By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Lagi! Bayi Dibuang, Begini Kondisinya
News

Lagi! Bayi Dibuang, Begini Kondisinya

akurasi 2019
Last updated: Februari 5, 2019 12:32 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Bayi saat di evakuasi menggunakan penutup boks ikan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Bayi saat di evakuasi menggunakan penutup boks ikan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Bayi mungil itu terapung di atas air sungai. Tubuhnya terlihat tak lagi berdaya. Mengapung dan terombang-ambing arus sungai. Warga setempat terkejut. Ada yang histeris.

“Huh kasiannya. Ya Allah,” kata salah seorang warga yang melihat bayi itu. Orang-orang di sekitarnya ikut histeris, miris, dan mencibir pelakunya.

Tak sedikit pula warga yang berusaha mengambil jasad bayi yang sudah meninggal dunia itu. Seorang laki-laki berbaju hitam berusaha menyelamatkan jasad bayi tersebut. Dia berlari kecil dan berusaha mendekatinya.

Di tangannya terdapat kain putih yang panjangnya sekira satu meter. Bayi tidak berdosa yang masih memiliki tali pusar itu secara perlahan didekati kapal yang ditumpangi sejumlah petugas.

Beberapa waktu berlalu, pria berkulit sawo matang itu merangkul bayi tersebut. Ditarik dan diambil menggunakan kain putih itu. Dilihat dari dekat, kondisi tubuhnya masih utuh.

Diduga Hasil Pergaulan Bebas

Bayi tak berdosa itu ditemukan warga dalam keadaan tengkurap dan tersangkut di pinggir sungai Sangatta Selatan, Selasa (5/2) pukul 10.30 Wita. Jika dilihat dari kondisi tubuhnya yang sudah membiru, diduga bayi tersebut dibuang kemarin.

“Sebelum diselamatkan sama motoris ponton, bayi terlihat mengapung. Tandanya bayi itu sudah enggak hidup,” jelas Rahmatullah, salah seorang warga yang berada di lokasi penemuan bayi tersebut.

Dia mengaku sangat miris melihat pembuangan bayi akhir-akhir ini. Diduga hal itu terjadi karena maraknya pergaulan bebas dan norma agama yang tidak lagi diindahkan.

Dia berharap ada perhatian khusus dari instansi terkait. Seperti memberikan penyuluhan dan arahan kepada para remaja, pemuda, dan orang tua.

“Ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita sebagai orang tua. Setidaknya harus ada penyuluhan dan arahan dari institusi seperti Polri, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial,” imbuhnya.

Senada, warga Sangatta Selatan, Anik mengaku geram dengan pelaku yang tega membuang bayi itu. Dia meminta kepolisian menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

“Jelas ini perbuatan tidak bertanggung jawab. Karena membuang bayi yang dilahirkan. Masalah ini harus secepatnya mendapatkan penanganan (dari kepolisian dan pemerintah),” sarannya.

Masih dalam Penyelidikan

Segera setelah penyelamatan bayi itu, pihak kepolisian setempat mengambil tindakan. Salah satunya mengumpulkan beragam bukti penguat untuk dijadikan dasar pengungkapan pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan mengatakan, kasus penemuan bayi itu masih dalam penyelidikan polisi. Pihaknya telah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

Karenanya, saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan asal-usul bayi tersebut. Hasil hubungan gelap dan aborsi yang dilakukan pelaku hanya dijadikan dugaan awal. “Mungkin saja ada motif lain. Kami belum tahu,” katanya.

Peran Orang Tua dan Hukuman Bagi Pelaku

Psikolog dari Kutai Timur, dr. Darmasanti Sahar mengatakan, ketidaksiapan mental menjadi alasan utama seseorang nekat membuang bayinya. Keadaan hamil di luar nikah, tidak ada tempat untuk mencurahkan pikiran, serta cibiran dari masyarakat membuat pelakunya mengambil jalan pintas.

“Remaja yang menerima kehadiran bayi itu beban baginya. Sehingga mereka berani mengambil tindakan nekat. Mereka tidak bisa membedakan perbuatan baik dan buruk. Mereka tidak berpikir dampaknya ke depan. Mereka menyelesaikan masalah hanya sesaat. Bukan long term,” ujar perempuan yang karib disapa Bunda Anti itu.

Remaja yang mengalami hal seperti ini, lanjut dia, perlu mendapat pembinaan dan pengarahan serta pengawasan dari orang tuanya.

Meski terdapat hukuman atas perbuatan yang dilakukan pelaku, Bunda Anti lebih mendukung kepolisian agar pelakunya terlebih dahulu mendapat pembinaan. Agar orang tua bayi itu tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Dari sisi kesalahan memang dia harus dihukum. Tetapi treatment-nya bukan seperti tahanan. Sebaiknya diperlakukan layaknya binaan. Kalau dikurung juga tidak menjadikan dia pintar dan dewasa,” tutupnya. (*)

Penulis: Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:bayi dibuang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dugaan Pengancaman
Hukum & KriminalNews

Kasatpol PP Kutim Jalani Sidang Perdana sebagai Terdakwa, Terkait Dugaan Pengancaman Wakil Ketua PN

By
akurasi 2019
Alami Serangan Jantung saat Bertugas Malam, Petugas ini Meninggal Dunia
News

Alami Serangan Jantung saat Bertugas Malam, Petugas ini Meninggal Dunia

By
akurasi 2019
Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian
Hukum & KriminalTrending

Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian

By
Wili Wili
Yance Sayuri Beri Kejutan Ulang Tahun Istri Usai Bela Timnas Indonesia: Puluhan Gepok Uang Jadi Hadiah Cinta
PeristiwaTrending

Yance Sayuri Beri Kejutan Ulang Tahun Istri Usai Bela Timnas Indonesia: Puluhan Gepok Uang Jadi Hadiah Cinta

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?