By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Server Sudah Tua, 200 Juta Data Kependudukan di Kemendagri Terancam Hilang
BirokrasiHeadline

Server Sudah Tua, 200 Juta Data Kependudukan di Kemendagri Terancam Hilang

akurasi 2019
Last updated: April 15, 2022 11:04 am
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Server Sudah Tua, 200 Juta Data Kependudukan di Kemendagri Terancam Hilang
Ilustrasi pelayanan kependudukan. (Republika.co.id)
SHARE

Data kependudukan di Kemendagri terancam hilang karena server yang sudah tua. Data kependudukan di kemendagri yang terancam hilang itu mencapai sekira 200 juta data kependudukan.

Contents
  • Punya Manfaat Besar
  • Akan Sangat Menganggu

Akurasi.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim mengatakan, hampir 200 juta data kependudukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terancam hilang.

Adapun penyebabnya adalah perangkat keras ratusan server yang data center Dukcapil kelola sudah berusia terlalu tua.

“Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir dua ratus juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terancam hilang atau musnah,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

“Hal ini akibat dari perangkat keras yakni ratusan server sebagai tempat penyimpanan data ini yang data center Dukcapil kelola usianya sudah terlalu tua, aus, kadaluwarsa dan sebagian spare part sudah discontinue,” sambungnya.

Menurut Luqman, sudah tidak ada pihak yang berani melakukan proses maintenance terhadap ratusan server tersebut, akibat kemungkinan rusaknya yang sudah sangat besar. Jika membiarkan, maka masyarakat Indonesia akan mengalami kerugian cukup besar.

“Yakni hilangnya hampir dua ratusan juta data kependudukan, yang selama bertahun-tahun dengan susah payah sudah oleh negara input, setelah proses perekaman yang melibatkan hampir dua ratus juta penduduk Indonesia,” jelas Politikus PKB ini.

Menurut dia, Kemendagri sejauh ini belum cukup komprehensif untuk mengantisipasi ancaman hilangnya dua ratusan juta data kependudukan rakyat Indonesia.

Belum ada langkah-langkah yang terukur, untuk proses peremajaan atau pembaharuan perangkat keras ratusan server milik Dukcapil itu, teranggarkan dan menjadi prioritas di Kementerian Dalam Negeri.

“Tentu ini sangat berbahaya, saya sangat khawatir data kependudukan yang menjadi basis banyak pelayanan negara kepada rakyat ini, apabila sistemnya mengalami down dan hardware-nya mengalami kerusakan fatal, maka bisa saja kita akan setback, kembali ke jaman batu,” jelas Luqman.

[irp]

Punya Manfaat Besar

Luqman mengatakan, data kependudukan yang Dukcapil Kementerian Dalam Negeri kelola sesungguhnya manfaatnya sangat besar.

Sampai hari ini pun terdapat sekitar 4.517 instansi yang melakukan kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan ini.

Sayangnya, hingga kini tidak ada keputusan pemerintah untuk memungut pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dari pemanfaatan data kependudukan oleh pihak ketiga ini. Padahal sebagian yang memanfaatkan data ini adalah korporasi, kelompok bisnis, dan usaha-usaha produktif lainnya.

“Tentu dengan banyaknya pihak yang bekerjasama dalam pemanfaatan data kependudukan ini akan menambahi beban kerja ratusan server milik Dukcapil yang secara umur sudah tua dan kondisinya sudah hampir rusak,” kata Luqman.

Dia menambahkan, data kependudukan yang Dukcapil kelola juga menjadi basis utama dari data pemilih yang akan berguna untuk pemilu maupun pilkada serentak 2024 mendatang. Oleh karena itu apabila terjadi kerusakan dengan system data center milik Dukcapil, tentu akan mengganggu proses pemilu yang akan datang.

Tak Bisa Dianggap Sepele

Luqman menjelaskan, nantinya jika terus membiarkan, banyak pelayanan pemerintah bisa terganggu. Apalagi ada rencana NPWP dengan satu NIK.

“Banyak pelayanan pemerintah yang juga akan terganggu. Terakhir kita mendengar NPWP itu jadi satu dengan NIK, artinya Kementerian Keuangan juga menggunakan data center Dukcapil ini sebagai basis pelayanan kepada rakyat sekaligus sebagai instrument untuk meningkatkan target pendapatan negara dari pajak rakyat Indonesia,” kata dia.

Maka dari itu, tidak bisa menyepelekan masalah ini. Dia mendorong Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan segera menyelesaikan masalah ini.

Bukan hanya itu saja, bahkan jika perlu, Presiden Jokowi bisa turun langsung agar ini bisa selesai.

“jika perlu Presiden, untuk turun tangan terhadap masalah data kependudukan yang terancam musnah akibat sistem baik software maupun hardware-nya tidak ada proses maintenance secara layak,” jelas Luqman.

[irp]

Akan Sangat Menganggu

Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh pernah mengusulkan pengajuan anggaran baru demi menjaga keberlangsungan sistem SIAK tersebut.

“Kami sudah 4 kali mengusulkan penambahan anggaran sejak 2019, 2020, 2021 dan 2022 untuk peremajaan perangkat, namun tidak sekalipun terpenuhi oleh Kemenkeu” kata dia, Selasa (5/4/2022).

Zudan sebetulnya berharap fungsi DRC itu bukan cuma sebagai penyimpan data saja, tetapi juga sebagai data center seperti yang ada di dua lokasi tersebut.

“Penambahan anggaran yang kami usulkan mengarahkan untuk keperluan peremajaan perangkat di data center serta melengkapi fungsi DRC juga sebagai mirror data center,” kata dia.

Zudan tak menampik, bahwa hal ini cukup mengganggu dalam operasional pelayanan dan riskan.

“Pelayanan jadi lambat, tidak bisa melakukan pelayanan yang maksimal, yang paling besar resikonya bila ada yang tiba-tiba rusak, sistem bisa mati,” kata dia. (*)

Sumber: Liputan6.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:BirokrasiData kependudukanData Kependudukan KemendagriKemendagri
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Relokasi Tanah di Rempang Berujung Demonstrasi: Menggali Isu Sosial dan Lingkungan
Headline

Relokasi Tanah di Rempang Berujung Demonstrasi: Menggali Isu Sosial dan Lingkungan

By
akurasi 2019
Joe Biden Mundur Kamala Harris di Ujung Tanduk Sebagai Pengganti
HeadlineParlemen

Joe Biden Mundur Kamala Harris di Ujung Tanduk Sebagai Pengganti

By
akurasi 2019
Presiden Prabowo Saksikan Parade Kapal Perang TNI AL HUT ke-80 di Teluk Jakarta
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Saksikan Parade Kapal Perang TNI AL HUT ke-80 di Teluk Jakarta

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Lantik Dubes, Watapri, dan Kepala Badan Baru di Istana Negara
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Lantik Dubes, Watapri, dan Kepala Badan Baru di Istana Negara

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?