By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Covered Story > Bangun Kaltim, Isran: Kita Perlu Libatkan “Dukun”
Covered Story

Bangun Kaltim, Isran: Kita Perlu Libatkan “Dukun”

akurasi 2019
Last updated: Februari 26, 2019 12:30 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Bangun Kaltim, Isran: Kita Perlu Libatkan “Dukun”
Isran Noor (istimewa)
SHARE
Bangun Kaltim, Isran: Kita Perlu Libatkan “Dukun”
Isran Noor (istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Pembangunan Kaltim masih jauh tertinggal dibanding sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Yang paling mencolok, masih banyak wilayah di provinsi yang kaya sumber daya alam ini yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan. Sementara di Jawa, beragam proyek yang menghabiskan triliunan rupiah gencar dijalankan pemerintah pusat.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, ketimpangan pembangunan wilayah tersebut memerlukan keterlibatan semua pihak. Salah satunya, mantan Bupati Kutai Timur itu akan melibatkan “dukun”.

“Saat ini (diperlukan) kerja sama yang baik. Melakukan evaluasi yang mendalam terhadap hal-hal yang sudah dilakukan. Kemudian cari dukun (untuk membantu pemerintah),” kata Isran, Selasa (26/2/19).

Dukun yang dimaksud Isran adalah para ahli yang memiliki kompetensi untuk membantu pemerintah menyukseskan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

“Dukun itu ya tabib. Tahu tabib kan? Dukun itu kan pengertiannya ahli-ahli. Ini juga dukun,” ucapnya sambil menunjuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhammad Nur.

Tidak hanya terlibat dalam pembangunan infrastruktur, keterlibatan ahli juga dibutuhkan dalam perencanaan ekonomi, pengembangan penerbangan domestik dan mancanegara, hilirisasi industri, pemanfaatan serta pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Itu semua butuh dukun. Tidak bisa bekerja sendiri. Daerah ini butuh para ahli. Saya akan libatkan mereka,” tegasnya.

Bangun Kaltim, Isran: Kita Perlu Libatkan “Dukun”
Awang Faroek Ishak (istimewa)

Sempat Ditolak Awang Faroek

Keterlibatan ahli dalam membantu Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kaltim di bawah kepemimpinan Isran Noor-Hadi Mulyadi sudah santer terdengar sejak keduanya dipastikan memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun lalu.

Sebelum dilantik, Isran-Hadi telah menunjuk 12 orang praktisi yang terbergabung dalam tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim. Tim ini melibatkan sejumlah politisi yang telah membantu keduanya di pilkada.

Selain itu, ada pula para akademisi yang memiliki keahlian di beragam bidang. Umumnya, akademisi berasal dari sejumlah universitas ternama di Kaltim.

Dalam perjalanannya, tim yang dibentuk oleh Isran-Hadi sempat menuai kontroversi. Pasalnya, mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menolak pembentukan tim yang belakangan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim itu.

Awang Faroek beralasan, tim penyusun RPJMD Kaltim tidak perlu dibentuk. Karena beberapa bulan setelah Isran-Hadi resmi menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur, dokumen perencanaan pembangunan itu akan disusun Bappeda dengan merujuk visi dan misi keduanya.

“Kami telah sinkronkan dengan pemerintah pusat terkait RPJPD. RPJMD setiap lima tahun sekali juga harus disusun bersama DPRD,” ungkap Awang Faroek.

Awang Faroek Dinilai Salah Paham

Sekretaris Tim Penyusunan RPJMD Kaltim, Zaenal Haq menuturkan, tim tersebut bekerja selama rentang waktu pasca penetapan kemenangan hingga pelantikan Isran-Hadi.

“Jadi tidak ada tim transisi. Mungkin itu istilah yang digunakan media. Tetapi itu keliru. Yang ada itu tim penyusunan RPJMD. Tim ini dibentuk agar setelah pelantikan Pak Isran dan Pak Hadi, RPJMD sudah siap,” ungkapnya.

Kata dia, pembentukan tim penyusun RPJMD sebagai langkah awal agar setelah pelantikan Isran-Hadi, pihaknya tidak lagi memikirkan dan menyusun dokumen rencana pembangunan lima tahun itu.

“Supaya setelah pelantikan, jangan lagi ada waktu yang terbuang hanya untuk menyusun RPJMD. Karena kalau penyusunan RJMD lagi, butuh waktu enam bulan. Itu bakal ada lose time,” jelasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:awang faroek ishakIsran NoorMembangun Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pembunuhan Mengerikan di Ciamis Terungkap Bermotif Ekonomi dengan Utang Rp 100 Juta Sebagai Pemicu
Covered StoryTrending

Pembunuhan Mengerikan di Ciamis Terungkap Bermotif Ekonomi dengan Utang Rp 100 Juta Sebagai Pemicu

By
akurasi 2019
Profil dan Gagasan Sir Keir Starmer, PM Inggris Terpilih
Covered StoryKabar Politik

Profil dan Gagasan Sir Keir Starmer, PM Inggris Terpilih

By
akurasi 2019
konspirasi besar
Covered Story

Di Balik Suburnya Praktik Penambangan Batu Bara Ilegal di Kaltim Diduga Ada Konspirasi Besar Tersembunyi

By
akurasi 2019
Membuka Kunci Harta Kota: Panduan untuk 10 Kota Terbesar di Indonesia
Covered Story

Membuka Kunci Harta Kota: Panduan untuk 10 Kota Terbesar di Indonesia

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?