By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Upaya Cegah Polio, Manokwari Targetkan Vaksinasi Massal Anak-Anak
HeadlineKesehatan

Upaya Cegah Polio, Manokwari Targetkan Vaksinasi Massal Anak-Anak

akurasi 2019
Last updated: Mei 27, 2024 5:20 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Upaya Cegah Polio, Manokwari Targetkan Vaksinasi Massal Anak-Anak
Upaya Cegah Polio, Manokwari Targetkan Vaksinasi Massal Anak-Anak. Foto: VOI.
SHARE

Akurasi.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari menargetkan 95 persen dari total 47.747 anak berusia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari di wilayah tersebut untuk menerima vaksinasi polio. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus polio yang masih menjadi ancaman di beberapa wilayah di Indonesia.

Marthen Rantetampang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, mengumumkan bahwa pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2024 akan dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama dimulai pada 27 Mei hingga 8 Juni 2024, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 24 Juni hingga 6 Juli 2024, tahap ketiga pada 1 hingga 11 Agustus 2024, dan tahap keempat pada 9 hingga 22 September 2024.

“Vaksin polio diberikan dengan cara diteteskan ke mulut anak sebanyak empat kali selama empat tahap tersebut,” jelas Marthen.

Program vaksinasi ini dilakukan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, sehingga semua anak dalam rentang usia tersebut diharapkan mendapatkan vaksin. Hal ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat. Vaksinasi polio dapat diakses di 15 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), Posyandu, dan lembaga pendidikan PAUD yang tersebar di sembilan distrik di Kabupaten Manokwari.

“Vaksinasi polio wajib diikuti oleh semua anak. Ini adalah langkah penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus polio,” tambah Marthen.

Edukasi dan sosialisasi kepada orang tua juga terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah agar mereka memahami pentingnya vaksinasi polio. Virus polio dapat menyebabkan dampak buruk seperti kelumpuhan permanen dan kematian pada anak-anak. Meskipun Manokwari belum mengalami kejadian luar biasa, wilayah ini tetap berisiko tinggi terkena virus polio.

“Stok vaksin polio cukup untuk memenuhi target sasaran dalam PIN polio 2024 di Manokwari,” ujar Marthen. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan PIN 2024 agar Manokwari bebas dari virus polio.

Di tempat lain, pencanangan PIN Polio juga dilakukan di Papua Barat Daya. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Naomi Netty Howay, menyatakan bahwa target vaksinasi di wilayah tersebut adalah 95 persen dari 91.043 anak. Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.

Vaksinasi polio sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit polio yang sangat menular dan menyebabkan kelumpuhan. Pemerintah mengimbau semua sektor untuk bekerja sama dalam menggerakkan anak-anak agar mendapatkan vaksin polio di layanan kesehatan yang tersedia.

Hindra Irawan Satari dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi sangat penting untuk melindungi anak-anak yang rentan, terutama yang memiliki kondisi khusus.

Upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus digalakkan agar pemahaman tentang pentingnya imunisasi polio meningkat. Pemerintah juga menargetkan cakupan minimal 95 persen untuk membentuk kekebalan komunitas.

“Pencanangan PIN Polio adalah langkah nyata untuk memberantas polio dan melindungi anak-anak dari penyakit ini. Semua komponen masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam upaya ini,” pungkas Marthen.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:edukasi vaksinherd immunityimunisasi anakKesehatan Anaklayanan kesehatanManokwariPapua BaratPekan Imunisasi Nasionalpencegahan poliovaksin polio
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Komika Fico Fachriza Ditangkap Terjerat Narkoba - Akurasi.id
HeadlineNews

Komika Fico Fachriza Ditangkap karena Terlibat Kasus Narkoba

By
Devi Nila Sari
Raffi Ahmad Resmi Dilantik Sebagai Waketum KADIN Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
HeadlineKabar Politik

Raffi Ahmad Resmi Dilantik Sebagai Waketum KADIN Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

By
Wili Wili
Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran
HeadlinePeristiwa

Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran

By
Wili Wili
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 30 Bekasi
HeadlinePeristiwa

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 30 Bekasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?