By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Swedia Deklarasi Pandemi Covid-19 Berakhir, Begini Alasannya
HeadlineTrending

Swedia Deklarasi Pandemi Covid-19 Berakhir, Begini Alasannya

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 7:05 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Swedia Deklarasi Pandemi Covid-19 Berakhir, Begini Alasannya
Sebagian besar masyarakat Swedia yang sudah divaksin berasal dari kelompok teredukasi. (AFP/Marco Bertorello)
SHARE

Swedia tetap ngotot mendeklarasikan pandemi covid-19 berakhir di negaranya. Deklarasi pandemi covid-19 berakhir ini dengan sejumlah alasan.

Contents
  • 1. Dominasi Omicron dan tes Covid-19 mahal
  • 2. Vaksinasi tinggi dan karakter masyarakat

Akurasi.id, Jakarta – Meski sejumlah ahli kesehatan  memperingatkan, pemerintah Swedia tetap mendeklarasikan pandemi Covid-19 di negaranya berakhir dan mencabut sebagian besar aturan pencegahan dengan berbagai alasan.

“Saya bisa katakan pandemi ini sudah berakhir. [Penyakit] ini belum berakhir, tapi ada perubahan cepat dan pembatasan sudah selesai,” ujar Menteri Kesehatan Swedia, Lena Hallengre, sebagaimana dikutip Reuters.

Hallengre kemudian mengatakan bahwa dengan deklarasi ini, Swedia tak lagi menganggap Covid-19 sebagai bahaya bagi masyarakat karena sejumlah alasan.

[irp]

1. Dominasi Omicron dan tes Covid-19 mahal

Karena deklarasi ini, Swedia mencabut sebagian besar aturan penanganan Covid-19. Contohnya tes besar-besaran terhadap warga yang mengalami gejala infeksi virus corona.

Kepala Badan Kesehatan Publik Swedia, Karin Tegmark Wisell, mengatakan bahwa tes besar-besaran tak lagi relevan. Apalagi jika melihat kasus belakangan ini, mayoritas varian Omicron yang bergejala lebih ringan.

Pada Rabu (9/2), misalnya, Swedia melaporkan 15.490 kasus Covid-19 dengan hanya satu kematian berdasarkan data dari Worldometer.

“Kami sudah mencapai titik di mana tak lagi bisa membenarkan biaya dan relevansi tes ini,” ujar Tegmark Wisell kepada stasiun televisi nasional SVT, dari Associated Press.

Ia kemudian mengambil contoh, “Jika kami menerapkan tes kepada semua yang mengidap Covid-19, berarti biayanya setengah miliar krona [Rp768 miliar] tiap pekan dan 2 miliar krona [Rp3 triliun] sebulan.”

Berdasarkan perhitungan ini, pemerintah membuat ketetapan. Sejak Rabu (9/2), hanya pekerja medis dan kelompok masyarakat rentan saja, yang mendapatkan tes PCR gratis, jika mengalami gejala Covid-19.

Sementara itu, masyarakat lain hanya diminta untuk isolasi mandiri jika mengalami gejala seperti Covid-19. Alat tes antigen sebenarnya masih dapat dibeli di swalayan, tapi hasilnya tak akan dilaporkan ke pihak berwenang.

Layanan kesehatan swasta juga masih bisa menggelar tes Covid-19. Serta memberikan bukti hasilnya bagi pelaku perjalanan internasional, tapi pemerintah tak akan mengganti biayanya.

Di sisi lain, sejumlah pakar kesehatan memperingatkan, ketiadaan pencatatan jumlah kasus akan menyulitkan. Apalagi saat ini masih ada 2.200 pasien yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

[irp]

2. Vaksinasi tinggi dan karakter masyarakat

Associated Press melaporkan, tingkat vaksinasi Swedia yang tinggi juga membuat para pejabat kesehatan optimistis. Berdasarkan studi pada Selasa (8/2), 85 persen orang di Swedia sudah memiliki antibodi.

Pengajar senior di Universitas Sekolah Medis Exeter di Inggris, Bharat Pankhania, mengatakan bahwa kebanyakan warga yang sudah divaksin di Swedia “merupakan populasi yang teredukasi dan berpengetahuan.”

Dengan demikian, populasi yang sudah vaksinasi itu dapat  mengisolasi mandiri jika mengalami gejala tanpa perlu “tes besar-besaran yang tak berguna.”

Menurut Pankhania, Swedia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang punya kriteria serupa untuk mendeklarasikan pandemi berakhir.

“Swedia sangat memimpin, dan negara-negara lain nantinya akan mengikuti. Kita tak perlu melakukan tes besar-besaran, tapi harus lebih menaruh perhatian pada tempat-tempat sensitif, seperti rumah sakit, panti jompo, dan orang-orang rentan,” katanya. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Covid-19 BerakhirHardnewsSwediaTes Covid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Firdaus Oiwobo Dipecat dari KAI: Dugaan Pelanggaran Etika di Sidang Ricuh Razman vs Hotman
PeristiwaTrending

Firdaus Oiwobo Dipecat dari KAI: Dugaan Pelanggaran Etika di Sidang Ricuh Razman vs Hotman

By
Wili Wili
Gegara Majelis Hakim Sakit, Sidang Putusan AGM Cs Ditunda Pekan Depan
HeadlineHukum & KriminalNews

Gegara Majelis Hakim Sakit, Sidang Putusan AGM Cs Ditunda Pekan Depan

By
Devi Nila Sari
Jalan Menuju Bandara Terendam Banjir, Pesawat Tunda Penerbangan
Trending

Jalan Menuju Bandara Terendam Banjir, Pesawat Tunda Penerbangan

By
akurasi 2019
Luhut: PPKM Terus Berlangsung Selama Pandemi
Trending

Luhut: PPKM Terus Berlangsung Selama Pandemi

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?