggak, saya bayar sendiri, ini lho bukti transfernya’. Jadi clear dong. Nah, hal seperti itu yang sebetulnya diperlukan. Tidak sekadar deklarasi, tetapi juga tolong dong buktinya,” ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (30/8/2024).

Alex juga menyatakan bahwa KPK membuka kesempatan bagi Kaesang untuk memberikan keterangan kepada publik terkait penggunaan jet pribadi yang disinyalir sebagai gratifikasi. Namun, Alex menambahkan bahwa klarifikasi ini tidak akan menghentikan langkah KPK untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Sebelum mengundang kadang-kadang dari pihak yang akan kita klarifikasi, dia sudah mendeklarasi terkait berita yang ada di masyarakat. Kan baik juga buat yang bersangkutan,” lanjut Alex. “Apakah itu nanti akan menghentikan klarifikasi yang dilakukan KPK? Tentu sesuai kebutuhan dari Kedeputian Pencegahan dan Direktorat Gratifikasi,” tambahnya.

KPK tengah menyusun surat undangan untuk Kaesang agar dapat mengklarifikasi ada atau tidaknya gratifikasi terkait penggunaan jet pribadi tersebut. Meskipun Kaesang bukan penyelenggara negara, Alex menegaskan bahwa klarifikasi tetap penting karena Kaesang berasal dari keluarga penyelenggara negara.

“Intinya teman-teman, untuk mengetahui apakah fasilitas itu gratifikasi atau bukan, KPK perlu penjelasan, perlu keterangan dari yang bersangkutan. Itu intinya, makanya kami perlu klarifikasi,” jelas Alex.

Dugaan gratifikasi ini bermula dari unggahan Erina Gudono, istri Kaesang, di media sosial yang memperlihatkan foto jendela sebuah pesawat saat mereka dalam perjalanan ke Amerika Serikat. Pesawat yang digunakan ternyata merupakan jet pribadi, sehingga memicu dugaan bahwa penggunaan fasilitas tersebut merupakan gratifikasi.

KPK menekankan pentingnya klarifikasi untuk menjawab pertanyaan publik mengenai penggunaan fasilitas jet pribadi oleh Kaesang. Menurut Alex, banyak kasus gratifikasi yang tidak diberikan langsung kepada penyelenggara negara, melainkan melalui perantara seperti anggota keluarga atau kerabat. Klarifikasi terhadap keluarga atau kerabat penyelenggara negara sering kali menjadi kunci dalam mengungkap dugaan gratifikasi.

“Kalau kami mendapat informasi dari masyarakat seperti itu, dan kami tidak mengklarifikasi, ya gak benar juga. Bisa jadi kita tahu, bahwa suap atau gratifikasi, modusnya kan biasanya juga tidak diberikan langsung kepada penyelenggara negara,” tutup Alex.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:bukti pembayaranErina GudonoGratifikasiIndonesiajet pribadiJoko WidodoKaesang Pangarepkasus korupsiKPKPemberantasan Korupsi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

From Source to Market: Menggali Perspektif Industri Indonesia dari Hulu hingga Hilir
Covered Story

From Source to Market: Menggali Perspektif Industri Indonesia dari Hulu hingga Hilir

By
akurasi 2019
PKB Targetkan 100 Kursi DPR RI di Pemilu 2024, Jazilul: PKB Kaltim Wajib Kirim Utusan
HeadlineKabar Politik

PKB Targetkan 100 Kursi DPR RI di Pemilu 2024, Jazilul: PKB Kaltim Wajib Kirim Utusan

By
Redaksi Akurasi.id
Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Asal Indonesia di Arab Saudi: 6 WNI Meninggal Dunia
PeristiwaTrending

Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Asal Indonesia di Arab Saudi: 6 WNI Meninggal Dunia

By
Wili Wili
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Tempat Rekreasi Hibisc di Puncak Bogor
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Tempat Rekreasi Hibisc di Puncak Bogor

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?