By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > GovTech INA Digital Langkah Besar Jokowi untuk Modernisasi Pelayanan Publik
BirokrasiHeadline

GovTech INA Digital Langkah Besar Jokowi untuk Modernisasi Pelayanan Publik

akurasi 2019
Last updated: Mei 27, 2024 3:28 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
GovTech INA Digital Diluncurkan, Presiden Jokowi Dorong Integrasi Layanan Pemerintah
GovTech INA Digital Diluncurkan, Presiden Jokowi Dorong Integrasi Layanan Pemerintah. Foto: YouTube: Sekretariat Presiden.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan teknologi pemerintahan Indonesia, INA Digital, dalam acara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 yang berlangsung di Istana Negara. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya kemudahan birokrasi dalam pelayanan pemerintah untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Presiden Jokowi menekankan bahwa birokrasi harus melayani masyarakat dengan cepat dan efisien, bukan malah mempersulit dan memperlambat proses pelayanan. “Kehadiran birokrasi itu harusnya melayani, bukan mempersulit dan bukan malah memperlambat sehingga seharusnya yang menjadi tolak ukur adalah kepuasan masyarakat, adalah manfaat yang diterima masyarakat, adalah kemudahan urusan masyarakat,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya platform aplikasi yang tidak terintegrasi di level pemerintah pusat maupun daerah. Saat ini terdapat sekitar 27 ribu platform aplikasi yang beroperasi secara tidak efisien. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan untuk berhenti menciptakan platform aplikasi baru mulai tahun 2024 demi mempercepat pelayanan publik dan mengurangi birokrasi yang rumit.

“Tidak akan mungkin mempermudah, mempercepat—jika tidak terintegrasi dan banyak yang tumpang tindih. Oleh sebab itu, perlu saya sampaikan, mulai tahun ini—sudah saya sampaikan di Januari yang lalu—berhenti membuat aplikasi baru,” tegas Presiden.

Peluncuran GovTech INA Digital diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dengan memperkuat digitalisasi sistem pelayanan publik. GovTech INA Digital akan mempercepat integrasi sistem layanan digital pada berbagai layanan prioritas seperti pendidikan, kesehatan, izin usaha, dan perpajakan. Presiden menekankan bahwa meskipun ini adalah tahap awal, migrasi menuju digitalisasi harus dilakukan secara bertahap namun konsisten.

“Di situ ada layanan pendidikan, layanan kesehatan, ada layanan izin usaha, ada perpajakan, dan lain-lainnya. Memang ini adalah tahap awal kita memulai. Tapi enggak apa, saya kira migrasinya memang harus bertahap, yang penting dimulai dulu. ASN-nya, ASN digitalnya juga disiapkan,” tambah Presiden.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar jajaran pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam melakukan integrasi dan interoperabilitas aplikasi serta data. Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak akan maju jika pemerintah masih mempertahankan praktik-praktik lama yang menghambat efisiensi.

“Tidak boleh ada lagi alasan ini dan itu karena merasa datanya milik saya, datanya milik kementerian saya, datanya milik lembaga saya, datanya milik pemda saya, enggak boleh lagi. Enggak akan maju kita kalau kita masih egosentrik, itu kita pelihara. Jadi sekali lagi, tinggalkan praktik-praktik lama, tinggalkan mindset-mindset lama,” tandas Presiden.

Dalam acara ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:digitalisasi layanan publikefisiensi birokrasiINA Digitalintegrasi aplikasi pemerintahkemudahan birokrasiPelayanan publikpeluncuran govtechpresiden jokowiSPBE Summit 2024teknologi pemerintahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Prabowo Subianto Sayangkan Kisruh Pajak di Pati, Minta Pejabat Hati-Hati Buat Kebijakan
HeadlinePeristiwa

Prabowo Subianto Sayangkan Kisruh Pajak di Pati, Minta Pejabat Hati-Hati Buat Kebijakan

By
Wili Wili
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penyelundupan Pakaian Bekas Impor Senilai Rp4 Miliar
HeadlinePeristiwa

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penyelundupan Pakaian Bekas Impor Senilai Rp4 Miliar

By
Wili Wili
Bentrokan di Muntilan Antara Kelompok Pemuda Mengakibatkan Ketegangan di Jawa Tengah
Headline

Bentrokan di Muntilan Antara Kelompok Pemuda Mengakibatkan Ketegangan di Jawa Tengah

By
akurasi 2019
12 KBRI Kosong Tanpa Dubes, Menlu Akui Penunjukan Terkendala dan Janji Segera Dikirim ke DPR
HeadlineKabar Politik

12 KBRI Kosong Tanpa Dubes, Menlu Akui Penunjukan Terkendala dan Janji Segera Dikirim ke DPR

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?