By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Polemik Usulan Legalisasi Politik Uang oleh Politikus PDIP dalam Pemilu 2024
HeadlineKabar Politik

Polemik Usulan Legalisasi Politik Uang oleh Politikus PDIP dalam Pemilu 2024

akurasi 2019
Last updated: Mei 16, 2024 12:46 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Polemik Usulan Legalisasi Politik Uang oleh Politikus PDIP dalam Pemilu 2024
SHARE

Akurasi.id. Jakarta – Kontroversi mencuat di tengah publik setelah anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Hugua, mengusulkan agar politik uang atau money politics dilegalkan dalam pelaksanaan kontestasi politik. Pernyataan ini disampaikan Hugua dalam rapat kerja dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP pada Rabu (15/5).

Hugua berpendapat bahwa praktik money politics selama ini menjadi keniscayaan dalam pemilu. Menurutnya, tanpa politik uang, peserta pemilu sulit untuk terpilih. Oleh karena itu, ia meminta agar KPU membuat aturan lebih tegas dan melegalkan money politics dalam jumlah tertentu.

“Bahasa kualitas pemilu ini kan, pertama begini, tidakkah kita pikir money politics kita legalkan saja di PKPU dengan batasan tertentu,” kata Hugua dalam rapat tersebut. Hugua menambahkan, dengan adanya aturan yang jelas, Bawaslu dapat mengambil tindakan lebih tegas terhadap pelanggaran politik uang.

Namun, usulan ini segera mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak. Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli, menolak tegas usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa DPR dan pemerintah harus sepakat untuk menindak tegas praktik money politics tanpa pandang bulu. “Sebenarnya semangat kita ini mau mengubah UU Pemilu pokoknya mau satu rupiah pun harus kena tangkap. Jadi apalagi cuma PKPU,” ujar Doli. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas moral dalam pemilu dan menolak segala bentuk penyimpangan, termasuk politik uang.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Juru Bicara PDIP, Chico Hakim, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa pernyataan Hugua sebenarnya merupakan bentuk sarkasme yang menggambarkan kekecewaan terhadap maraknya praktik money politics yang dilakukan secara kasat mata selama musim kampanye Pemilu 2024. Chico menjelaskan bahwa Hugua muak dengan praktik money politics yang dilakukan secara terang-terangan tanpa ada penindakan tegas dari penyelenggara pemilu dan aparat hukum.

“Bahwa yang bersangkutan menyampaikan pernyataan tersebut tidak lebih mengarah ke sarkasme,” tutur Chico dalam keterangannya, Kamis (16/5). Ia juga mengungkapkan bahwa praktik politik uang dilakukan tidak hanya oleh para kandidat, tetapi juga oleh aparat pemerintahan dari tingkat terendah hingga aparat hukum. “Praktik sogok menyogok yang begitu lazim terjadi di negeri ini sudah pada taraf yang memprihatinkan, dari mulai membeli suara rakyat hingga membeli predikat WTP dari oknum BPK,” ucapnya.

Sementara itu, peraturan yang mengatur larangan politik uang dalam pemilu tertuang dalam Pasal 73 ayat (1) dan (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Pasal tersebut melarang calon dan tim kampanye menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara pemilihan dan/atau pemilih. Calon yang terbukti melanggar aturan ini dapat dikenai sanksi administrasi pembatalan sebagai pasangan calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota, berdasarkan putusan Bawaslu Provinsi.

Isu ini memicu perdebatan sengit mengenai etika dan moralitas dalam proses pemilu. Di satu sisi, ada yang menganggap bahwa legalisasi politik uang dengan batas tertentu dapat membantu mengatur praktik yang sudah terjadi secara luas. Namun, di sisi lain, banyak pihak yang khawatir hal ini akan semakin merusak integritas dan kredibilitas pemilu di Indonesia.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Ahmad DolibawasluChico HakimDPRHuguaintegritas pemiluKPUPDIPPemilu 2024Politik Uang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kabar PolitikRagam

Penangkapan Bupati PPU, Demokrat Dukung KPK Tuntaskan Pemeriksaan

By
Devi Nila Sari
WHO Optimis Pandemi Covid-19 Berakhir pada 2022
HeadlineTrending

WHO Optimis Pandemi Covid-19 Berakhir pada 2022

By
akurasi 2019
Tom Lembong Resmi Bebas dari Rutan Cipinang Usai Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo
HeadlinePeristiwa

Tom Lembong Resmi Bebas dari Rutan Cipinang Usai Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo

By
Wili Wili
Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar, Ini 9 Pelanggaran Lalu Lintas dan Besaran Dendanya
HeadlinePeristiwa

Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar, Ini 9 Pelanggaran Lalu Lintas dan Besaran Dendanya

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?