Kondisi jalur Rantau Pulung-Sangatta, Kabupaten Kutai Timur kian memperihatinkan. Di sejumlah titik jalan rusak bahkan hampir putus, karena longsor di kedua sisi.
Akurasi.id, Kutai Timur – Persoalan infrastruktur jalan di Kaltim seolah tiada habisnya. Keadaan jalan rusak berlubang hingga longsor hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Kaltim, termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Seperti yang terjadi di Kilomoter 30 Jalan Poros Rantau Pulung (Ranpul) – Sangatta. Masyarakat yang memanfaatkan jalur tersebut mengeluhkan kondisi jalan yang hampir putus akibat longsor dan tak kunjung mendapat perhatian.
Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan jalan yang hingga kini masih campuran batu dan tanah. Apabila kondisi cuaca sedang kering, jalur tersebut akan sangat berdebu dan menghambat pandangan. Sedangkan pada musim hujan, jalur tersebut akan menjadi licin dan membayakan pengendara karena rawan terjadi kecelakaan.
Sementara, jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur pendekat yang menhubungkan Rantau Pulung-Sangatta. Selain itu, jalur tersebut juga menghubungkan beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Batu Ampar, Muara Bengkal hingga ke Kecamatan Busang.
Menyikapi hal itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman langsung melakukan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi jalan rusak tersebut, Rabu (15/6/2022). Adiansyah Sulaiman melakukan peninjauan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim Muhammad Muhir dan Kepala Bagian (Kabag) Protokol Komunikasi Pimpinan Basuki Isnawan.
Bupati Kutim Minta Instansi Terkait Segera Perbaiki Jalan
Dari hasil tinjauan tersebut, Ardiansyah Sulaiman mendapati keadaan jalan yang masyarakat keluhkan tersebut memang dalam keadaan rusak. Bahkan, beberapa titik terlihat parah dan berbahaya.
Sebab, hanya menyisakan luas jalan beberapa meter yang hanya cukup dilalui mobil dengan ukuran kecil. Keadaan jalan inipun menghambat mobilisasi masyarakat yang hendak ke Rapul atau sebaliknya.
“Pak Muhir tolong segera koordinasikan upaya penyelesaian kerusakan jalan ini. Jangan sampai memakan korban atau memperlambat lalu lalang transportasi masyarakat,” ucapnya sebagaimana melansir laman resmi Pemkab Kutim.
Mendapat arahan tersebut, Kepala Dinas PU Kutim Muhammad Muhir mengatakan, telah berkoordinasi intensif dengan jajarannya untuk menyelesaikan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Selain itu, ia mengungkapkan, juga telah bersurat kepada perusahaan-perusahaan di wilayah kerjanya bersinggungan dengan jalan dimaksud. Untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan itu.
“Kami telah bersurat. Semoga bersama-sama penyelesaiannya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Sebagai informasi, Dinas PU Kutim telah memasang garis pembatas di area yang dianggap berbahaya. Sementara itu, di sejumlah titik jalan rusak yang lebih lama, saat ini sudah dalam proses perbaikan dengan bantuan alat berat. (*)
Penulis/Editor: Devi Nila Sari
