By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Menpan-RB: Anggaran Pengentasan Kemiskinan Habis untuk Rapat dan Studi Banding Birokrat
CorakHeadlineRagamTrending

Menpan-RB: Anggaran Pengentasan Kemiskinan Habis untuk Rapat dan Studi Banding Birokrat

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 29, 2023 9:50 pm
By
Devi Nila Sari
Share
8 Min Read
Menpan-RB: Anggaran Pengentasan Kemiskinan Habis untuk Rapat dan Studi Banding Birokrat
Potret aktivitas warga di kawasan kumuh Jakarta, Kamis (13/1/2022). (Istimewa)
SHARE

Upaya pengentasan kemiskinan disebut tidak efektif. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka kemiskinan. Sebab, anggaran pengentasan kemiskinan hanya habis untuk rapat dan studi banding.

Contents
  • Pengentasan Kemiskinan Komitmen Moral
  • Kemiskinan Naik Sedikit
  • Berbagai Program Pengentasan

Akurasi.id, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas menyoroti alokasi anggaran pengentasan kemiskinan. Ia mengungkapkan, anggaran pengentasan kemiskinan sebesar Rp500 triliun pada 2022 yang tersebar di kementerian dan lembaga di Tanah Air tidak efektif.

Sebab, alokasi anggaran ternyata lebih banyak diserap untuk aktivitas rapat dan studi banding para birokrat. Ketimbang untuk menanggulangi kemiskinan itu sendiri.

“Saya sudah lapor kepada Bapak Presiden. Hampir Rp500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian dan lembaga. Tetapi ini tidak in line dengan target prioritas Bapak Presiden. Karena kementerian dan lembaga sibuk dengan urusan masing-masing,” ujar Azwar Anas dalam acara Sosialisasi PermenPANRB No.1/2023, di Grand Sahid Raya, Jakarta Pusat, sebagaimana melansir VOA, Jumat (27/8/2022).

Karena itulah, tegasnya, perubahan harus dilakukan. “Kalau tidak, ke depan ini akan berulang terus. Programnya kemiskinan, tapi banyak terserap di studi banding kemiskinan, banyak rapat-rapat tentang kemiskinan. Program-program yang terkait dengan studi-studi dan dokumentasi tentang kemiskinan,” tambahnya.

Karena itulah, ke depan Kementerian PAN-RB akan memantau tata kelola program dan bukan sekadar bantuan yang diberikan kementerian dan lembaga. Reformasi birokrasi dilakukan dengan mengintervensi dan memperbaiki aspek tata kelola pengentasan kemiskinan.

Caranya adalah dengan melakukan perbaikan pada proses bisnis, data, regulasi, kebijakan, formulasi program, dan kegiatan itu sendiri. Semua kegiatan pengentasan kemiskinan harus lebih tepat sasaran dengan dukungan teknologi informasi.

Pengentasan Kemiskinan Komitmen Moral

Menanggapi pernyataan Azwar Anas, dosen di Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Hempri Suyatna menilai. Ketidakefektifan program-program pengentasan kemiskinan, sebenarnya sudah dimulai dari birokrat sendiri.

“Itu, saya kira bentuk-bentuk komodifikasi kemiskinan. Artinya, bahwa kemiskinan itu masih dipandang sebagai sebuah proyek. Kemiskinan itu masih dipandang sebagai sebuah komoditi,” ujarnya kepada VOA, Minggu (29/1/2023).

“Akhirnya, justru elite pemerintah lupa. Bahwa pengentasan kemiskinan adalah merupakan sebuah komitmen moral dalam membantu masyarakat,” tambah dia.

Hempri, mengutip pernyataan Menteri PAN-RB, mengatakan dari sisi praktik anggaran sebenarnya perubahan bisa dilakukan. Jika selama ini rapat-rapat terkait kemiskinan diselenggarakan di hotel berbintang, maka bisa saja praktik itu dipindah ke tengah masyarakat. Rapat terkait upaya pengentasan kemiskinan, digelar di desa dengan melibatkan masyarakat itu sendiri.

Pola semacam itu, paling tidak bisa mengalihkan anggaran rapat dan studi banding, agar langsung mengalir ke masyarakat desa. Sekaligus berdampak pada upaya pemberdayaan.

Langkah kecil itu juga akan berdampak langsung pada program pengentasan kemiskinan. Pembenahan kecil itu bisa dijalankan, jika memang rapat mengenai kemiskinan masih perlu dilakukan.

Namun, Hempri mendorong perubahan yang lebih mendasar. Yang dia sebut sebagai perubahan paradigma pengentasan kemiskinan dan perubahan paradigma pemberdayaan.

“Karena selama ini, banyak program-program berlabel pemberdayaan. Tapi, ternyata kalau kita lihat sisi substansinya, tidak mencerminkan sebagai sebuah program pemberdayaan,” ujarnya.

Dasar perubahannya adalah memindah pola pikir. Dari pengentasan kemiskinan sebagai sebuah proyek, menjadi bagian dari komitmen moral

“Sehingga, filosofi program pengentasan kemiskinan, akan mengarah pada substansi program. Pemberdayaan bukan semata-matanya label. Program-program yang dikembangkan masyarakat sendiri, berorientasi pada kemandirian dan pengembangan kapasitas masyarakat miskin,” tegasnya.

