By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Catatan > Literasi Mengejar Pengetahuan 
Catatan

Literasi Mengejar Pengetahuan 

akurasi 2019
Last updated: Februari 4, 2019 4:46 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Musik dan Energi Motivasi
SHARE

Literasi Mengejar Pengetahuan 

Oleh: Dobi Rizami

Dalam kehidupan keseharian kita, fenomena romantika yang diperlihatkan, permasalahan, tantangan bahkan harapan dan impian wujudkan cita cita yang akan datang. Permasalahan, tantangan dalam kehidupan jawaban hanya dengan pengetahuan.

Jusuf Kalla  sewaktu peresmian  Perpustakaan digital Nasional  di Jakarta, mengatakan pengetahuan didapat melalui membaca, pendidikan, pengalaman dan mendengar. Pergaulan sosial kehidupan, pertemanan, persahabatan dan kekeluargaan. Sering ada pertanyan tentang hobi apa (sangat disukai, red.).

Ada yang mengatakan hobi makanan, wisata, olahraga atau hobi lainnya. Namun relatif sedikit yang mengatakan hobi membaca. Sebagian yang masih menempuh pendidikan, membaca sifatnya hanya mencari  pengetahuan atas jawaban dari setiap soal mata ujian.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hobi diartikan sebagai kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang bukan pekerjaan utama. Keadaan, kini yang diperlihatkan menjadikan renungan permasalahan kehidupan kemiskinan, ketidakadilan, ketidakmerataan serta kemajuan bidang industri.

Pengaruh teknologi dan globalisasi sangat dirasakan dalam tatanan kehidupan. Semua kita akan terlena atau terpesona dengan tontonan permasalahan sosial kehidupan, bila kita tidak mengambil tindakan untuk mengejar pengetahuan agar dapat mengatasi permasalahan.

Kemajuan suatu bangsa tidak terlepaskan dari pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia yang terfokuskan. Kita melihat kemajuan sektor industri di berbagai negara maju, dengan berbagai teknologi tentunya sangat memberikan kesejahtraan kepada rakyatnya.

Kualitas sumber daya manusia tidak bisa dicapai dengan berpangku tangan di semua lapisan. Namun harus dimulai dengan kedisiplinan, kerja keras, dan keuletan mengejar pengetahuan untuk menciptakan produk  yang bernilai ekonomi untuk kesejahtraan.

Education Development Center (EDC), menyatakan literasi lebih dari sekadar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan (skill) yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Dengan pemahaman literasi tersebut, maka kita saat ini harus melakukan tindakan mengejar pengetahuan. Meningkatkan literasi mulai dari keluarga, pelajar, mahasiswa serta masyarakat secara umum. Strateginya dapat dengan pola  5B (buku buka baca bisa dan berprestasi).

Buku merupakan sumber llmu pengetahuan, agama, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan lain sebagainya. Semua hal ini, apabila kita sudah membaca buku yang menjadi sumber pengetahuan, maka kita akan mendapat energi imajinasi dan kekuatan untuk menggali potensi yang dapat memberikan suatu prestasi. Sehingga kita dapat berinovasi dan berkreasi sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomi untuk mewujudkan kesejahtraan.

DR.Iris Schwank, Director Of Finnish Literature International Exchange pernah menuliskan “belief  in power of reading to foster well  being,” yang artinya “keyakinan pada kekuatan membaca untuk menumbuhkan kesejahteraan”. Atau juga berarti “percayalah bahwa dengan membaca kita dapat meraih kesejahtraan”.

Founding Fathers kita Soekarno adalah pencinta buku, bahkan sangat mencintai buku. Putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra menuliskan dalam buku Bung Karno dan Kesayangan sebagai berikut: Kalau saja seluruh “Harta Kekayaan” pribadi Bapak kita kumpulkan dan diadakan pengelompokan, maka akan terdapat tiga katagori besar “Harta Kekayaan” Bapak yang bernilai sangat tinggi yaitu koleksi buku bukunya yang jumlahnya mendekati sekitar empat sampai lima ribu buku.

Pandangan tokoh-tokoh tersebut di atas patutlah menjadi renungan kita untuk selalu mengejar pengetahuan, meningkatkan literasi. Membaca penuh makna berguna untuk semua cita-cita agar terwujudkan kesejahtraan yang dinanti-nantikan. Pembangunan proses perjalanan, pengetahuan harus didapatkan, kerja  keras, keuletan, kedisiplinan upaya yang harus dilaksanakan menggapai impian bukan kata tapi fakta. (*)

Editor: Yusuf Arafah

Sekilas: Dobi Rizami adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Bontang. Bagi Dobi, menulis ibarat kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi setiap harinya.

TAGGED:Dobi Rizami
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Visi Politik Keummatan dan Kebangsaan
Catatan

Benturan Ideologi Pembangunan

By
akurasi 2019
wabah covid-19
Catatan

Wabah Covid-19 Melanda, Nyawa Rakyat Taruhannya

By
akurasi 2019
Potensi Konsep Media Sosial (Communication, Connecting, Sharing, Collaboration) Dalam Pendidikan Indonesia
CatatanRagam

Potensi Konsep Media Sosial (Communication, Connecting, Sharing, Collaboration) Dalam Pendidikan Indonesia

By
Redaksi Akurasi.id
Antara Jalan Rusak dan Terusiknya Rasa Keadilan
CatatanTrending

Aji Mirni Mawarni, Antara Jalan Rusak dan Terusiknya Rasa Keadilan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?