By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kesehatan > Kemenkes Sebut Sunat Perempuan Tak Miliki Manfaat Medis dan Langgar HAM
HeadlineKesehatanRagam

Kemenkes Sebut Sunat Perempuan Tak Miliki Manfaat Medis dan Langgar HAM

Redaksi Akurasi.id
Last updated: November 21, 2022 12:25 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
2 Min Read
Kemenkes Sebut Sunat Perempuan Tak Miliki Manfaat Medis dan Langgar HAM
Upacara sunat untuk anak perempuan di Gorontalo, 20 Februari 2017. (Bay Ismoyo/AFP)
SHARE

Kemenkes tidak menganjurkan praktik sunat perempuan. Karena, dari sisi kesehatan sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis dan langgar HAM.

Akurasi.id, Jakarta – Praktik sunat perempuan hingga kini masih mengalami pro dan kontra. Sebab, praktik yang telah menjadi tradisi dan turun temurun dari nenek moyang ini disebut tidak aman.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi menegaskan, bahwa praktik sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis. Tindakan yang kerap disebut sebagai praktik Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP), itu bahkan dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Kartini menyebut, praktik tersebut malahan dapat memberikan konsekuensi negatif bagi kesehatan. Dalam jangka pendek sunat, perempuan berpotens menimbulkan komplikasi, demam, luka, perdarahan, pembengkakan jaringan genitalia, infeksi, masalah berkemih dan perlukaan pada jaringan sekitar organ genitalia.

Sedangkan dalam jangka panjang, sunat perempuan juga dapat berdampak pada kerusakan jaringan yang membutuhkan tindakan operasi lebih lanjut Peningkatan risiko komplikasi persalinan, dan bahkan kematian bayi baru lahir.

“Bahkan, bisa ada yang juga kalau kena klitorisnya akan terjadi berkurangnya hasrat seksual. Infeksi saluran kemih yang berlanjut, dan yang pasti kita khawatirkan adalah trauma psikologisnya,” papar Kartini sebagaimana melansir VOA Indonesia.

Dari Sisi Kesehatan, Sunat Perempuan Tidak Berpengaruh Apa-apa

Menanggapi praktik sunat perempuan, dokter spesialis kulit dan kelamin Retno Mustikaningsih tak memungkiri. Bahwa secara kultur, sunat perempuan masih banyak terjadi di masyarakat Indonesia.

Namun dari sisi kesehatan, menurutnya, tidak perlu dilakukan. Sebab, ada perbedaan fungsi atau manfaat sunat bagi laki-laki dan perempuan.

“Kalau pada laki-laki itu akan lebih sehat apabila melakukan sunat daripada yang tidak sunat. Sementara bagi perempuan tidak berpengaruh apa-apa sih. Tidak sunat, tidak apa-apa,” katanya.

Selain itu, lanjut Retno, praktik pada keamanan proses sunat turut menjadi perhatian. Harus memperhatikan berbagai aspek keamanan dan kebersihan alat untuk sunat. Apalagi jika penyunat bukan berasal dari tenaga medis.

“Ketika penatalaksanaannya tidak tepat, bisa berakibat fatal,bahkan bisa menimbulkan rasa sakit,” ungkap Kepala Bidang Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Pontianak tersebut. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:KemenkesManfaat Sunat PerempuanPraktik Sunat PerempuanSunat Perempuan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Neni Pilkada Bontang 2020
Kabar Politik

Partai PSI Jatuhkan Dukungan Politik Kepada Neni di Pilkada Bontang 2020

By
akurasi 2019
Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menghadapi Irak
OlahragaTrending

Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menghadapi Irak

By
akurasi 2019
Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir
HeadlinePeristiwa

Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir

By
Wili Wili
Survei Charta Politika 2024: Ganjar-Emil Paling Bersaing dengan Anies-AHY
HeadlineKabar Politik

Survei Charta Politika 2024: Ganjar-Emil Paling Bersaing dengan Anies-AHY

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?