Kemiskinan Naik Sedikit

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan rutinnya menyatakan. Bahwa tingkat kemiskinan Indonesia naik 0,03 persen atau sekitar 200.000 orang, dari posisi Maret ke posisi September 2022.

Tingkat kemiskinan pada September 2022 ditetapkan pada angka 9,57 persen, yang setara dengan 26,36 juta penduduk miskin. Sementara pada Maret 2022, BPS mencatatkan angka penduduk miskisn 26,16 juta orang.

Angka tingkat kemiskinan 9,57 persen menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2022 belum pulih dari sebelum pandemi Covid-19. Pada September 2019 misalnya, tingkat kemiskinan dinyatakan 9,22 persen. BPS menyebut, salah satu faktor penyebab tingkat kemiskinan Indonesia adalah kecilnya lapangan pekerjaan.

Upaya untuk mengendalikan kemiskinan, karena memang ada pengaruh, pertama dari pandemi, itu ada beberapa kenaikan. Tapi setelah pandemi ini, sebenarnya kita sudah bisa menurunkan angka year on year, itu lebih kecil dari sebelum pandemi.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam pernyataan secara daring dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyatakan optimismenya bahwa target penurunan kemiskinan akan tercapai.

“Kita memang mentarget 2024 itu memang sampai di delapan persen, ini kemiskinan. Untuk kemiskinan ekstrem, itu kan memang ada sekitar 4 juta ya, dari seluruhnya,” tandasnya.

Fokus pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem empat juta penduduk itu, kata Amin, sudah dilakukan sejak 2021. Pemerintah menetapkan program khusus di tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota dalam penghapusan kemiskinan ekstrem.

Sementara tahun 2022, kata Amin, ada lebih 200 kabupaten/kota yang menjadi target melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.

“Di samping itu, kita menanggulangi kemiskinan melalui dua skema, yaitu perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kemarin ini malah kita kaitkan dengan PEN, ya Pemulihan Ekonomi Nasional,” tambahnhya.

Target pemerintah, pada 2024 kemiskinan ekstrem akan menjadi nol persel, dan Amin yakin bisa mencapainya.

“Kecuali ada hal-hal yang luar biasa ya. Kalau tidak, ini sudah ada target-target yang sudah kita lakukan,” tandasnya lagi.

Berbagai Program Pengentasan

Pemerintah sendiri memiliki banyak program pengentasan kemiskinan yang dilakukan sejumlah kementerian dan lembaga. Pada akhir 2022 misalnya, Kementerian Sosial meresmikan program baru bernama Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

Pada 22 Januari 2023 lalu, tahap pertama program PENA dilihat oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Mereka mendatangi rumah keluarga yang masuk dalam program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) miskin ekstrem.

Rumah warga ini diperbaiki melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST). Sedangkan usaha ekonominya, dibiayai melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Sementara perabot di dalam rumah, disediakan melalui program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial).

“Ini kita bangun dengan dana Rp126 juta. Kerja sama dengan BI itu, karena ini untuk miskin ekstrem. Rumahnya itu udah mau roboh,” kata Mensos, Tri Rismaharini.

Selain rumahnya diperbaiki, salah satu warga menerima bantuan melalui PENA, berupa modal usaha. Rumaiyah, salah satu warga misalnya, mendapatkan modal untuk membeli bibit ayam 500 ekor, pakan, vaksin dan vitamin, kandang ayam beserta alat lainnya.

Ayam itu akan dipanen dalam tempo dua sampai tiga bulan. Satu ekor dibeli Rp6 ribu dan dapat dijual dengan harga Rp35 ribu per ekor ketika dewasa. Dalam hitungan program PENA yang didukung Bank Indonesia ini, Rumaiyah membutuhkan modal untuk dua bulan beternak ayam sebesar Rp1,8 juta. Harapannya, dia akan mendapatkan omzet sebesar Rp7,8 juta per bulan.

“Rp6.000 jadi Rp35.000 itu kan hampir lima kali lipat lebih ya, tapi dikurangi ongkos-ongkos. Sing penting ojo akeh sing mati nggeh bu,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam kunjungannya itu. (ns/ah) 

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Anggaran Pengentasan KemiskinankemiskinanKemiskinan di IndonesiaPengentasan Kemiskinan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

DPR Gelar Uji Kelayakan 24 Calon Dubes, Indroyono Soesilo dan Nurmala Kartini Sjahrir Masuk Daftar
HeadlineKabar Politik

DPR Gelar Uji Kelayakan 24 Calon Dubes, Indroyono Soesilo dan Nurmala Kartini Sjahrir Masuk Daftar

By
Wili Wili
Gunung Gunung Elai Jadi Bagian dari Pos Siaga Hebat DPK Bontang Edukasi Kesadaran Arsip Keluarga
Birokrasi

Gunung Elai Jadi Bagian dari Pos Siaga Hebat DPK Bontang Edukasi Kesadaran Arsip Keluarga

By
Devi Nila Sari
WISUDA AKBAR SMP VIDATRA
Pariwara

Satukan Keberagaman, SMP Vidatra Gelar Wisuda Akbar Penghafal Kitab Suci 5 Agama

By
akurasi 2019
Tragedi Subang, Bus Pariwisata Terbalik Akibat Rem Blong Membawa Derita Siswa SMK Lingga Kencana
HeadlinePeristiwa

Tragedi Subang, Bus Pariwisata Terbalik Akibat Rem Blong Membawa Derita Siswa SMK Lingga Kencana

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?