By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Ekonomi > Dilema Kenaikan BBM di Indonesia, Duit Rp502,4 T Tak Cukup Penuhi Pasokan Minyak Dalam Negeri
EkonomiHeadlineRagam

Dilema Kenaikan BBM di Indonesia, Duit Rp502,4 T Tak Cukup Penuhi Pasokan Minyak Dalam Negeri

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 26, 2022 11:03 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Dilema Kenaikan BBM di Indonesia, Duit Rp502,4 Tak Cukup Penuhi Pasokan Minyak Dalam Negeri
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Tindak Lanjut Hasil Rakor Kemenko Perekonomian terkait Kebijakan Subsidi BBM. (Istimewa)
SHARE

Pemerintah tengah menimbang menaikkan harga BBM jenis pertalite dan solar. Sebab, anggaran Rp502,4 Triliun tak mampu memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. Sementara, APBN memiliki keterbatasan kemampuan dalam menanggung kenaikan subsidi.

Akurasi.id, Jakarta – Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar menuai kontra di kalangan masyarakat. Pasalnya, rencana kenaikan pertalite dan solar ini dinilai akan semakin membenani kehidupan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Terlebih disaat kenaikan semua harga barang di Tanah Air tak lagi terelakkan. Sebagai dampak dari faktor eksternal (perang Rusia-Ukraina) yang turut berdampak kepada perekonomian hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Padahal, pemerintah telah menaikkan anggaran subsidi energi hingga tiga kali lipat menjadi Rp502 triliun dari semulai Rp155 triliun pada tahun ini. Namun, nampaknya metode itu belum menjadi cara jitu untuk mengamankan stok BBM untuk Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, alokasi anggaran subisidi dan kompensasi energi sebesar Rp502,4 triliun merupakan angka yang sangat besar. Namun, subsidi tersebut kemungkinan akan kembali naik karena kebutuhan minyak masih belum cukup.

Sementara, harga minyak dunia belum stabil akibat ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang tak kunjung usai. Menyebabkan harga minyak dunia saat ini berkisar di angka US$100 per barel. Naik dari kurang dari 30 juta barel sebelum invasi Ukraina.

“Kalau melihat harga minyak masih di sekitar US$105 dan exchange rate yang tadi akibat pengetatan moneter mengalami pelemahan 5% di Rp14.750, maka jumlah subsidi Rp502 triliun akan terlewati,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (26/8/2022).

Sri Mulyani: Kenaikan Subsidi Energi Akan Membebani APBN Tahun Depan

Semula, pemerintah memperkirakan pasokan BBM setelah menaikkan anggaran subsidi akan cukup memenuhi kebutuhan BBM hingga akhir tahun. Namun, faktanya saat ini stok tersebut telah menipis dan diperkirakan habis pada Oktober 2022. Dampak semakin tingginya konsumsi minyak dalam negeri.

Oleh karena itu, pemerintah tengah memikirkan skema menaikkan harga pertalite dan solar subsidi. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, Indonesia berpotensi menaikkan kembali subsidi energi mencapai Rp195,6 triliun. Dengan proyeksi akan mendekati angka Rp700 triliun.

Sementara, angka tersebut setara 23% dari total APBN 2022. Jauh lebih tinggi dari batas wajib alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20% per tahun.

Dengan kenaikan tersebut, Sri menyebut, APBN tahun depan akan terbebani. Karena, anggaran subsidi Rp195,6 triliun akan ditagihkan pada APBN 2023.

“APBN juga memiliki batas kemampuan untuk mengambil shock ini. Saat ini pemerintah sedang menjaga defisit APBN agar tetap di bawah 3% agar APBN kita sehat. Sementara, angka Rp195,6 triliun memakan lebih dari separuh anggaran subsidi dan kompensasi tahun depan. Tagihan ini pasti menyebabkan anggaran kompensasi dan susbidi tak mencukupi. Artinya, efeknya ke belakang. Ini situasi APBN kita,” paparnya. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Harga Pertalite NaikKebijakan Subsidi BBMKenaikan Harga BBMMenteri Keuangan Sri Mulyani
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India

Akurasi.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengahadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18…

Kapan Foto KTP Boleh Diganti? Ini 3 Kondisi yang Diperbolehkan

Akurasi.id - Foto di KTP-el atau e-KTP ternyata tidak bisa diganti sembarangan.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2025: Timnas Indonesia U-16 dan U-19 Tantang Thailand Hari Ini di Nonthaburi
OlahragaTrending

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2025: Timnas Indonesia U-16 dan U-19 Tantang Thailand Hari Ini di Nonthaburi

By
Wili Wili
rusmadi
CorakNews

Peduli Warga Terdampak Covid-19, Rusmadi Salurkan Secara Langsung Bantuan Sembako Pada Warga

By
akurasi 2019
Ramadan, DPRD Minta Satpol-PP Tegur Rumah Makan yang Buka Siang Hari
Kabar Politik

Ramadan, DPRD Minta Satpol-PP Tegur Rumah Makan yang Buka Siang Hari

By
Devi Nila Sari
Pancaroba
Corak

Siaga Musim Pancaroba, Pemkab Kutim Geber Fogging Cegah DBD

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?