By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel
Covered StoryPeristiwaTrending

Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel

Yori Akurasi
Last updated: Mei 14, 2024 1:57 pm
By
Yori Akurasi
Share
3 Min Read
Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel
Menko Polhukam Serukan Toleransi Pasca Pembubaran Paksa Ibadah Mahasiswa di Tangsel. Foto: Kumparan.
SHARE

Akurasi.id – Insiden pembubaran paksa ibadah Doa Rosario yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) di Tangerang Selatan telah menarik perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto, dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, menyerukan pentingnya toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama di Indonesia.

Kasus yang berlangsung pada tanggal 5 Mei 2024 tersebut telah menyebabkan penangkapan empat orang, termasuk ketua RT setempat, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Menanggapi kejadian ini, Menko Polhukam menekankan bahwa keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia harus dijaga dengan hati-hati melalui sikap toleransi yang tinggi antar sesama warga negara.

“Kita harus melihat ini sebagai pelajaran penting bagi kita semua, bahwa toleransi dan menghormati kebebasan beragama adalah fondasi yang harus terus kita kuatkan,” ujar Hadi Tjahjanto. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pada konferensi pers yang juga dihadiri oleh berbagai pejabat keamanan dan hukum, Hadi menyampaikan bahwa kejadian di Tangerang Selatan merupakan suatu panggilan bagi semua pihak untuk mengintrospeksi diri dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dengan damai. “Tidak ada tempat untuk intoleransi di negara kita,” tegasnya.

Selain itu, Hadi juga menyerahkan proses hukum kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian, yang saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam. “Kita percaya pada sistem peradilan kita, dan saya yakin kepolisian akan bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” lanjut Hadi.

Kepolisian Resor Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan AKBP Ibnu Bagus Santoso telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus ini. “Kami telah mengamankan beberapa barang bukti dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi,” ujar Ibnu dalam sebuah kesempatan terpisah.

Reaksi masyarakat terhadap insiden ini pun beragam. Sebagian besar mengecam keras tindakan tersebut dan mendukung seruan toleransi yang disampaikan oleh Menko Polhukam. Lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan komunitas agama juga menambahkan suara mereka dalam meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya dalam memperkuat nilai-nilai keberagaman dan toleransi.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, beberapa kelompok masyarakat sipil dan lembaga keagamaan mengadakan dialog dan workshop tentang keberagaman dan toleransi. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya menghargai dan menghormati perbedaan sebagai kekuatan yang mempersatukan bangsa.

Kasus pembubaran paksa ibadah di Tangerang Selatan ini bukan hanya menjadi sorotan di tingkat nasional tetapi juga telah menarik perhatian internasional terhadap upaya Indonesia dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman yang ada.

Melalui momen ini, harapan baru untuk Indonesia yang lebih toleran dan damai terus tumbuh. Masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan bersama-sama bekerja untuk membangun negara yang lebih baik dengan keberagaman yang menjadi sumber kekuatan.(*)

Penulis: Ivan
Editor: Ani

TAGGED:Hadi Tjahjantokebebasan beragamapersatuan nasionalTangerang Selatantoleransi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Erupsi Gunung Lewotobi Ganggu Penerbangan, 32 Jadwal di Bandara Ngurah Rai Bali Dibatalkan
PeristiwaTrending

Erupsi Gunung Lewotobi Ganggu Penerbangan, 32 Jadwal di Bandara Ngurah Rai Bali Dibatalkan

By
Wili Wili
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Pecat Kepala SMAN 6 Depok Usai Langgar Aturan Study Tour
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Pecat Kepala SMAN 6 Depok Usai Langgar Aturan Study Tour

By
Wili Wili
Jelang Musda VII KNPI Kutim, Puluhan OKP Satu Suara, Munir: Saya Tidak Lagi Mencalonkan Diri
Trending

Puluhan OKP Berkumpul Jelang Musda VII KNPI Kutim, Munir Pastikan Tidak Lagi Mencalonkan Diri

By
Devi Nila Sari
2 Hari Dicari, Jasad Korban Tenggelam Ditemukan 500 Meter dari Lokasi Terjatuh
Trending

2 Hari Dicari, Jasad Korban Tenggelam Ditemukan 500 Meter dari Lokasi Terjatuh

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?