Kemenkes tidak menganjurkan praktik sunat perempuan. Karena, dari sisi kesehatan sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis dan langgar HAM.
Akurasi.id, Jakarta – Praktik sunat perempuan hingga kini masih mengalami pro dan kontra. Sebab, praktik yang telah menjadi tradisi dan turun temurun dari nenek moyang ini disebut tidak aman.
Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi menegaskan, bahwa praktik sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis. Tindakan yang kerap disebut sebagai praktik Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP), itu bahkan dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Kartini menyebut, praktik tersebut malahan dapat memberikan konsekuensi negatif bagi kesehatan. Dalam jangka pendek sunat, perempuan berpotens menimbulkan komplikasi, demam, luka, perdarahan, pembengkakan jaringan genitalia, infeksi, masalah berkemih dan perlukaan pada jaringan sekitar organ genitalia.
Sedangkan dalam jangka panjang, sunat perempuan juga dapat berdampak pada kerusakan jaringan yang membutuhkan tindakan operasi lebih lanjut Peningkatan risiko komplikasi persalinan, dan bahkan kematian bayi baru lahir.
“Bahkan, bisa ada yang juga kalau kena klitorisnya akan terjadi berkurangnya hasrat seksual. Infeksi saluran kemih yang berlanjut, dan yang pasti kita khawatirkan adalah trauma psikologisnya,” papar Kartini sebagaimana melansir VOA Indonesia.
Dari Sisi Kesehatan, Sunat Perempuan Tidak Berpengaruh Apa-apa
Menanggapi praktik sunat perempuan, dokter spesialis kulit dan kelamin Retno Mustikaningsih tak memungkiri. Bahwa secara kultur, sunat perempuan masih banyak terjadi di masyarakat Indonesia.
Namun dari sisi kesehatan, menurutnya, tidak perlu dilakukan. Sebab, ada perbedaan fungsi atau manfaat sunat bagi laki-laki dan perempuan.
“Kalau pada laki-laki itu akan lebih sehat apabila melakukan sunat daripada yang tidak sunat. Sementara bagi perempuan tidak berpengaruh apa-apa sih. Tidak sunat, tidak apa-apa,” katanya.
Selain itu, lanjut Retno, praktik pada keamanan proses sunat turut menjadi perhatian. Harus memperhatikan berbagai aspek keamanan dan kebersihan alat untuk sunat. Apalagi jika penyunat bukan berasal dari tenaga medis.
“Ketika penatalaksanaannya tidak tepat, bisa berakibat fatal,bahkan bisa menimbulkan rasa sakit,” ungkap Kepala Bidang Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Pontianak tersebut. (*)
Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari


Redtube hentai disiplineLadies with shaved headsKroehler vintage furniture catalogSister taking
cock in pussyKelly holmes sexyBest vintage typewriterAss fuck dcMobile
hd sexVintage posters from hawaii xnxx Michigan vintage festivalsGay classic photoTeen porn gallerisVintage tennis racketBest shit pornNew orleans escorts and strip clubsGirl ass naked30 inch bottom mount drawer
slides https://xnxxfree.win Sex video stearming galleryRapidshare download babyj video analBlack chick fuck white dudesCollege mmf sex
videoPh to the boy zone vaginaBrunette blue eyes big titsHuge cock rippersVintage singer sewing machine age xnxx Spyware free free
pornClothed women nude womenPinky foot fetishMarc baptiste nudeEpiphone embassy bass vintageTeen homemade
hostingNaked love hina sexSmoking hot milf pussyVintage designer clothing and accessoriesBloating after a vaginal hysterectomyReal hot
moms fucking young guys